Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Pesona Alam Bahari Wakatobi yang Mencengangkan - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Traveling

Pesona Alam Bahari Wakatobi yang Mencengangkan

Published

on

JAYAKARTA NEWS— Pesona alam bahari Wakatobi telah membuat Direktur Museum Rekor Indonesia (Muri) Aylawati Sarwono berdecak kagum ketika mengunjungi Pulau Wangi-Wangi bersama rombongan penyelam dari Jakarta.

“Wakatobi layak dicatatkan sebagai rekor dunia di Muri karena disini terdapat 750 dari total 850 spesies koral dunia,” kata Ayla Sarwono usai melakukan aktifitas selam di perairan Wakatobi, Rabu (25/5).

Menurut Aylawati Sarwono, pemberian Rekor Dunia Muri akan diserahkan langsung oleh Pendiri Muri, Jaya Suprana di Jakarta kepada Bupati Wakatobi H. Haliana, SE.

Keindahan alam bawah laut Taman Nasional Wakatobi yang telah membuat Aylawati Sarwono ternganga-nganga itu, pada tahun 2012 ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO.

Foto: istimewa

“Jika datang ke sini tidak menyelam maka belum ke Wakatobi namanya,” ujar salah satu divemaster asal Kota Kendari, Robert Tandry yang mendampingi rombongan penyelam.

Di Wakatobi, tambah Robert, terdapat beberapa spot menyelam, antara lain Pantai Sombu dan Onemohute di Pulau Wangi-Wangi, Pulau Hoga di Kaledupa, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko.

Selain melakukan wisata bawah air, di Wakatobi juga dapat melihat atraksi wisata Dolphin di sekitar Pulau Kapota dimana para wisatawan akan disuguhkan pemandangan berupa formasi kawanan lumba-lumba yang menari dengan bebas di lautan lepas. 

“Momen istimewa ini dapat dinikmati setiap pagi antara pukul 6 hingga 7.30,” ujar Albert.

Wakatobi, tepatnya di Pulau Wangi Wangi terdapat sebuah kampung bernama Bajo Mola yang dihuni oleh Suku Bajo. Berbeda dengan kampung pada umumnya, pekarangan dan teras di perkampungan ini berupa hamparan laut luas dengan air yang jernih. 

“Air lautnya sungguh jernih, namun sayang masih ditemui botol plastik dan bungkus rokok yang dibuang ke laut,” ujar Fifi Purwohardono, divemaster asal Jakarta.

Fifi berharap masyarakat dapat memelihara kebersihan laut di sekitar mereka dan ikut menjaga kelestarian trumbu karang agar lingkungan hidup tetap terjaga dan asri.***/ks

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement