BNPB Dampingi Fase Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi M7,4 di Kabupaten Kepulauan Selayar

 BNPB Dampingi Fase Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi M7,4 di Kabupaten Kepulauan Selayar

Sejumlah warga beraktivitas di tempat pengungsian sementara yang dibangun secara swadaya di Desa Lamantu, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Minggu (19/12). Sebanyak 1.502 warga Desa Lamantu memilih mengungsi di 5 titik lokasi karena masih trauma dengan gempabumi M 7,4 yang terjadi pada Selasa (14/12) lalu/Foto: BNPB

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendukung Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam upaya percepatan penanganan bencana gempabumi Flores bermagnitudo 7,4 yang berdampak di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar dan sekitarnya.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah saat meninjau lokasi terdampak gempabumi di wilayah Kecamatan Pasimarannu, Kepulauan Selayar, bersama Plt. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pada Minggu (19/12), mengatakan bentuk dukungan itu diwujudkan melalui beberapa hal yang merujuk pada koordinasi, pendampingan asesmen, distribusi logistik hingga pemulihan paska bencana.

“BNPB akan terus mendampingi BPBD Kabupaten Selayar dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan asesmen kerusakan permukiman maupun infrastruktur yang ada. Kita berharap proses ini bisa untuk segera recovery, jadi masyarakat tidak terlalu lama di pengungsian,” jelas Jarwansyah.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (tiga kanan) bersama Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah (tiga kiri), Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno (dua kanan), Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Nana Sujana (tengah), Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Firda (kanan) dan Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar Muh Basli Ali (dua kiri) saat tiba di Kecamatan Pasimarannu untuk meninjau lokasi terdampak gempabumi M 7,4 di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Minggu (19/12)/foto: BNPB

Di samping itu, BNPB juga akan mengirimkan tim khusus untuk pendampingan warga terdampak yang masih mengalami trauma paska gempabumi. Hal itu perlu dilakukan, mengingat hingga saat ini masih ada 16.593 warga yang mengungsi karena masih khawatir dan cemas dengan gempabumi susulan.

Di sisi lain, sebagian warga juga kembali mengingat peristiwa gempabumi yang diikuti gelombang tsunami pada 12 Desember 1992 dan menewaskan kurang lebih 2.500 jiwa.

“Kita juga akan segera mengirimkan tim untuk trauma healing. Melakukan pendampingan kepada warga terdampak. Harapannya semoga warga segera dapat kembali ke rumahnya masing-masing,” kata Jarwansyah.

Lebih lanjut, Plt. Deputi Bidang Kedaruratan itu juga mengatakan bahwa BNPB akan memberikan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak yang rumahnya rusak berat dan tidak dapat dihuni lagi. Dana tersebut akan diberikan hingga proses perbaikan rumahnya selesai.

“Kita akan berikan dana tunggu hunian sampai rumahnya selesai dibangun,” jelas Jarwansyah.

BNPB sebelumnya telah mendorong dukungan logistik dan peralatan guna percepatan penanganan gempabumi M7,4 di Kabupaten Kepulauan Selayar pada Jumat (17/19). Adapun rinciannya meliputi makanan siap saji sebanyak 333 paket, lauk pauk 333 paket, makanan tambahan gizi 333 paket, selimut 100 lembar, matras 100 lembar dan tenda pengungsi 4 set. Selain itu, BNPB juga telah memberikan dukungan lain berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai 250 juta rupiah kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.***/ebn

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.