Metode Ferrocement Layer untuk Atasi Dampak Gempa Bumi pada Bangunan

 Metode Ferrocement Layer untuk Atasi Dampak Gempa Bumi pada Bangunan

Rumha roboh dampak dari gempa bumi dengan magnitudo (M)4,8 terjadi 8 km barat laut Karangasem, pada hari ini, Sabtu (16/10), pukul 03.18 WIB. (BPBD Provinsi Bali)

JAYAKARTA NEWS— Sebenarnya bukan gempa yang membunuh, melainkan bangunan yang tidak tahan gempa yang roboh saat gempa terjadi, maka perhatian terbesar untuk mitigasi harus diarahkan agar bangunan yang sudah ada bisa diperkuat agar tahan gempa.

Materi itu muncul dalam diskusi tentang perkembangan situasi dan penanganan gempa yang terjadi di wilayah Provinsi Bali yang digelar via daring oleh BNPB, kemarin.

Salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk hal tersebut menurut Guru Besar Universitas Andalas Prof Fauzan, dengan melakukan perkuatan rumah masyarakat menggunakan ferrocement layer. Metode ini dilakukan dengan cara menambahkan kawat anyam yang dilapisi semen mortar ke dinding rumah.

“Salah satu mitigasi yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan perkuatan rumah masyarakat menggunakan ferrocement layer dengan menambahkan kawat anyam yang dilapisi dengan semen mortar,” jelas Fauzan.

Metode ini, jelasnya, mampu menambahkan kekuatan pada bangunan rumah tinggal hingga sepuluh kali lipat. Bangunan dengan menggunakan kawat anyam ini juga tergolong mudah dikerjakan dengan biaya terjangkau.

“Dengan metode ini, bisa menambah kekuatan bangunan sepuluh kali lipat dari sebelumnya, tentu dengan menggunakan kawat anyam ini tergolong murah, simpel dan mudah dikerjakan,” jelas Fauzan.

Metode perkuatan bangunan menggunakan kawat anyam ini sudah diujicobakan di Laboratorium National Research Institute for Earth Science, Jepang dan memberikan hasil yang sangat menjanjikan untuk diimplementasikan berbasis masyarakat.

Keunggulan utama metode ini, ujarnya, adalah bahan baku yang bisa dengan mudah diperoleh di seluruh daerah, biaya pengerjaan yang relatif murah (hanya 10% – 30% dari biaya dengan metode lain), dan sangat mudah dilakukan oleh siapapun.

 Plt. Kepala Pusdatinkom Abdul Muhari menambahkan, metode ferrocement layer ini merupakan upaya mitigasi yang feasible dan reliable untuk dilakukan berbasis masyarakat.

“Dengan mensosialisasikan berbagai opsi mitigasi gempa dan penguatan bangunan yang dapat dilakukan di tingkat masyarakat, kita berharap secara bertahap kerentanan bangunan bisa dikurangi sedikit demi sedikit,” kata Abdul Muhari.***ebn

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *