dr Terawan: Biarkanlah Mereka yang Putuskan Apakah Saya Masih Boleh ‘Nginep’ Atau Diusir ke Jalan

 dr Terawan: Biarkanlah Mereka yang Putuskan Apakah Saya Masih Boleh ‘Nginep’ Atau Diusir ke Jalan

dr Terawan Agus Putranto, mantan Menkes (baju batik) dan Andi, Mantan Tenaga Ahli dr Terawan (baju putih membungkuk)/foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Meski tahu dirinya bakal dicoret dari keanggotaaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mantan Menteri Kesehatan,  Terawan Agus Putranto, hari ini, 28 Maret 2022, masih berpraktek menangani  pasien di Rumah Sakit  Dinas Kesehatan Tentara (RSDKT)  Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah.

Sebelumnya, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  merokemendasikan pemberhentian Terawan Agus Putranto dari keanggotaan IDI. Rekomendasi tersebut dibacakan dalam Muktamar ke-31 IDI di Banda Aceh, Jumat, 25 Maret 2022.

Pemberhentian Terawan akan dilaksanakan selambat-lambatnya dalam 28 hari kerja. Terdapat lima asalan yang mendasari rekomendasi KMEK ID tersebut. Salah satunya, karena Terawan melakukan promosi kepada masyarakat luas tentang Vaksin Nusantara sebelum penelitian  vaksin berbasis sel dedintrik itu selesai.

Dikutip dari rilis tertulis yang diterima redaksi, mantan Tenaga Ahli (TA) Menteri Kesehatan era Terawan Agus Putranto, Andi menuturkan, hari ini Terawan masih bekerja seperti biasa.  Padahal Terawan sudah tahu dirinya bakal dipecat dari keanggotaan IDI. “Sampai hari ini saya masih sangat bangga dan merasa terhormat berhimpun disana (IDI),” kata Terawan, seperti ditirukan Andi, Senin, (28/3/2022).

Menurut Terawan, IDI seperti rumah  kedua, menjadi tempatnya bernaung, bersama saudara-saudara sejawat lain.

“Pak Terawan mengimbau, teman-teman sejawat dan yang lain agar bisa menahan diri untuk tidak menimbulkan kekisruhan publik, karena kita masih menghadapi pandemic Covid -19. Kasian masyarakat dan saudara-saudara sejawat yang di daerah, Puskesmas, rumah sakit, dll, ikut terganggu” ujarnya.

Terawan juga menyinggung soal sumpah dokter yang dijadikan landasan dalam setiap langkah. “Saya sudah disumpah akan selalu membaktikan hidup saya guna perikemanusiaan, mengutamakan kesehatan pasien dan kepentingan masyarakat,” ujar Andi menirukan Terawan.

Terawan juga menyampaikan bahwa dia sangat menyayangi saudara-saudara sejawatnya dan hormat kepada para guru.

“Semua dokter itu sesuai sumpah kita, teman sejawat itu seperti saudara kandung, jadi saya menyayangi semua saudara saya di sana (IDI).” Ujar Terawan ditirukan oleh Andi.

Soal putusan MKEK, Terawan menyerahkan semuanya kepada saudara sejawatnya. “Biarkanlah saudara-saudara saya yang memutuskan.  Apakah saya masih boleh nginep di rumah atau diusir ke jalan” kata Terawan.***/din

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.