Bisa Kalahkan Spanyol

 Bisa Kalahkan Spanyol

SELASA  (21/2) pagi, lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang tak seperti biasanya. Terlihat ramai. Ya, pada pagi ini, Timnas Indonesia U-22 memulai seleksi perdana dipimpin langsung pelatih kepala Luis Milla.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi beserta Wakil Ketua Umum Joko Driyono, Sekjen Ade Wellington, Deputi Sekjen Fanny Riawan, Direktur Teknik Danurwindo, pelatih Timnas Indonesia U-19 juga turut hadir untuk memberikan motivasi dan arahan di seleksi ini. Beberapa legenda Timnas Indonesia seperti Oyong Liza, Ricky Yacobi, Anjas Asmara, Rully Nere juga hadir di lapangan.

Salah satu pemain, Hansamu Yama mengaku sangat berkesan dilatih pertama kali oleh Luis Milla. Ia membeberkan bahwa pelatih asal Spanyol itu sangat  disiplin. “Coach Milla tipe pelatih yang sangat disiplin. Dia sungguh-sungguh mau membagikan ilmu ke pemainnya. Pelatih yang berkualitas. Misalnya, kalau mau makan harus saling tunggu sampai semuanya lengkap,” kata Hansamu saat jumpa wartawan di Hotel Yasmin, Karawaci, Tangerang, Selasa (21/2).

Luis Milla

Luis Milla sendiri memandang hal-hal kecil itu sangat penting untuk membangun ikatan antarpemain yang tentunya bisa diterapkan dalam pertandingan. Karena itulah dia ingin memanfaatkan kegiatan seleksi pada hari pertama, dari tiga hari direncanakan sebagai ajang pengenalan antarpemain, termasuk dengan pelatih. “Semuanya harus saling mengenal dan beradaptasi satu sama lain,” kata Milla yang ingin sosok kapten dalam timnas U-22 nantinya bisa dijadikan panutan oleh pemain lainnya.

Dalam arahannya, Ketua Umum PSSI mengatakan bahwa pemain harus berlatih serius, sungguh-sungguh dan menuruti apa kemauan pelatih. Apalagi SEA Games 2017 harus meraih medali emas dan masuk empat besar Asian Games 2018. “Kalian harus berjuang dan berlatih secara maksimal. Ini demi membela bangsa dan negara ini. Kami harapkan dalam beberapa tahun ke depan kita bisa mengalahkan Spanyol,” kata Edy Rahmayadi kepada pemain sebelum melakukan seleksi.

“Mila ingin mengenal terlebih dahulu dan dia ingin ada pemain yang punya skill sesuai yang dia harapkan karena dia akan mendesain Timnas, jadi dia perlu itu. Jadi jika ada yang dikembalikan ke klub bukan berarti ada yang jelek,” tutur Edy kepada wartawan usai menonton latihan Timnas. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *