Bu Susi Keren…..!!!

 Bu Susi Keren…..!!!

Susi Pudjiastuti –foto instagram Fika Fawzia

Susi Pudjiastuti dalam acara puncak Sail Sabang, Desember 2017–foto instagram Fika Fawzia

“‘Bu Susi keren!” Begitu kata warga Jakarta yang datang menyaksikan penampilan Menteri Kelautan dan Perikanan itu dalam Festival Danau Sunter pada Sabtu 25 Februari lalu. Susi yang dengan lincah paddling (mendayung) di Danau Sunter,  sementara Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan sekuat tenaga berupaya mengimbangi  Susi. Namun ya tetap saja, Sandiaga tertinggal jauh.

Atraksi lomba ini memang sarat entertainment ketimbang kompetisi sesungguhnya tapi masyarakat sungguh terhibur menyaksikannya. “Saya jauh-jauh datang ke sini untuk melihat Menteri Susi. Saya penasaran,” kata Sunarsih, warga Jakarta Selatan, yang datang bersama keluarganya—suami dan dua anak. Jarak rumahnya di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menuju Sunter Jakarta Utara, tergolong jauh.

Tapi mereka mengaku tetap antusias demi melihat penampilan Susi. Dan bukan hanya Sunarsih dan warga Jakarta lainnya yang penasaran melihat ‘Sang Bu Menteri’ dari dekat. Tapi juga warga di luar Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, berbondong-bondong datang. Maka, tak heran kalau kawasan Danau Sunter jadi luar biasa penuh pada hari itu.

.Susi, Menteri Jokowi yang selalu berada di urutan teratas dalam kebanyakan hasil survei kinerja pejabat, memang memiliki banyak pemuja. Utamanya adalah kalangan muda dan para wanita yang mengagumi keperkasaan menteri bertato itu. Orang tidak peduli penampilan nyentrik Menteri Susi– rambut dicat coklat terang, kaki bertato ataupun dia tampil merokok. Yang mereka tahu, Susi memiliki kinerja jempolan dan berani untuk suatu yang diyakini benar.

SUSI MENJAWAB SUARA-SUARA ‘MIRING’

Menenggelamkan kapal pencuri, siapa yang berani? Dari masa ke masa, pemerintahan silih berganti, tidak ada pejabat  yang berani menenggelamkan kapal pencuri ikan.  Hanya Susi yang berani! Sepak terjangnya yang luar biasa itu bukan hanya menuai kekaguman dari dalam dan luar negeri tapi juga  tuai kritikan dari dalam negeri, bahkan dari kalangan pemerintahan sendiri.

Tapi Susi bergeming, menjaga kedaulatan perairan Indonesia. Pegangannya adalah UU Perikanan No 45 Tahun 2009 (Perubahan Atas UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan).

“Menenggelamkan kapal bukan ide Susi Pudjiastuti, bukan juga ide Pak Jokowi. Tapi Pak Jokowi mengamanatkan untuk kita mengeksekusi itu (undang undang) dengan tegas,” ujar wanita kelahiran Pangandaran, Jawa Barat 1965, itu, seolah menjawab suara-suara ‘miring’ yang mempertanyakan tindakan tegasnya.

Dalam hasil survei yang diumumkan  Populi Center pada akhir Februari 2018 lalu, disebutkan Susi Pudjiastuti menempati urutan pertama Menteri Paling Berprestasi di Kabinet Kerja Jokowi-JK, dengan perolehan 39,3%, sedang Sri Mulyani, Menteri Keuangan, menduduki tempat kedua dengan 8,3%.

Survei ini dilakukan pada 7-16 Februari di 34 provinsi. Selain Menteri Paling Berprestasi, Susi—ternyata—juga menduduki tempat

Susdi Pudjiastuti menerima penghargaan Peter Benchley Ocean Awards for Excellence in National Stewardship di Washington, DC, 11 Mei 2017. Penghargaan ini diberikan untuk individu-individu yang telah berkontribusi dalam menjaga lingkungan laut, pesisir, dan masyarakat yang bergantung kepadanya. Dalam kategori “National Stewardship of the Ocean” ini diberikan kepada perwakilan negara yang telah memberikan kontribusi unik dan luar biasa terhadap perlindungan, restorasi, dan apresiasi terhadap kondisi laut dunia–sumber foto dan teks instagram Fika Fawzia

pertama sebagai Menteri yang Gaduh (7,2%), ditempat kedua adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar P dengan 5,8%.

Menurut Hartanto Rosojati, Peneliti Populi Center, makna gaduh dalam survei tersebut bisa negatif atau positif. Menurutnya, responden terpengaruh oleh banyaknya berita di media dalam memilih menteri paling gaduh.

Meski disebut gaduh, namun uniknya, beda dengan menteri  ataupun pejabat lain yang sering dibully di medsos. Susi justru  amat jarang dibully. Padahal Susi termasuk aktif menggunakan medsos.  Namun komen-komen yang masuk kebanyakan adalah yang mendukung dan mensupportnya.

Ini mungkin fenomena unik. Karena semua orang tahu, media sosia kadang luar biasa kejam terhadap orang  apalagi pejabat yang kontroversial. Kritik nitizen bisa menjadi sangat  keterlaluan bahkan ‘sadis’. Tapi menariknya, sikap mereka pada Susi berbeda.

Meski  mereka tahu Susi—dalam berbagai pemberitaan media mainstream- tengah dikritik pihak-pihak tertentu terkait kebijakan penenggelaman kapal, namun umumnya nitizen justru memberi respon positif.  “Susi itu ‘media darling’ di medsos. Apa saja yang dilakukan Susi umumnya ditanggapi positif oleh nitizen,” ucap seorang pengamat.

Hal itu dibenarkan oleh pengamat media sosial, Rustika Herlambang. Menurutnya, Susi adalah sosok yang mediagenic.  “Bu Susi itu adalah sosok yang mediagenic. Jadi apa pun yang disampaikannya selalu menarik perhatian netizen. Bahkan netizen yang tidak memahami isu pemberitaan Susi pun tetap mendukungnya. Pokoknya, apa yang dilakukan Susi dinilai benar,” ujar Rustika.

Ia mencatat sepanjang 2016-2017 terdapat 35.000 percakapan tentang Susi di media sosial. Pemosi percakapan itu, katanya cenderung mengarah pada tiga hal positif, yakni; kepercayaan, harapan dan kesenangan. Sepanjang 2017, tambahnya, ada 75.000 nitizen yang merespon soal  Susi di medsos, namun hanya sedikit sekali yang merespon dengan nada negatif.***

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *