Menteri Susi Pudjiastuti Bikin Rusuh JFW 2019

Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, bersama Avantie, desainer, di panggung Jakarta Fashion Week 2018

Kemunculan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di catwalk menjadi salah satu momentum yang paling ditunggu-tunggu di hari keempat gelaran Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Susi menjadi salah satu figur yang berlenggok di catwalk membawakan busana rancangan desainer ternama Anne Avantie dalam sebuah peragaan busana bertema “Badai Pasti Berlalu”.

Diiringi lagu “Indonesia Jaya” yang malam itu dibawakan Lea Simanjuntak, kehadiran Susi membuat bangku penonton JFW 2019 riuh.

Sejumlah penonton mengarahkan kamera ponselnya mengikuti Susi yang berlenggok luwes di atas catwalk. Sebagian lainnya tampak bangkit dari duduk lalu bertepuk tangan seraya bersorak-sorai dan memanggil namanya.

Tampilan Susi tampak nyentrik dengan kacamata hitam dan thigh high boots, tetapi pada waktu yang sama tetap anggun dengan balutan outer tenun beraksen rumbai karya Anne Avantie.

Kemunculan Susi menjadi salah satu pusat perhatian seisi JFW fashion tent hingga akhir acara.

Termasuk ketika perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat itu mendampingi Anne Avantie berjalan di atas catwalk sambil menerima sejumlah karangan bunga dari penonton.

Tak berhenti sampai di situ, Susi juga mampu membangun suasana akrab, baik dengan pembawa acara Indy Barends dan Indra Bekti, para penonton, hingga awak media. (pik)

 

INILAH PAVILIUN SEAFOOD INDONESIA DI BOSTON

Stand Indonesia pada acara Seafood Expo North America (SENA) 2018 di Massachusetts Convention Centre, Boston, AS.

DALAM kunjungan kerjanya di Boston, Amerika Serikat pekan lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti  meremikan paviliun Seafood Indonesia. Tercatat, ada 21 perusahaan perikanan nasional,serta 2 BUMN yang bergerak di bidang kelautan yakni Perum Perikanan Indonesia dan PT Perikanan Nusantara turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Seafood Expo North America (SENA) 2018 di Massachusetts Convention Centre, Boston, AS tersebut.

Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti mengunjungi stand Indonesia.

Perusahaan-perusahan eksportir itu bersaing dengan ratusan perusahaan lain dari berbagai negara, tidak hanya di Amerika melainkan dari Asia, Amerika Latin hingga Eropa. Sebagaimana diketahui,  Paviliun Seafood Indonesia menempati booth #3133 dan mempromosikan produk hasil industri perikanan Indonesia agar dapat diterima di pasar AS dan dilirik pasar mancanegara lainnya.

“Tahun ini sangat baik (lokasi booth paviliun seafood Indonesia), besar, dekat dengan pintu utama, langsung begitu masuk. Semua komentar dari perusahaan-perusahaan (eksportir seafood Indonesia yang ikut pameran) juga sangat baik. Beberapa pengusaha besar yang selama ini terpisah dari booth Indonesia pada saat ini mau bergabung,” kata  Menteri Susi.

Penandatanganan kerja sama bisnis antara Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dengan 2 buyer AS, Harbor Seafood Inc dan North Atlantic Inc.

Dalam kesempatan ini,  Menteri Susi juga menyaksikan penandatanganan kerja sama bisnis antara Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dengan 2 buyer AS, Harbor Seafood Inc dan North Atlantic Inc. Dalam kontrak kerja sama dengan Harbor Seafood Inc., disepakati Indonesia akan memasok daging kepiting, ikan beku, dan cephalopod atau hewan bertentakel seperti gurita dan sotong. Kerja sama ini mencapai nilai USD16,5 juta. Adapun dalam kontrak dengan North Atlantic Inc., Indonesia akan memasok bahan baku frozen mixfish dalam jangka waktu 1 tahun. Kontrak ini bernilai USD5,4 juta.

Perlu diketahui, AS merupakan pasar penting ekspor perikanan Indonesia. Dari tahun ke tahun, ekspor ke AS terus meningkat mulai dari USD1,45 miliar (2015) menjadi USD1,6 miliar (2016), dan terakhir mencapai lebih dari USD1,8 miliar (2017). Nilai tersebut didominasi oleh udang sebagai komoditas ekspor utama. Surplus perdagangan dengan AS juga terus mengalami peningkatan, mulai dari USD1,3 miliar (2015), menjadi sekitar USD1,55 miliar (2016), dan hampir menyentuh USD1,75 miliar (2017). ***

Bu Susi Keren…..!!!

Susi Pudjiastuti dalam acara puncak Sail Sabang, Desember 2017–foto instagram Fika Fawzia

“‘Bu Susi keren!” Begitu kata warga Jakarta yang datang menyaksikan penampilan Menteri Kelautan dan Perikanan itu dalam Festival Danau Sunter pada Sabtu 25 Februari lalu. Susi yang dengan lincah paddling (mendayung) di Danau Sunter,  sementara Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan sekuat tenaga berupaya mengimbangi  Susi. Namun ya tetap saja, Sandiaga tertinggal jauh.

Atraksi lomba ini memang sarat entertainment ketimbang kompetisi sesungguhnya tapi masyarakat sungguh terhibur menyaksikannya. “Saya jauh-jauh datang ke sini untuk melihat Menteri Susi. Saya penasaran,” kata Sunarsih, warga Jakarta Selatan, yang datang bersama keluarganya—suami dan dua anak. Jarak rumahnya di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menuju Sunter Jakarta Utara, tergolong jauh.

Tapi mereka mengaku tetap antusias demi melihat penampilan Susi. Dan bukan hanya Sunarsih dan warga Jakarta lainnya yang penasaran melihat ‘Sang Bu Menteri’ dari dekat. Tapi juga warga di luar Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, berbondong-bondong datang. Maka, tak heran kalau kawasan Danau Sunter jadi luar biasa penuh pada hari itu.

.Susi, Menteri Jokowi yang selalu berada di urutan teratas dalam kebanyakan hasil survei kinerja pejabat, memang memiliki banyak pemuja. Utamanya adalah kalangan muda dan para wanita yang mengagumi keperkasaan menteri bertato itu. Orang tidak peduli penampilan nyentrik Menteri Susi– rambut dicat coklat terang, kaki bertato ataupun dia tampil merokok. Yang mereka tahu, Susi memiliki kinerja jempolan dan berani untuk suatu yang diyakini benar.

SUSI MENJAWAB SUARA-SUARA ‘MIRING’

Menenggelamkan kapal pencuri, siapa yang berani? Dari masa ke masa, pemerintahan silih berganti, tidak ada pejabat  yang berani menenggelamkan kapal pencuri ikan.  Hanya Susi yang berani! Sepak terjangnya yang luar biasa itu bukan hanya menuai kekaguman dari dalam dan luar negeri tapi juga  tuai kritikan dari dalam negeri, bahkan dari kalangan pemerintahan sendiri.

Tapi Susi bergeming, menjaga kedaulatan perairan Indonesia. Pegangannya adalah UU Perikanan No 45 Tahun 2009 (Perubahan Atas UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan).

“Menenggelamkan kapal bukan ide Susi Pudjiastuti, bukan juga ide Pak Jokowi. Tapi Pak Jokowi mengamanatkan untuk kita mengeksekusi itu (undang undang) dengan tegas,” ujar wanita kelahiran Pangandaran, Jawa Barat 1965, itu, seolah menjawab suara-suara ‘miring’ yang mempertanyakan tindakan tegasnya.

Dalam hasil survei yang diumumkan  Populi Center pada akhir Februari 2018 lalu, disebutkan Susi Pudjiastuti menempati urutan pertama Menteri Paling Berprestasi di Kabinet Kerja Jokowi-JK, dengan perolehan 39,3%, sedang Sri Mulyani, Menteri Keuangan, menduduki tempat kedua dengan 8,3%.

Survei ini dilakukan pada 7-16 Februari di 34 provinsi. Selain Menteri Paling Berprestasi, Susi—ternyata—juga menduduki tempat

Susdi Pudjiastuti menerima penghargaan Peter Benchley Ocean Awards for Excellence in National Stewardship di Washington, DC, 11 Mei 2017. Penghargaan ini diberikan untuk individu-individu yang telah berkontribusi dalam menjaga lingkungan laut, pesisir, dan masyarakat yang bergantung kepadanya. Dalam kategori “National Stewardship of the Ocean” ini diberikan kepada perwakilan negara yang telah memberikan kontribusi unik dan luar biasa terhadap perlindungan, restorasi, dan apresiasi terhadap kondisi laut dunia–sumber foto dan teks instagram Fika Fawzia

pertama sebagai Menteri yang Gaduh (7,2%), ditempat kedua adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar P dengan 5,8%.

Menurut Hartanto Rosojati, Peneliti Populi Center, makna gaduh dalam survei tersebut bisa negatif atau positif. Menurutnya, responden terpengaruh oleh banyaknya berita di media dalam memilih menteri paling gaduh.

Meski disebut gaduh, namun uniknya, beda dengan menteri  ataupun pejabat lain yang sering dibully di medsos. Susi justru  amat jarang dibully. Padahal Susi termasuk aktif menggunakan medsos.  Namun komen-komen yang masuk kebanyakan adalah yang mendukung dan mensupportnya.

Ini mungkin fenomena unik. Karena semua orang tahu, media sosia kadang luar biasa kejam terhadap orang  apalagi pejabat yang kontroversial. Kritik nitizen bisa menjadi sangat  keterlaluan bahkan ‘sadis’. Tapi menariknya, sikap mereka pada Susi berbeda.

Meski  mereka tahu Susi—dalam berbagai pemberitaan media mainstream- tengah dikritik pihak-pihak tertentu terkait kebijakan penenggelaman kapal, namun umumnya nitizen justru memberi respon positif.  “Susi itu ‘media darling’ di medsos. Apa saja yang dilakukan Susi umumnya ditanggapi positif oleh nitizen,” ucap seorang pengamat.

Hal itu dibenarkan oleh pengamat media sosial, Rustika Herlambang. Menurutnya, Susi adalah sosok yang mediagenic.  “Bu Susi itu adalah sosok yang mediagenic. Jadi apa pun yang disampaikannya selalu menarik perhatian netizen. Bahkan netizen yang tidak memahami isu pemberitaan Susi pun tetap mendukungnya. Pokoknya, apa yang dilakukan Susi dinilai benar,” ujar Rustika.

Ia mencatat sepanjang 2016-2017 terdapat 35.000 percakapan tentang Susi di media sosial. Pemosi percakapan itu, katanya cenderung mengarah pada tiga hal positif, yakni; kepercayaan, harapan dan kesenangan. Sepanjang 2017, tambahnya, ada 75.000 nitizen yang merespon soal  Susi di medsos, namun hanya sedikit sekali yang merespon dengan nada negatif.***

 

Sisi Lain dari Susi Pudjiastuti: Impian, Cintanya pada Keluarga hingga Foto Merokok yang Viral

Fika Fawzia dan bosnya, Susi Pudjiastuti. Ini bukan senang-senang lho tapi bekerja. Foto ini diambil pada 23 Maret 2017–sumber instagram Fika Fawzia

Berikut ini adalah kisah menarik tentang sisi lain dari Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, yang dikutip dari instagram Fika Fawzia, Asisten Susi Pudjiastututi. Fika banyak menulis tentang bos dan kegiatannya. Berikut sebagian kutipannya:

“Bos meminta Pak Sandi untuk menunaikan janjinya untuk membersihkan danau lainnya di Jakarta dan tidak hanya Danau Sunter,” ujar Asisten Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan,  Fika Fawzia dalam tulisanya di instagram. Wanita cantik ini menyebut Susi dengan ‘bos’.

“Bos juga memberikan tantangan terbuka kepada kepala daerah di seluruh Indonesia untuk berlomba paddling/renang bersama Bos dengan syarat mereka harus membersihkan perairan di seluruh Indonesia, baik itu danau, waduk dan tentunya wilayah pesisir. Sportivitas demi Indonesia, air menjadi bersih, dan masyarakat pasti senang,” kata Fika.

Dalam tulisan lain di instagram miliknya Fika juga menulis tentang impian Bos-nya yang ingin punya kapal riset sendiri. “Boss pernah bercerita, impiannya semasa kecil ingin punya kapal selam riset sendiri agar bisa melihat kehidupan di bawah laut dan tidak diganggu banyak orang. Meskipun belum kesampaian punya kapal selam sendiri, tapi kemarin sudah bisa naik kapal selam milik TNI AL KRI Nagapasa-403 sewaktu penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana,” tulis Fika.

Meski terlihat sangat sibuk dan memiliki agenda kerja yang padat, namun keluarga adalah nomor satu. Fika dalam tulisannya di instagram bercerita tentang sisi lain dari Sang Bos. “Pernah ada yang bertanya kepada saya, sisi apa dari Boss yang jarang orang tahu. Saya jawab, sebetulnya bagi Ibu, keluarga nomor satu. “

“Meskipun pekerjaan banyak menyita waktu, namun Boss selalu mendahulukan peran sebagai seorang Ibu dan (Eyang) Uti. Pada akhirnya anak dan cucu pun ikut dibawa ke laut agar bisa tetap bersama meskipun tugas tetap menanti. Tidak jarang, akhirnya mereka pun juga ikut dibawa paddling”.

Inilah foto Susi Pudjiastuti yang sempat viral di media beberapa waktu lalu–sumber instagram Fika Fawzia

Sementara di lain kesempatan Fika di instagram pribadinya  bercerita tentang kisah di balik foto  Susi merokok yang menjadi viral di berbagai media. “Minggu sore di kediaman pribadi Boss di Pangandaran, saya bilang bahwa saya upload foto kegiatan Boss meninjau gladi tempur Kopaska Armabar di Twitter saya. Caption saya, “Badass boss chilling with her homies”.

Beliau tertawa dan meminta untuk ambil HP dan mengeceknya. Selang beberapa waktu, saya heran kenapa foto Boss lagi paddling jadi viral. Saya tanya, “Ibu yang upload sendiri?” Beliau tertawa keras dan menjawab, “Iya”.

Kemudian saya tanya lagi, “Terus yang foto lagi duduk sambil ngerokok dan ngopi kenapa Ibu upload? Nanti Bu Menkes marah lagi. Ibu kan udah minta kita supaya jangan pernah nunjukin foto Ibu ngerokok”. Dijawab dengan nada lempeng, “Soalnya ada yang bales, ‘ending abis paddling kecebur ya Bu?’, jadi saya tunjukin foto pribadi dari HP saya itu. Saya ga jatoh kok.” Saya tidak bisa berkata-kata, antara heran campur takjub.

Begitulah alasan kenapa foto itu menyebar dengan segala macam permutasi meme. Banyak yang berspekulasi ini sebuah statement politis tentang reklamasi, sampah di laut, atau tentang gender, tapi sesungguhnya ini karena Boss hanya ingin menunjukkan bahwa beliau ga jatuh kalo lagi stand-up paddling.

Di Pangandaran akhir pekan lalu, saya diminta Boss untuk mengadakan lomba paddling bagi Kopaska yang sedang latihan tempur di sana. Sewaktu perlombaan, di atas paddle board besar yang Boss naiki (dan saya yang diminta mengayuh), kami melihat anggota-anggota Kopaska terjatuh mencoba paddling berdiri.

Boss terbahak-bahak melihat mereka jatuh satu per satu dan bilang, “Lihat Fik, hiburan kan. Pelajaran juga bahwa sejago-jagonya orang ada beberapa hal yang kita tidak bisa lakukan”.

Kembali ke foto ini, antara ini memang sikap Boss yang tidak mau kalah (yang menantang di Twitter juga hanya bertanya sederhana), atau mungkin ya, ada maksud lain di balik itu yang beliau tidak jelaskan ke saya. Tapi foto ini memang menunjukkan Boss apa adanya yang sehari-hari saya lihat. Secangkir kopi tubruk dari Lampung dan sebatang Sampoerna merah di tangannya (yang saat itu dibawakan ke laut oleh kami-kami yang mendampingi di paddle board dan perahu sebelahnya). Foto asli diambil oleh Samuel Benini.”

***sumber foto dan kisah: dikutip dari instagram Fika Fawzia, Asisten Susi Pudjiastuti***

 

Menteri Susi Kampiun di Laut dan di Danau

Menteri Susi Pudjiastuti dan Sandiaga Uno di Festival Danau Sunter, Minggu (25/2/2018)–foto laksanawaty

Akhirnya Menteri Susi Pudjiastuti membuktikan bahwa dirinya bukan hanya kampiun di laut tapi juga di danau. Dalam pertunjukan spektakuler yang sangat dinantikan banyak orang, Susi berhasil menunjukkan kebolehannya dalam paddle dan berenang. Ia berhasil mencapai finish lebih dulu dibanding Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, dalam Festival Danau Sunter, Minggu (25/2).

Sandiaga Uno yang berenang 2 x 500 meter mengakui keunggulan Susi. “Perempuan memang lebih kuat dari lelaki,” kata Sandi. Susi sendiri setelah paddling, lalu terjun berenang mendampingi Sandi ke arah bendera dan memegangnya.***

Cantrang Dilarang, Nelayan Melenggang

Meski sudah dilarang, masih banyak nelayan menangkap ikan menggunakan jala cantrang.

ANDA tahu cantrang? Istilah yang asing bagi yang awam. Cantrang merupakan alat sejenis penangkap ikan, termasuk dalam kelompok pukat tarik berkapal. Hasil tangkapan cantrang, terdiri dari berbagai ikan, mulai ukuran kecil hingga besar.

Karena metode pengoperasian cantrang ini dengan menyapu dasar perairan, sehingga semua jenis ikan berbagai ukuran bisa terjaring. Ini artinya penggunaan cantrang selain merusak sumber daya ikan, juga ekosistem lautan.

Berkaitan masalah ini, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, melalui Peraturan Menteri No 271/Permen-KP/2016, tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan disebutkan, nelayan dilarang menggunakan cantrang untuk menangkap ikan. Sebagai gantinya, pihak kementerian membagikan alat penangkap ikan, pengganti cantrang, yang dinilaii lebih ramah lingkungan.

Meski penggunaan cantrang dilarang, tetapi seolah tak digubris. Nelayan tetap melenggang menenteng jala cantrang ke laut untuk mengeruk ikan.Bahkan, jumlahnya terus meningkat. Menteri Susi mengakui, sebaran alat tangkap cantrang di Pantai Utara Jawa melebihi kapasitas. Tahun 2004, jumlah cantrang di Jateng mencapai 3.209 unit, dan di tahun 2007 bertambah menjai 5.100, dan tahun 2015 meningkat lagi menjadi 10.758 unit.

Ilustrasi penggunaan cantrang oleh kapal nelayan.

Dikarenakan telah overfishing, para nelayan mulai bergerak ke Wilayah Pengelolaan Perikananan (WPP) lainnya. Oleh karena itu, Menteri Susi minta isu cantrang jangan dipolitisasi. Masyarakat harus tahu, keberlanjutan itu penting buat laut Indonesia. “Saya memohon kepada para petinggi, pengusaha, juga politikus untuk tidak mempolitisasi masalah ini. Mereka harus tahu, keberlanjutan itu penting untuk kedaulatan laut kita,” tandas Susi.

Selama masa transisi hingga akhir 2017, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap akan mengalokasikan bantuan penggantian cantrang untuk kapal dengan ukuran di bawah 10 GT sebanyak 15.284 unit buat nelayan di 8 provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Jambi dan Sumatera Utara. Sementara untuk kapal besar (>10 GT) akan diberi asistensi perbankan dan akan membantu restrukturisasi utang-utang lama, mulai dari penundaan, pembayaran pokok dan memberikan KUR (Kredit Usaha Rakyat) baru kepada nelayan. “Yang kecill bisa ke KKP sekarang,” paparnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik kebijakan pemerintah dalam pergantian alat tangkap cantrang ke alat tangkap ramah lingkungan. “Beberapa kali sudah ada dialog antara nelayan dengan Pemprov tentang permodalan. Kita sosialisasikan kepada mereka, selanjutnya sebagaimana arahan pemerintah pusat, maka kita buat desk,” tegas Ganjar lagi. ***

Menteri Susi Kembali Masuk Nominasi

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti namanya kembali masuk nominator dalam ajang bergensi bertaraf internasional. Kali ini, wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 ini, menjadi salah satu nominator dalam ajang “Seafood Champion Awards 2017”. Dalam gelaran ke-11 ini, Menteri Susi masuk ke dalam kategori Seafood Champion Award for Leadership.

“Finalis yang dinominasikan semua telah menunjukkan kecemerlangan dan keuletan dalam bekerja dengan berbagai pemangku kepentingan, perbedaan bahasa, dan jenis-jenis industri untuk mengubah hubungan manusia dengan laut,” tulis SeaWeb, penyelenggara gelaran ini dalam keterangan resminya.

Alasan SeaWeb memasukan nama Menteri Susi, karena salah satu menteri di Kabinet Jokowi -JK ini dinilai berpengaruh bagi negara lain yang memiliki kebijakan sama yakni menyikat para pencuri ikan illegal, meningkatkan keberlangsungan produk kelautan dan perikanan, dan kelestarian laut. Dalam ajang ini, Menteri Susi, akan bersaing dengan Ketua FishWise, Mariah Boyle dan Ketua Global Aqucukture Alliance, Waly Stevens.

Sebagaimana diketahui, Seafood Champions Award diselenggarakan sejak 2006. Event ini sebagai apresiasi bagi yang berdedikasi dalam pengelolaan sumber daya laut secara bertanggung jawan dan ramah lingkungan. Lembaga ini, selain memberikan penghargaan kepada individu, juga dalam kategori kegiatan advokasi, visi, serta inovasi.

Menurut rencana, pemenang akan diumumkan 5 Juni 2017 mendatang, di Sea Web Seafood Summit, Seattle AS. “Tahun 2017 ini, finalis berasal dari beragam kalangan, mereka adalah orang-orang yang telah berhasil baik di level nasional maupun global. Untuk menciptakan perubahan, anda perlu menggandeng pemangku kepentingan dan masyarakat. Hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan, tapi orang-orang ini telah berhasil satu langkah didepan dan membuat sebuah kemajuan.” ujar Mark Spalding, Presiden SeaWeb and The Ocean Foundation.***