Connect with us

Kabar

Skema G to G Korea Selatan Indonesia Peringkat 4, Menteri Mukhtarudin Dorong Peningkatan Daya Saing

Published

on

Foto: Humas KP2MI

DEPOK, JAYAKARTA NEWS— Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, memberikan sambutan motivasi dalam Pembukaan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Skema Pemerintah (G to G) Korea Selatan. Acara yang berlangsung di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Sawangan, Depok, Selasa (31/3/2026), diikuti oleh 332 peserta yang berasal dari 12 provinsi di seluruh Indonesia.

Menteri Mukhtarudin menegaskan, OPP bukan sekadar formalitas, melainkan bekal krusial untuk memastikan pelindungan menyeluruh, mulai dari sebelum berangkat, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air.

“Hari ini adalah momen penting. Tidak semua pendaftar mampu mencapai tahap ini. Saya mengapresiasi ketekunan dan kerja keras saudara-saudara sekalian,” ujar Mukhtarudin di hadapan para calon Pekerja migran, dilansir laman KP2MI.

Persaingan di pasar kerja Korea Selatan, ujar Mukhtarudin, sangat ketat. Saat ini, Indonesia bersaing dengan 17 negara pengirim lainnya. Berdasarkan data tahun 2025, Indonesia berada di peringkat ke-4 setelah Nepal, Kamboja, dan Vietnam. Oleh karena itu, ia meminta para pekerja untuk menunjukkan etos kerja yang tinggi guna menjaga citra bangsa.

“Bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Kinerja Saudara mencerminkan citra pekerja Indonesia di mata dunia. Patuhi aturan setempat dan hindari tindakan ilegal atau kabur, karena itu sangat berisiko,” imbuh Mukhtarudin.

Menteri juga mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa Korea sebagai kunci keselamatan dan komunikasi di tempat kerja, serta adaptasi terhadap budaya kerja Korea yang dikenal disiplin dan cepat.

Literasi Keuangan dan Pendidikan

Selain aspek teknis pekerjaan, Menteri P2MI menitipkan pesan khusus terkait manajemen keuangan dan kewaspadaan digital. Mukhtarudin meminta para pekerja migran bijak mengelola pendapatan dan menjauhi gaya hidup konsumtif.

“Kelola pendapatan dengan bijak. Jauhi hal-hal yang merugikan seperti judi online, penipuan digital, phishing, maupun berbagai bentuk scam lainnya,” beber Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perlindungan menyeluruh merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Perlindungan negara harus hadir dalam tiga fase utama, sebelum berangkat, selama bekerja di negara penempatan, hingga purna atau saat kembali ke tanah air. Ini adalah komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas perlindungan bagi seluruh pekerja migran kita,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Dalam kesempatan itu Mukhtarudin juga mengapresiasi kerja sama yang erat dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Menurutnya, kolaborasi ini sangat vital untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.

“Ke depan, program vokasi akan terus kita perkuat. Kita perlu menyiapkan SDM yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan migran di berbagai negara,” ujar Mukhtarudin.

Adapun rincian sebanyak 332 peserta yang berasal dari 12 provinsi di Indonesia mengikuti OPP kali ini mayoritas peserta akan mengisi sektor manufaktur sebanyak 298 orang. Sementara sektor perikanan atau fishing 7 orang.

Ia mengingatkan para peserta bahwa mereka adalah orang-orang terpilih yang telah melalui proses seleksi yang ketat dan tidak mudah. Menteri Mukhtarudin meminta para peserta untuk memanfaatkan masa orientasi selama lima hari ini dengan sebaik-baiknya.

“Kalian adalah orang-orang yang beruntung dan tangguh karena telah sampai di titik ini. Perjuangan kalian tidak ringan, maka manfaatkan kesempatan ini untuk membekali diri sebelum resmi bekerja di Korea Selatan nanti,” ucapnya. (*)

Advertisement