Tahura Djuanda… Dari Hammock hingga Pengantin

 Tahura Djuanda… Dari Hammock hingga Pengantin
Uji nyali sampai “lantai” ketujuh. Foto: S. Resti Handini

BERFOTO ria untuk pre wedding kini tidak lagi melulu di studio foto. Out door kini lebih menarik jadi pilihan para calon pengantin, salah satunya di Tahura bagi calon mempelai yang bertempat tinggal di kitaran Bandung.

Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda dapat dikatakan sebagai salah satu paru-parunya kota Bandung. Kini hutannya mencapai luas 590 Ha membentang dari Dago Pakar hingga kawasan Maribaya Lembang. Padahal tahun 1965, luas hutan yang didomiasi pohon pinus (pinus merkusii) serta lumut dan pakis ini, hanya 10 Ha.

Luasnya hutan yang berada di kampung Pakar Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan, ada beberapa pintu masuk. Paling mudah dicapai adalah pintu masuk dari Dago Pakar. Dengan membayar Rp 20 ribu per orang domestik dan Rp 76 ribu tamu dari luar negeri, Anda dapat menikmati segarnya udara di antara pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi dan aneka pepohonan lainnya.

Di area Tahura yang berada di ketinggian 770 m -1330 m Dpl, Anda dapat mengunjungi beberapa objek wisata seperti goa Jepang, goa Belanda, Tebing Keraton, Curug Omas Maribaya, dan penangkaran Rusa tutul. Bahkan Anda dapat melakukan hiking ringan dan bercamping bersama rombongan. Tidak hanya itu, di sini pun Anda bisa melihat museum Ir H.Djuanda, Perdana Menteri terakhir di era Demokrasi Parlementer.

Kegiatan yang belakangan menjadi tujuan utama kawula muda adalah bergelayut (hammock) di ketinggian pohon pinus. Dengan ayunan kain parasut, kanvas dengan tali-tali pengaman, Anda bisa berebahan santai. Bergaya sendiri maupun bersama teman-teman. Makin tinggi Anda memanjat semakin diuji nyali Anda. Ingin ber-hammock, Anda hanya membayar Rp 20 ribu per orang.

Siapa penggagas wisata model baru ini? Mereka dari berbagai perguruan tinggi (Mapala) di Bandung yang memproklamirkan diri sebagai pencinta lingkungan.

Tentu saja dalam beraktivitas kegiatan ini mereka sangat concern untuk tidak merusak alam sama sekali. Yang pasti mereka tidak boleh melukai pohon sedikit pun…. Demikian pula soal kebersihan, mereka selalu mengingatkan pengunjung untuk selalu menjaganya. ***

Berselfi sekaligus uji nyali. Makin tinggi, makin sensasional rasanya. Foto: S. Resti Handini
Foto bersama di depan patung Ir H Djuanda. Foto: S. Resti Handini
Sepasang calon pengantin, berfoto pre-wedding di rimbunnya Tahura Djuanda. Foto: S. Resti Handini
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *