• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Bagaimana Memberi Makan 10 Miliar Manusia Tanpa Merusak Lingkungan?

Bagaimana Memberi Makan 10 Miliar Manusia Tanpa Merusak Lingkungan?

October 18, 2018
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 26, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Bagaimana Memberi Makan 10 Miliar Manusia Tanpa Merusak Lingkungan?

by admin
October 18, 2018
in Kabar
0
Bagaimana Memberi Makan 10 Miliar Manusia Tanpa Merusak Lingkungan?

foto: istimewa

583
SHARES
1.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Populasi manusia sekarang ini sudah mencapai 7,6 miliar manusia dan akan mencapai 9 atau 10 miliar pada pertengahan abad ini. Semua orang ini butuh makanan dan pertanyaan terbesar adalah bagaimana dunia mampu menyediakan pangan dan sekaligus tidak menghancurkan lingkungan. Menurut laporan Jurnal Nature, Rabu, 10 Oktober 2018, bisa dilakukan dengan reformasi besar dan perubahan kebiasaan makan.

Pada dasarnya; makan buah dan sayur mayur, sedangkan daging-dagingan sangat dikurangi.

Laporan jurnal, yang dibuat oleh 23 ahli dari Eropa, Amerika, Australia dan Libanon, meneliti bagaimana sistim pangan dibanyak bagian dunia berinteraksi dengan lingkungan. Mereka berkesimpulan metodologi, sekarang ini, produksi, distribusi, dan konsumsi pangan tidak berkelanjugan dari sisi lingkungan dan akan merusak Bumi, yang menyebabkan planet ini kuran nyaman ditinggali manusia.

Informasi penting lain dari para peneliti adalah upaya untuk menahan perubahan iklim pada tingkat, yang bisa diterima, tidak akan berhasil tanpa pengurangan besar-besaran konsumsi daging.

“Menyediakan pangan bagi seluruh manusia bisa dilakukan. Pertanyaan lanjugan adalah apakah kita bisa melakukannya tanpa merusak lingkungan,” tutur Johan Rockstrom, pakar dari Postdam Institute for Climate Impact Research di Jerman.

Laporan ini dikeluarkan setelah ada peringatan dari panel perubahan iklim PBB (UN Intergovernmental Panel on Climate Change — IPCC) kepada para pemimpin dunia akan perlunya melakukan langakah drastic dalam 10 tahun mendatang untuk menjaga suhu rata-rata Bumi naik hanya 1,5 derajat Celsius diatas tingkat masa pra-industri.

Pemanasan Global sering dikaitkan dengan bahan bakar fosil. Tapi disisi lain, produksi pangan juga memberi kontribusi besar — pengolahan sawah dan sendawa Sapi mengeluarkan banyak gas metan. Laporan ini juga mencoba menempatkan pangan juga jadi pusat pembahasan mengenai bagaimana manusia bisa menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

“Semua orang tahu, energi punya kaitan erat dengan iklim, kita perlu mengubah sistem energi. Ada beberapa orang juga menyadari perlu juga mengubah sistem pangan kita,” tambah Kathrine Richardson, direktur Sustainable Science Center di Universitas Copenhagen di Denmark. Dia juga menambahkan, “Sistem pangan telah rusak dan perlu perbaikan jika kita berharap bisa memberi makan 9 atau 10 miliar manusia.”

Sekarang ini, setengah dari lahan Bumi, yang tidak tertutup es atau salju, sudah digunakan untuk memelihara hewan (sapi, kerbau, kambing, dan lainnya) ternak atau untuk tanaman pangan ternak, jelas Richardson. Wilayah itu sama seperti luas Amerika Utara dan Selatan. Hutan hujan terus dibabat dan diubah jadi lahan pertanian berbagai komoditas. Apalagi permintaan akan pangan lebih tinggi daripada populasi; misalnya peningkatan pendapatan di Cina dan negara-negara berkembang meningkatkan permintaan akan daging dan protein hewani lainnya. Sebanyak 70% dari air tawar telah digunakan untuk pertanian dan permintaan akan air akan makin tinggi.

Jurnal Nature melaporkan tanpa ada target perubahan maka tekanan terhadap lingkungan akan mendekati batasannya. Tekanan terhadap lingkungan akan naik 50% sampai 90% pada tahun 2050 dibandingkan dengan tahun 2010. Tidak ada solusi mudah, tapi langkah-langkah kombinasi sinergis akan diperlukan untuk membatasi kerusakan lingkungan.

Salah satu yang harus diubah adalah menu makanan. Para peneliti menyebutkan produksi daging, yang juga termasuk menanam tanaman makanan ternak, dipandang dari kaca mata lingkungan hidup sama sekali tidak efesien untuk menghasilkan kalori bagi konsumsi manusia. Apalagi, sendawa Sapi saat mereka sedang mencerna makanan jadi sumber gas metan — salah satu gas rumah kaca. Laporan ini menyatakan emisi gas rumah kaca dari sistem pangan dunia akan sangat berkurang jika orang mengurangi konsumsi daging merah dan mulai makan buah-buahan, sayur, kacang-kacangan.

“Membatasi emisi gas rumah kaca, kita tidak akan bergerak jauh jika kita tidak berpikir secara serius untuk mengubah menu makan yang lebih ke produk pertanian,” ujar Marco Springman, yang juga jadi penulis utama laporan dan periset senior dari Oxford Martin Program on the Future of Food.

Dia menambahkan apa yang baik untuk planet (Bumi) baik untuk dimakan. Sebenarnya makan sedikit daging merah justru akan membuat kita lebih sehat.

Dari pihak peternak ada jawaban lain, asosiasi peternak nasional Amerika, bereaksi atas laporan Nature, mengatakan industri daging sapi di AS memusatkan perhatian pada efesiensi produksi. Sara Place, direktur riset Beef Association, memberi gambaran, tahun 1976 peternak Amerika mempunyai 128 juta sapi (termasuk sapi perah) tapi sekarang ini hanya 94 juta saja. Kendati begitu peternak tetap memasok daging sama banyaknya. Dia menjelaskan upaya peternak telah meningkatkan pertumbuhan ternak sapi dengan sangat baik.

Laporan juga mencatat sistem pangan saat ini masih sangat boros, dimana septertiga produk pangan terbuang. Hanya dengan menguranginya setengah saja sudah sangat membantu masalah lingkungan. Padahal secara teoritis pengurangannya bisa sampai 75 persen.

Namun laporan ini tidak membahas soal apakah dunia perlu menerima dan menerapkan genetical modified organisms (GMO) dalam pasokan pangan. Laporan juga tidak mengambil posisi dalam pertumbuhan populasi. Di negara-negara maju laju pertumbuhan populasi sudah sangat rendah, sebagian bahkan sudah minus. Namun berdasarkan laporan PBB tahun 2015, populasi dunia akan mencapai 9,7 miliar pada tahun 2050.

Beberapa dekade lalu, prospek manusia menyesaki Bumi sempat memicu prediksi akan terjadi kelaparan secara luas. Kemudian terjadi apa yang kita kenal sebagai ‘Revoluasi Hijau’ berupa peningkatan produksi pangan melalui pupuk dan pestisida kimia serta bibit unggul. Namun pangan, sampai hari ini , belum terbagi secara merata. Sebanyak 3 miliar manusia masih kekurangan makan, menurut Rockstrom.

Argumen utama riset ini adalah Bumi punya beberapa keterbatasan, disebut ‘garis batas planet’ — sebuah kondisi yang tidak bisa dilewati tanpa konsekuensi berat. Garis batas ini —- termasuk didalamnya faktor-faktor seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, penggundulan hutan, asap, penipisan lapisan ozon, dan pasokan air bersih — menetapkan ‘ruang aman’ bagi manusia untuk hidup dan bekerja.

Kiamat lingkungan bisa saja menerjang manusia. Namun sejumlah langkah bisa diterapkan untuk mencegahnya dan masih ada waktu untuk itu. Pertumbuhan nol persen populsi dunia, perubahan pola dan menu makan, serta mengurangi jejak karbon akan sangat membantu.

 

Sumber informasi: washintongpost.com

Share233Tweet146
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version