Akhir Tahun ini, 150 Ribu Wisatawan Diprediksi Menyerbu Yogya

 Akhir Tahun ini, 150 Ribu Wisatawan Diprediksi Menyerbu Yogya

Kepala BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bhirawa Yuswantana, MSi (kanan) saat memberi keterangan pers akhir tahun. (foto: Ernaningtyas)

BPBD DIY Siapkan Langkah Antisipatif Masuknya Omicron

___***___

JAYAKARTA NEWS – Sejumlah 150 ribu wisatawan diprediksi menyerbu Yogyakarta di penghujung tahun 2021 ini. BPBD telah menyusun langkah-langkah antisipatif demi mencegah masuknya varian baru Covid jenis Omicron. “Potensi wisatawan mencapai 150 ribu orang, karena itu akan diintensifkan prokes untuk mencegah masuknya varian Omicron dan pembentukan kluster baru,” kata Bhiwara Yuswantana M.Si, Kepala BPBD DIY kepada wartawan dalam jumpa pers daring dan luring bertema “Tren Kejadian Bencana 2021” di Yogyakarta, Kamis (30/1).

Bhiwara menegaskan, sesuai arahan Mendagri, pihaknya melakukan konsolidasi dan aktivasi Satgas Covid sampai ke tingkat desa atau dusun. Selain pengetatan prokes dan pemakaian masker, vaksinasi juga akan ditingkatkan. Vaksinasi di DIY telah mencapai 88 persen pada Desember 2021. Angka ini akan terus diupayakan hingga mencapai 100 persen. Imbauan Mendagri yang juga siap dilaksanakan pada momen akhir tahun ini adalah menutup tempat-tempat yang potensial menimbulkan kerumunan.

Namun seperti biasanya, momen tahun baru pasti diikuti oleh meningkatnya kegiatan masyarakat semisal berupa kerumunan di tempat-tempat wisata. Bhiwara menegaskan bahwa kondisi tersebut harus diimbangi dengan langkah yang mencegah agar virus tidak menular dan bukannya mencegah orang untuk beraktivitas.

“Dulu orangnya yang disekat, pada kondisi sekarang yang disekat adalah virusnya,” tutur Bhiwara. Langkah tersebut diharapkan dapat tetap menggerakkan roda perekonomian tanpa menimbulkan penularan atau kluster baru. “Walaupun kita sudah mendapatkan vaksin, tetapi jangan sampai abai prokes,” tambahnya.

Menurut kepala BPBD DIY, kegiatan pariwisata berpotensi menjadi tempat berlangsungnya penularan virus. Karena itu inilah waktu yang tepat untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk lebih waspada. Ini penting agar masyarakat bisa melalui tahun baru sebagai momen untuk menggerakkan kembali pariwisata dan perekonomian. “Kita lihat Januari nanti seperti apa, setelah itu kita akan tentukan lagi langkah ke depan,” kata Bhiwara.

Bhiwara menyatakan bahwa varian Omicron belum terdeteksi di Yogyakarta. Dan pihaknya berharap bahwa varian baru itu tidak sampai ke wilayah DIY. “Omicron lebih cepat menular tetapi tingkat keparahannya tidak lebih tinggi dari Delta,” tuturnya. Walaupun demikian, ia mengimbau semua pihak tetap harus waspada. “Prokes, masker dan vaksin diharapkan memperkuat ketahanan orang,” tambahnya. (Ernaningtyas)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.