Srihadi Gelar Pameran Tunggal

 Srihadi Gelar Pameran Tunggal

Srihadi Soedarsono dan isteri, Farida –foto Ilo

JAYAKARTA NEWS—Maestro lukis Prof Kanjeng Pangeran Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo MA (88 tahun) akan menggelar pameran tunggal tentang bentang alam (landscape) di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, 11 Maret – 9 April 2020 mendatang.

Pameran bertajuk ‘Srihadi Soedarsono – Man x Universe’ diagendakan akan dibuka oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Seluruh lukisan yang dipamerkan berjumlah 44  buah, terdiri atas 38 lukisan baru, sisanya adalah lukisan pribadi. Semuanya menggunakan media cat minyak pada kanvas, kecuali Sketsa Borobudur yang dilukis tahun 1948.

‘Universe itu catatan tentang ingatan-ingatan, layaknya seseorang yang mengingat memorinya sebelum menulis. Ini cara saya mencatat perjalanan dari kanak-kanak sampai sekarang usia 88 tahun,” ujar Srihadi kepada penulis di JJ Royal Brasserie.

Patung Pembebasan Banjir –foto Ilo
Prof Kanjeng Pangeran Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo MA –foto Ilo

Tentang bentang alam (landscape) dikatakannya sebagai semangat spiritual atas rasa kemerdekaan dan kebanggaan berbangsa. “Karena bentang alam dalam perspektif saya adalah tema yang lebih dalam dari sekadar lukisan pemandangan yang menghipnotis orang lain datang berkunjung ke pameran,” tutur Srihadi.

Dengan kata lain, imbuhnya, di balik estetika suatu karya ada pergumulan sosial, budaya bahkan politik, dan inilah yang sedang dikedepankan oleh dirinya.

Kurator pameran, Dr A Rikrik Kusmara MSn mengelompokkan 44 karya Srihadi dalam 4 rumpun besar, yaitu, Social Critics, Dynamic, Human & Nature dan Contemplation. Bersamaan dengan pembukaan pameran akan diluncurkan buku berjudul ‘Srihadi Soedarsono – Man x Universe’ yang ditulis oleh Dra Siti Farida Srihadi MHum (isteri Srihadi) dan budayawan Dr Jean Couteau.

Buku ini membedah hubungan spirital manusia berikut siklus hidupnya. Srihadi Soedarsono sejak usia dini suka menggambar dan bergabung dalam Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) bagian Pertahanan pada 1945 yang bertugas membuat poster, grafiti, menulis slogan yang mrngobarkan sangat juang di dinding-dinding besar dalam kota dan gerbong kereta api. Kemudian, ia masuk sebagai staf Penerangan Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Penerangan  Tentara Divisi IV TNI di Solo.

Kegiatannya membuat brosur militer dan menggambar sketsa peristiwa penting untuk dokumentasi karena saat itu tidak ada kamera. Beberapa penghargaan yang pernah diperolehnya antara lain Tanda Jasa Bintang Gerilys RI (1958), Satyalantjana Peristiwa Perang Kemerdekaan I dan II  (1958), Piagam dan Medali Satyalantjana Kebudayaan Kebudayaan RI (2004), Piagam dan Medali Anugerah Sewaka Winayaroha, Penghargaan Pengabdian Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (2008) serta penghargaan dari internasional yakni The American Biographical Institute 2005 Commemorative Medal ‘Man of The Year’ 2005. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *