Alita: Cinta dan Kehidupan Sangatlah Penting

 Alita: Cinta dan Kehidupan Sangatlah Penting

Rosa Salazar as Alita dalam film produksi Twentieth Century Fox

Rosa Salazar as Alita dalam film produksi Twentieth Century Fox

Oleh: Leo Patty

Menonton film Alita: Battle Angel menghilangkan sedikit rasa haus akan karya James Cameron — salah satu produser film — setelah mega suksesnya Avatar sekitar 10 tahun lalu. Saat ini, dia juga sedang berkutat menyelesaikan sekuel Avatar. Alita diambil dari cerita komik Jepang atau manga karangan Yukito Kishiro. Kabarnya, film ini digarap dengan dana 200 juta dolar AS. Digarap oleh tim efek khusus ternama Peter Jackson. Cameron juga menggarap skrip film bersama Laeta Kalogridis (yang menulis Shuter Island).

Cerita dimulai pada tahun 2563. Seorang cyborg (seluruh tubuh mesin tapi otaknya manusia) perempuan teronggok rusak tapi jantungnya dan otaknya, sudah tidak sadarkan diri, tetap berfungsi selama 300 tahun di tumpukan sampah. Kota Besi, dimana tumpukan sampah ada, merupakan sisa-sisa tempat hidup manusia setelah perang besar. Namun para elit hidup di Zalem — kota besar mengapung di angkasa yang jadi simbol impian, yang tidak mungkin diraih, kelas pekerja di bawah, pembunuh bayaran dan para penjahat. Salah satu pemimpi, untuk bisa tinggal di Zalem, adalah Dyson Ido (diperankan oleh Christoph Waltz). Dia berperan sebagai seorang dokter spesialis perbaikan cyborg. Dia menemukan cyborg ditumpukan sampah, masih hidup, tapi mengalami amnesia.

Dia tidak ingat namanya, karena itu Ido menamakannya Alita, nama putrinya yang telah meninggal. Ido juga memberi jantung (berenergi anti-materi) untuk memberi asupan energi ke otak Alita. Aktris Rosa Salazar (Parenthood, American Horor Story, dan juga Maza Runners) memerankan Alita bermain sangat baik dengan ‘make over’ digital, yang memperlihatkan kulit seperti carbon-fiber atau plastik.

Alita lambat laun, setelah sekian lama mengalami amnesia, mengingat jati dirinya, sebagai tentara super. Dia juga mulai kembali memperoleh ketrampilan perangnya. Semua ini, ditambah peran Waltz, makin menggoda setiap pemirsa untuk mengetahui masa lalu mereka. Apalagi ketika Alita bertemu dengan Hugo (Keenan Johnson), pemuda manusia (bukan cyborg) dan mereka mulai saling menyukai. Hugo menjadi semacam pemandu bagi Alita untuk mengenal dunia baru ini.

Belakangan, Hugo memperkenalkan permainan Motorball, yang jadi semacam permainan sangat populer di Kota Besi. Permainan ini sangat mematikan dan bisa membuat pemainnya meninggal atau memenangkan tiket untuk pergi ke Zalem. Kemudian masuk konspirasi antara mantan isteri Ido, Chiren (diperankan oleh Jennifer Connelly) dengan penjahat Vector (diperankan oleh Mahershala Ali). Mereka mengatur hasil-hasil akhir dari pertandingan Motorball tersebut. Tentunya sesuai dengan kehendak penguasa, yang tinggal di Zalem.

Pada akhirnya, konspirasi untuk mengikuti kemauan elit penguasa seperti biasa akan berbenturan dengan nurani. Film ini, apapun pandangan anda, juga merayakan kehidupan dan cinta yang memberi harapan kedepan lebih baik. Alita menjadi tokoh untuk memperjuangkan kehidupan dalam kebebasan dan keadilan.

Film Alita:Battle Angle juga memperlihatkan perkembangan teknologi digital — animasi dan efek khusus — yang sangat luar biasa maju. Perkembangan menarik dan film ini cukup layak ditonton.

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *