Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Antisipasi Varian Delta, Pakar Epidemiolog Unair Minta Masyarakat Dukung PPKM Darurat - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Kabar

Antisipasi Varian Delta, Pakar Epidemiolog Unair Minta Masyarakat Dukung PPKM Darurat

Published

on

JAYAKARTA NEWS– Mengantisipasi penyebaran varian delta Covid-19 di Jawa Timur, Pakar Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr dr Windhu Purnomo meminta masyarakat mendukung Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darudat yang diberlakukan 3-20 Juli 2021.

 Menurut Windhu, ini karena ada lonjakan kasus Covid-19 tidak hanya di Surabaya, Sidoarjo, Gresik saja tetapi hampir diseluruh wilayah di Jatim. Selain itu, kata Windhu langkah ini perlu dilakukan mengingat telah ditemukannya delapan pasien dengan varian baru COVID-19 yakni varian dari India atau varian Delta.

 ” Varian delta dari India ini penyebarannya lebih cepat, satu orang yang terpapar bisa menularkan delapan orang lannya, kalau varian sebelumnya satu orang hanya berpotensi menularkan pada tiga orang lainnya,” ungkapnya saat rapat Koordinasi Pelaksanaan PPKM Darurat dengan Forkopimda dan tokoh agama yang dipimpin Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa secara virtual, Jumat (2/7).

Menurut Windhu, PPKM Darurat memang seharusnya sudah dilakukan mengingat situasi COVID-19 saat ini mulai kritis. Windhu mencontohkan beberapa RS di Surabaya mulai kelabakan akibat bed occupancy rate (BOR) mulai penuh. Selain itu, kasus harian di Indonesia juga merangkak naik hingga 12 ribu kasus per hari. Hal ini mendekati puncak gelombang pertama, di mana ada 14 ribu kasus harian. 

“Sekarang ini situasinya kritis, karena hulu seperti itu, hilirnya ini sudah kelabakan rumah sakit sudah mulai kelabakan. Ada rumah sakit yang ICU-nya saja tinggal 1. Beberapa BOR-nya sudah lebih dari 90 persen semua. Ini situasinya bahaya, makanya jangan sampai ada kerumunan dan ini harus ada tindakan tegas dari satgas,” tambah Windhu.

Lebih lanjut dikatakannya, Indonesia bisa mencontoh India yang dua bulan lalu kritis akibat lonjakan kasus Covid-19. Karena masyarakat India mau bekerjasama dengan pemerintah dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, sekarang kasusnya mulai melandai. “Kita jangan iri sama Singapura yang mulai longgar dan masyakatnya beraktivitas normal, karena kasus di negara itu perharinya hanya 10 orang, ini terjadi karena Singapura telah lockdown dan baru dicabut bertahap mulai Senin 14 Juni ​2021.      

“Aparat tegas, ini kan situasi darurat, artinya pemerintah daerah dengan aparatnya satpol PP, polisi, TNI, harus bisa mengendalikan. jangan ngalah. Tapi juga jangan melakukan kekerasan. Ada caranya dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama,” saran Windhu. (poedji)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement