Blanco Renaissance Museum Menangkan “Hijau Perunggu”

 Blanco Renaissance Museum Menangkan “Hijau Perunggu”

BLANCO Renaissance Museum yang berlokasi di Ubud Bali, kembali mengukir prestasi. Kali ini museum itu sukses menjadi salah satu pemenang penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2017 dalam ajang bertajuk Apresiasi Pesona Destinasi Pariwisata Indonesia (APDPI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata.

Ajang tersebut merupakan penghargaan bagi destinasi serta pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata berkelanjutan. Begitu vitalnya peran sektor pariwisata menuntut seluruh pihak untuk mengembangkan sektor ini secara berkelanjutan (sustainable). Dan Blanco Renaissance Museum dinilai sukses berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dan secara sistematis.

Dari 96 destinasi di Indonesia yang dikurasi, 24 di antaranya lolos seleksi dan dipilih. Serta kemudian 17 pengelola destinasi ditetapkan sebagai pemenang karena dinilai telah menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan di bidang budaya, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Memang perlu penghargaan seperti ini agar kita lebih semangat dan merasa diperhatikan oleh pemerintah. Sekaligus ini adalah tugas kita agar bagaimana kita bisa lebih kreatif melihat ke depan agar kita selalu update, bergerak melangkah dan pemerintah sebagai payung untuk mengawasi dan memberi masukan,” kata sang pemilik Blanco Renaissance Museum, Mario Blanco.

“Penghargaan ini saya didedikasikan kepada Indonesia khususnya Bali, serta kedua almarhum ibu dan ayahanda Don Antonio Blanco,” sambungnya.

Museum Blanco menerima penghargaan sebagai pemenang hijau perunggu kategori pelestarian budaya. Rata-rata pengelolaan pariwisata berskala besar meraih penghargaan ini. Hanya saja, Blanco Renaissance Museum yang mampu menembus penghargaan ini secara perorangan.

Blanco Renaissance Museum mulai dibangun pada tanggal 28 Desember 1998 di Ubud, Bali. Museum yang kini berdiri megah di lingkungan asri tersebut, menyimpan sekitar 300 koleksi lukisan dari maestro lukis ternama, Don Antonio Blanco dan karya-karya putranya Mario Blanco.

Bangunan ini didirikan oleh Antonio Blanco dan dilanjutkan oleh Mario Blanco sebagai penerus dan sekarang sudah diteruskan oleh dua setengah generasi yang meneruskan cita-cita Don Antonio Blanco untuk memiliki museum demi menyimpan karya-karyanya. Keberadaan Museum Blanco yang berkaitan dengan budaya seni lukis dan pelestrian alam serta lingkungan, memang tidak bisa dipisahkan dari sejarah dan juga kebesaran Ubud hari ini. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *