Tertawalah karena Tertawa Kini Bisa Dibeli

 Tertawalah karena Tertawa Kini Bisa Dibeli

Para pendiri Majelis Lucu Indonesia, ada produser dsn sutradara, ada penyanyi, ,ada host (foto : MLI).

JAYAKARTA NEWS—Kalau dulu, Warkop Prambors meneriakkan slogan ‘Tertawalah, sebelum Tertawa itu Dilarang’, kini di era milenial, kiat sakti itu berubah. “Tertawalah. Karena tertawa itu kini bisa dibeli,” terang Patrick Effendy, CEO Majelis Lucu Indonesia (MLI) ketika meluncurkan digital download di Jakarta, baru-baru ini.

Bertujuan agar penonton dari semua strata ekonomi bisa melihat konten komedi ini secara online di masa pandemi ini. Dibangun Oktober 2018 dengan konsep ‘jenaka, jenaka, jenaka’ dan ‘jujur dan terbuka (uncensored), MLI aktif menyuguhkan event-event kreatif dalam skala besar maupun kecil dan selalu ‘sold out’.

Sebagai perusahaan atau agency komedi, Patrick bersama Joshua Suherman (penyanyi, aktor), Coki Pardede, Tretan Muslim dan Adriano Qalbi dibawah atap PT Jenaka Sumber Rejeki, menggebrak MLI lewat banyak program berbasis komedi kreatif yang dekat dengan kenyataan, bahkan acap dianggap diambang batas kesopanan.

Adriano Qalbi selaku Komisaris Utama MLI menekankan bahwa potensi industri seni sangat besar. Terlebih lagi, belum ada yang mencoba menyasar bisnis seni lawak/lucu. “Duit berputar terus karena harus menjadi entitas yang jelas dan diakui secara hukum,” kata Adrian Qalbi.

“MLI lebih luas lagi. Lucu bisa masuk kemana-mana. Jangan remehkan komika yang terus tampil di acara stand up comedy. Artis acap dirugikan dalam kontrak kerja. Makanya MLI didirikan,” beber Adriano Qalbi.

Senada dengan Joshua Suherman yang kerap dipanggil Jojo. “Legalitas itu perlu. Kreasi harus dikapitalisasi. Legalitas harus jelas, dan kira aware ke sana. Ini perlu ditekankan bahwa kita bukan sekedar lucu saja. Ada banyak yang harus diakses dan digarap didalamnya,” jelas Jojo yang pernah meroket namanya berkat lagu ‘Air’ (Diobok-obok).

Menjunjung tinggi perbedaan dan toleransi, rata-rata para pendiri MLI secara tegas bilang, mereka berbisnis tawa ini dikerjakan santai-santai saja. Jujur, MLI adalah lembaga yang jenius dan brilian dalam bisnis tawa.

Di YouTube saja, MLI sukses meraih Rp20 juta. Dan dari 16 acara ditambah penjualan merchandise dan sebagai konsultan event, mereka berhasil meraup Rp2, 4 miliar. Belum lagi, nantinya perolehan 5 program konten spesial kreatif yang dilaunching hari ini (27/8/2020) yaitu ‘Lo Pikir Lo Keren’, ‘Begitu Ya’, ‘Wedding Proposal’, ‘Dewa Komedi Indonesia’ dan ‘Tau Deh Yang Pinter’ di website MLI. Juga, info tentang perusahaan dan talent-talent akan lengkap terdata di sini. Fantastis dan luar biasa ! (pik).

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *