Bansos Covid-19 Warga Bekasi Terus Mengalir

 Bansos Covid-19 Warga Bekasi Terus Mengalir

RO Soeyitno (berbaju hijau) menyerahkan paket Sembako secara simbolis kepada Ketua RT 05/04 Jatibening Baru, Sugeng Santoso (berkaos batik), Kegiatan ini menandakan dimulainya pembagian paket sembako kepada warga terdampak Covid-19. (foto : nanang)

Jayakarta News – Bantuan sosial bagi masyarakat terdampak covid-19 terus berjalan, tetapi kenyataan di lapangan masih banyak warga belum menerima bantuan pemerintah. Di sisi lain, berbagai elemen masyarakat ikut peduli untuk meringankan beban masyarakat terdampak covid-19.

Dampak dari kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan merebaknya covid-19, mengakibatkan hilang atau berkurangnya penghasilan masyarakat di lapis bawah, seperti buruh harian, tukang ojeg, pedagang kecil kaki lima, sopir angkot, karyawan lepas, dan lain-lain.

Meski secara ekonomi sosial pemerintah telah membuat kebijakan dan gerakan bantuan sosial, lagi-lagi pelaksanaan di lapangan banyak mengalami kendala, baik menyangkut masalah pendataan bagi penerima bantuan yang belum maksimal maupun sistem pendistribusian yang juga perlu perhatian. Masih banyak ditemukan warga masyarakat belum menerima bantuan dari pemerintah.

Di saat kondisi seperti inilah dibutuhkan kepedulian sosial masyarakat yang secara ekonomi mampu untuk berbagi. Seperi halnya yang telah dilakukan warga masyarakat RT 05 RW 04 Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi baru-baru ini.

Mereka terpanggil untuk berbuat sesuatu agar beban masyarakat di tengah wabah covid-19 dapat diringankan, yaitu dengan membentuk Gerakan Sosial Peduli Covid-19 RT 05 RW 04 Jatibening Baru (GSP COVID-19). Gerakan sosial yang sangat mulia dan perlu dicontoh anggota masyarakat lainnya.

GSP COVID-19 RT 05/04  ini diwujudkan dalam bentuk sumbangan paket sembako kepada masyarakat warga RT 05/04 yang terkena dampak covid-19. Kegiatan yang sudah berlangsung yang empat kali ini, didukung para donatur yang sebagian besar berasal dari warga RT 05/04. Donatur lain berasal dari relasi di luar wilayah.  

Pola pendistribusiannya dibagi menjadi tiga termin, dengan skala prioritas. Prioritas pertama bagi warga yang memang dari awal butuh bantuan, pembagiannya seminggu sekali. Prioritas kedua bagi warga yang tiba-tiba butuh bantuan, seperti kehilangan pekerjaan atau PHK. Prioritas ketiga bagi warga yang penghasilannya turun tapi belum sampai di-PHK. Untuk prioritas kedua dan ketiga dibagikan setiap dua minggu sekali secara bergantian.

“Jumlah keseluruhan mencapai 250-an jiwa. Satu paket sembako dihitung untuk 3 jiwa. Kalau di kelurahan kan dihitung per KK, tetapi di sini yang kita hitung perut yang butuh makan. Kalau hitungannya per KK, menurut saya kurang tepat,” ujar RO Soeyitno, salah satu pemrakarsa GSP COVID-19 RT 05/04.

Lurah Jatibening Baru, Mulyadi (Tengah), beserta jajarannya saat kunjungan kerja di wilayah RT 05/04, berfoto bersama para anggota Panitia GSP COVID-19 Minggu,19/04/20. (foto: nanang)
Ipda Slamet Riyadi, Sospol Jatibening Baru, didampingi Bro Suharto, Sekretaris RT 05/04 saat menyerahkan sumbangan paket Sembako kepada salah satu warga RT05/04,Minggu,19/04/2020. (foto : nanang)

Seperti yang dialami Endi, warga RT.05/04 yang telah menerima bantuan. Satu rumah ia menerima dua paket sembako untuk lima anggota keluarganya. Sumber penghasilannya dari dagang ayam bakar, menurun drastis. “Saya sangat berterima kasih dengan bantuan ini, semoga wabah corona ini bisa segera berakhir, sehingga kita bisa hidup normal kembali,” ujar bapak tiga orang anak ini.

Sementara, Lurah Jatibening Baru, Mulyadi, mengapresiasi warga RT 05/04 yang telah membuat gerakan sosial ikut mengatasi dampak covid-19. Ia berharap RT-RT lain bisa meniru.

Ketika disinggung warga yang belum menerima bantuan pemerintah, khususnya bantuan dari Pemerintah Kota Bekasi, ia menjelaskan bahwa bantuan dari Pemkot Bekasi sudah mulai berjalan, namun bertahap. Oleh karena itu bagi warga Kota Bekasi yang merasa belum terdata masih ada kesempatan untuk mendaftarkan diri dengan cara datang langsung ke kantor kelurahan. Persyaratannya mudah, cukup membawa foto copy KTP dan KK (Kartu Keluarga) atau bisa juga bisa langsung melalui pendaftaran online, ke : https://bansoscovid19.bekasikota.go.id/site/cekdata atau https://bansoscovid19.bekasikota.go.id/pendaftaran-online/creat

Pemerintah Kota Bekasi hingga kini masih terus menerima data NON DTKS (Data Terpadu Kesehjateraan Sosial), sampai kondisi penyebaran virus covid-19 ini dirasa aman. Adapun warga Kota Bekasi yang berhak mendapatkan bantuan sosial adalah warga Kota Bekasi yang NON DTKS (Data Terpadu Kesehjateraan Sosial) dari Kementrian Sosial RI, yang belum pernah mendapatkan salah satu jenis bantuan sosial, seperti PKH, KIS, BPNT dan jenis bantuan sosial lain.

Bagi warga non DTKS yang belum terdaftar jangan hanya berdiam diri, harus aktif melakukan pendaftaran ke kelurahan atau melalui online. Tidak hanya warga ber-KTP Kota Bekasi, tetapi untuk warga pendatang atau perantau juga bisa melakukan pendaftaran melalui kantor Kelurahan. Bagi warga yang bukan ber-KTP Kota Bekasi, agar minta dibuatkan Surat Keterangan Domisili dari Ketua RT setempat untuk dilampirkan.

Sedangkan bagi warga yang sudah terdaftar di DTKS, jangan mendaftar lagi, dikasih kesempatan bagi yang lain, supaya tidak ada tumpang tindih. Di sini perlunya kejujuran masyarakat, ujar Mulyadi, di sela-sela kunjungan kerja ke wilayah warga RT 05/04 saat kegiatan pembagian paket sembako bagi warga terdampak covid-19. Minggu, 19/04/2020.

Selain dihadiri Lurah Jatibening Baru, juga dihadiri sejumlah pejabat Kecamatan Pondok Gede, di antaranya Kasospol Pondok Gede, Sospol Jatibening Baru, dan Babinsa Jatibening. Semua memberikan imbauan pentingnya menjaga jarak dalam berinterkasi sosial, selalu memakai masker dan hand sanitizer saat bebergian. Dimbau masyarakat selalu waspada terhadap ancaman tindak kriminal, dengan cara mengaktifkan siskamling. (nanang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *