Meski situasi politik menghangat jelang Pilpres, namun KH Ma’ruf Amin, Cawapres nomor urut 01, tidak tampak tegang. Justru sebaliknya ia tampak santai. Meski sibuk dengan berbagai kegiatan, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia itu tetap tidak meninggalkan rutinitasnya yakni bermain dengan cucu dan membaca koran setiap pagi.
Lihat saja saat menjelang debat perdana kemarin, Kamis (17/1). Ma’ruf justru tampak rileks menghadapi debat yang menegangkan itu. Pagi seperti biasanya ia menjalani rutinitasnya dengan membaca koran. Kira-kira hampir sekitar 20 menit.
Cawapres 01 KH Ma’ruf Amin bermain dengan cucunya–foto istimewa
“Jelang debat, kegiatan saya biasa aja. Rutin baca koran pagi,” kata Kiai Ma’ruf di kediamannya. Aktivitas membaca koran, katanya, merupakan hal yang tak pernah dilewatkan. “Sesibuk apapun saya sempatkan membaca koran,” ucapnya sambil tersenyum.
Sesekali Kiai Ma’ruf berbicara dengan puterinya, Siti Haniatunnisa. Mereka membahas soal keluarga dan rencana perjalanan ke Tangerang besok. Sesekali mereka terlihat tertawa.
Kiai Ma’ruf juga terlihat bermain dengan cucu, Zaitunah yang masih berumur 2.5 tahun. Zaza panggilan akrab si kecil Zaitunah merupakan puteri dari Siti Haniatunnisa.
Jelang siang, penyanyi religi cantik asal Sidoarjo, Jawa Timur, Veve Zulfikar direncanakan akan sowan ke kediaman KH Ma’ruf Amin. “Veve mau sowan dan minta doa,” ujar Kiai Ma’ruf.***/ebn
Meski kini hidupnya berlimpah harta, penampilannya di panggung terkesan glamour, namun Zaskia Gotik tidak lantas hidup hura-hura. Ia tetap sederhana. Hasil dari kerja kerasnya, kata Zaskia , ditabung juga diinvestasikan dalam berbagai bentuk.
Tapi, katanya, yang utama adalah untuk keluarganya. Adalah sebuah kebahagiaan tersendiri baginya karena setidaknya dari kerja kerasnya bukan hanya bisa mencukupi kehidupan keluarganya tapi juga bisa menyekolahkan kedua adiknya hingga ke bangku universitas. “Sekolah neng memang tidak tinggi tapi neng ingin adik bisa kuliah. Nah semua itu neng persiapkan (biaya),” ujar Zaskia yang sepanjang kariernya telah meraih sejumlah penghargaan di antaranya Indonesia Dangdut Award dan Inbox Award.
Tak hanya itu yang dilakukannya untuk membahagiakan keluarga, khususnya kedua orangtuanya, ia menyediakan rumah yang besar dengan segala fasilitasnya. “Itu memang mimpi neng sejak lama. Selain menaikkan haji orangtua juga memberikan rumah,” kata Zaskia. Dan mimpi itu benar-benar diwujudkan Zaskia pada Januari 2018 lalu. Sebuah rumah mewah konon bernilai Rp 5 miliar, di lahan seluas 500 M2 dipersembahkan pelantun ‘Cukup 1 Meni’ ini untuk orangtuanya. “Alhamdulilah, sudah terwujud. Masih banyak mimpi neng , insyaallah diberi jalan oleh yang di Atas,” ucapnya.
“Kangen mak. Besok ketemu mak.” Begitu tulis Zaskia Gotik di instagramnya beberapa waktu lalu–foto instagram zaskia gotik
Ditanya tentang apa mimpi-mimpinya yang lain, penyanyi yang kerap tampil di acara Pesbukers bersama Raffi Ahamd, tidak menyebut secara jelas. Namun, katanya, yang pasti semua yang ingin dilakukannya adalah untuk kebahagiaan orangtua. “Pokoknya untuk bekal orangtua di masa tua juga buat adik-adik,” tambah Zaskia yang sempat menjadi juri dalam ajang D’Academy.
Tentang rencana pernikahannya dengan Ryan (Arief Fitriyansyah) yang dulu sempat digembar-gemborkan yang berakhir berantakan alias putus, Zaskia yang sempat tampil dalam sinetron ‘Siapa Suruh Datang Jakarta’ mengaku tak mau memikirkannya. Sekarang ini, ia tengah menikmati kesendiriannya dan enjoy dengan itu. “Single, happy nggak ada masalah,” katanya.
Sekarang ini, tambahnya, dia tak mau memikirkan mencari pasangan pengganti ataupun menikah. Jika sudah waktunya, ujarnya, pasti Yang Maha Kuasa akan memberi. Jadi sekarang yang terbaik baginya adalah terus berkarya sebaik mungkin. Apalagi, mempertahankan karier agar tetap eksis bukan hal yang mudah di tengah ketatnya persaingan di dunia hiburan. Karena itu dia ingin fokus.
Jika menengok ke belakang melihat perjalanan kariernya, katanya, dia tak putus-putusnya bersyukur atas hasil yang dicapainya. Dari sana juga dia mengambil hikmah bahwa jangan pernah lelah untuk berjuang, jangan pernah putus asa sekalipun dalam prosesnya ada banyak air mata dan kesusahan.
“Terus terang saja ya, neng tuh bisa sampai seperti ini (sukses), nggak pernah nyangka. Memang ini sudah menjadi mimpi (penyanyi sukses) eneng sejak kecil tapi nggak nyangka akhirnya bisa terwujud. Namanya mimpi, setiap orang kan pasti punya keinginan, punya mimpi. Cuma neng punya keyakinan, yang penting maju terus, berjuang terus, kerja keras. Neng berjuang dari nol kecil, naik ke nol besar, terus meningkat sampai akhirnya dapat beberapa penghargaan. Pokoknya jangan putus asa. Kalau nangis karena ini-itu ya ada aja, tapi kan nangis terus menerus nggak jadi duit,” ujarnya sambil tertawa.***
Susi Pudjiastuti dalam acara puncak Sail Sabang, Desember 2017–foto instagram Fika Fawzia
“‘Bu Susi keren!” Begitu kata warga Jakarta yang datang menyaksikan penampilan Menteri Kelautan dan Perikanan itu dalam Festival Danau Sunter pada Sabtu 25 Februari lalu. Susi yang dengan lincah paddling (mendayung) di Danau Sunter, sementara Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan sekuat tenaga berupaya mengimbangi Susi. Namun ya tetap saja, Sandiaga tertinggal jauh.
Atraksi lomba ini memang sarat entertainment ketimbang kompetisi sesungguhnya tapi masyarakat sungguh terhibur menyaksikannya. “Saya jauh-jauh datang ke sini untuk melihat Menteri Susi. Saya penasaran,” kata Sunarsih, warga Jakarta Selatan, yang datang bersama keluarganya—suami dan dua anak. Jarak rumahnya di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menuju Sunter Jakarta Utara, tergolong jauh.
Tapi mereka mengaku tetap antusias demi melihat penampilan Susi. Dan bukan hanya Sunarsih dan warga Jakarta lainnya yang penasaran melihat ‘Sang Bu Menteri’ dari dekat. Tapi juga warga di luar Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, berbondong-bondong datang. Maka, tak heran kalau kawasan Danau Sunter jadi luar biasa penuh pada hari itu.
.Susi, Menteri Jokowi yang selalu berada di urutan teratas dalam kebanyakan hasil survei kinerja pejabat, memang memiliki banyak pemuja. Utamanya adalah kalangan muda dan para wanita yang mengagumi keperkasaan menteri bertato itu. Orang tidak peduli penampilan nyentrik Menteri Susi– rambut dicat coklat terang, kaki bertato ataupun dia tampil merokok. Yang mereka tahu, Susi memiliki kinerja jempolan dan berani untuk suatu yang diyakini benar.
SUSI MENJAWAB SUARA-SUARA ‘MIRING’
Menenggelamkan kapal pencuri, siapa yang berani? Dari masa ke masa, pemerintahan silih berganti, tidak ada pejabat yang berani menenggelamkan kapal pencuri ikan. Hanya Susi yang berani! Sepak terjangnya yang luar biasa itu bukan hanya menuai kekaguman dari dalam dan luar negeri tapi juga tuai kritikan dari dalam negeri, bahkan dari kalangan pemerintahan sendiri.
Tapi Susi bergeming, menjaga kedaulatan perairan Indonesia. Pegangannya adalah UU Perikanan No 45 Tahun 2009 (Perubahan Atas UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan).
“Menenggelamkan kapal bukan ide Susi Pudjiastuti, bukan juga ide Pak Jokowi. Tapi Pak Jokowi mengamanatkan untuk kita mengeksekusi itu (undang undang) dengan tegas,” ujar wanita kelahiran Pangandaran, Jawa Barat 1965, itu, seolah menjawab suara-suara ‘miring’ yang mempertanyakan tindakan tegasnya.
Dalam hasil survei yang diumumkan Populi Center pada akhir Februari 2018 lalu, disebutkan Susi Pudjiastuti menempati urutan pertama Menteri Paling Berprestasi di Kabinet Kerja Jokowi-JK, dengan perolehan 39,3%, sedang Sri Mulyani, Menteri Keuangan, menduduki tempat kedua dengan 8,3%.
Survei ini dilakukan pada 7-16 Februari di 34 provinsi. Selain Menteri Paling Berprestasi, Susi—ternyata—juga menduduki tempat
Susdi Pudjiastuti menerima penghargaan Peter Benchley Ocean Awards for Excellence in National Stewardship di Washington, DC, 11 Mei 2017. Penghargaan ini diberikan untuk individu-individu yang telah berkontribusi dalam menjaga lingkungan laut, pesisir, dan masyarakat yang bergantung kepadanya. Dalam kategori “National Stewardship of the Ocean” ini diberikan kepada perwakilan negara yang telah memberikan kontribusi unik dan luar biasa terhadap perlindungan, restorasi, dan apresiasi terhadap kondisi laut dunia–sumber foto dan teks instagram Fika Fawzia
pertama sebagai Menteri yang Gaduh (7,2%), ditempat kedua adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar P dengan 5,8%.
Menurut Hartanto Rosojati, Peneliti Populi Center, makna gaduh dalam survei tersebut bisa negatif atau positif. Menurutnya, responden terpengaruh oleh banyaknya berita di media dalam memilih menteri paling gaduh.
Meski disebut gaduh, namun uniknya, beda dengan menteri ataupun pejabat lain yang sering dibully di medsos. Susi justru amat jarang dibully. Padahal Susi termasuk aktif menggunakan medsos. Namun komen-komen yang masuk kebanyakan adalah yang mendukung dan mensupportnya.
Ini mungkin fenomena unik. Karena semua orang tahu, media sosia kadang luar biasa kejam terhadap orang apalagi pejabat yang kontroversial. Kritik nitizen bisa menjadi sangat keterlaluan bahkan ‘sadis’. Tapi menariknya, sikap mereka pada Susi berbeda.
Meski mereka tahu Susi—dalam berbagai pemberitaan media mainstream- tengah dikritik pihak-pihak tertentu terkait kebijakan penenggelaman kapal, namun umumnya nitizen justru memberi respon positif. “Susi itu ‘media darling’ di medsos. Apa saja yang dilakukan Susi umumnya ditanggapi positif oleh nitizen,” ucap seorang pengamat.
Hal itu dibenarkan oleh pengamat media sosial, Rustika Herlambang. Menurutnya, Susi adalah sosok yang mediagenic. “Bu Susi itu adalah sosok yang mediagenic. Jadi apa pun yang disampaikannya selalu menarik perhatian netizen. Bahkan netizen yang tidak memahami isu pemberitaan Susi pun tetap mendukungnya. Pokoknya, apa yang dilakukan Susi dinilai benar,” ujar Rustika.
Ia mencatat sepanjang 2016-2017 terdapat 35.000 percakapan tentang Susi di media sosial. Pemosi percakapan itu, katanya cenderung mengarah pada tiga hal positif, yakni; kepercayaan, harapan dan kesenangan. Sepanjang 2017, tambahnya, ada 75.000 nitizen yang merespon soal Susi di medsos, namun hanya sedikit sekali yang merespon dengan nada negatif.***
Fika Fawzia dan bosnya, Susi Pudjiastuti. Ini bukan senang-senang lho tapi bekerja. Foto ini diambil pada 23 Maret 2017–sumber instagram Fika Fawzia
Berikut ini adalah kisah menarik tentang sisi lain dari Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, yang dikutip dari instagram Fika Fawzia, Asisten Susi Pudjiastututi. Fika banyak menulis tentang bos dan kegiatannya. Berikut sebagian kutipannya:
“Bos meminta Pak Sandi untuk menunaikan janjinya untuk membersihkan danau lainnya di Jakarta dan tidak hanya Danau Sunter,” ujar Asisten Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, Fika Fawzia dalam tulisanya di instagram. Wanita cantik ini menyebut Susi dengan ‘bos’.
“Bos juga memberikan tantangan terbuka kepada kepala daerah di seluruh Indonesia untuk berlomba paddling/renang bersama Bos dengan syarat mereka harus membersihkan perairan di seluruh Indonesia, baik itu danau, waduk dan tentunya wilayah pesisir. Sportivitas demi Indonesia, air menjadi bersih, dan masyarakat pasti senang,” kata Fika.
Dalam tulisan lain di instagram miliknya Fika juga menulis tentang impian Bos-nya yang ingin punya kapal riset sendiri. “Boss pernah bercerita, impiannya semasa kecil ingin punya kapal selam riset sendiri agar bisa melihat kehidupan di bawah laut dan tidak diganggu banyak orang. Meskipun belum kesampaian punya kapal selam sendiri, tapi kemarin sudah bisa naik kapal selam milik TNI AL KRI Nagapasa-403 sewaktu penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana,” tulis Fika.
Meski terlihat sangat sibuk dan memiliki agenda kerja yang padat, namun keluarga adalah nomor satu. Fika dalam tulisannya di instagram bercerita tentang sisi lain dari Sang Bos. “Pernah ada yang bertanya kepada saya, sisi apa dari Boss yang jarang orang tahu. Saya jawab, sebetulnya bagi Ibu, keluarga nomor satu. “
“Meskipun pekerjaan banyak menyita waktu, namun Boss selalu mendahulukan peran sebagai seorang Ibu dan (Eyang) Uti. Pada akhirnya anak dan cucu pun ikut dibawa ke laut agar bisa tetap bersama meskipun tugas tetap menanti. Tidak jarang, akhirnya mereka pun juga ikut dibawa paddling”.
Inilah foto Susi Pudjiastuti yang sempat viral di media beberapa waktu lalu–sumber instagram Fika Fawzia
Sementara di lain kesempatan Fika di instagram pribadinya bercerita tentang kisah di balik foto Susi merokok yang menjadi viral di berbagai media. “Minggu sore di kediaman pribadi Boss di Pangandaran, saya bilang bahwa saya upload foto kegiatan Boss meninjau gladi tempur Kopaska Armabar di Twitter saya. Caption saya, “Badass boss chilling with her homies”.
Beliau tertawa dan meminta untuk ambil HP dan mengeceknya. Selang beberapa waktu, saya heran kenapa foto Boss lagi paddling jadi viral. Saya tanya, “Ibu yang upload sendiri?” Beliau tertawa keras dan menjawab, “Iya”.
Kemudian saya tanya lagi, “Terus yang foto lagi duduk sambil ngerokok dan ngopi kenapa Ibu upload? Nanti Bu Menkes marah lagi. Ibu kan udah minta kita supaya jangan pernah nunjukin foto Ibu ngerokok”. Dijawab dengan nada lempeng, “Soalnya ada yang bales, ‘ending abis paddling kecebur ya Bu?’, jadi saya tunjukin foto pribadi dari HP saya itu. Saya ga jatoh kok.” Saya tidak bisa berkata-kata, antara heran campur takjub.
Begitulah alasan kenapa foto itu menyebar dengan segala macam permutasi meme. Banyak yang berspekulasi ini sebuah statement politis tentang reklamasi, sampah di laut, atau tentang gender, tapi sesungguhnya ini karena Boss hanya ingin menunjukkan bahwa beliau ga jatuh kalo lagi stand-up paddling.
Di Pangandaran akhir pekan lalu, saya diminta Boss untuk mengadakan lomba paddling bagi Kopaska yang sedang latihan tempur di sana. Sewaktu perlombaan, di atas paddleboard besar yang Boss naiki (dan saya yang diminta mengayuh), kami melihat anggota-anggota Kopaska terjatuh mencoba paddling berdiri.
Boss terbahak-bahak melihat mereka jatuh satu per satu dan bilang, “Lihat Fik, hiburan kan. Pelajaran juga bahwa sejago-jagonya orang ada beberapa hal yang kita tidak bisa lakukan”.
Kembali ke foto ini, antara ini memang sikap Boss yang tidak mau kalah (yang menantang di Twitter juga hanya bertanya sederhana), atau mungkin ya, ada maksud lain di balik itu yang beliau tidak jelaskan ke saya. Tapi foto ini memang menunjukkan Boss apa adanya yang sehari-hari saya lihat. Secangkir kopi tubruk dari Lampung dan sebatang Sampoerna merah di tangannya (yang saat itu dibawakan ke laut oleh kami-kami yang mendampingi di paddle board dan perahu sebelahnya). Foto asli diambil oleh Samuel Benini.”
***sumber foto dan kisah: dikutip dari instagram Fika Fawzia, Asisten Susi Pudjiastuti***