• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Menata Dunia Baru

Menata Dunia Baru

September 19, 2020
Produktivitas Naik, Petani Berharap Rehabilitasi Irigasi di Bangli Dilanjutkan

Produktivitas Naik, Petani Berharap Rehabilitasi Irigasi di Bangli Dilanjutkan

November 3, 2026
Papua Tengah Usulkan Dua Titik Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Wilayah 3T Jadi Prioritas

Papua Tengah Usulkan Dua Titik Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Wilayah 3T Jadi Prioritas

November 3, 2026
Promosi Situs Melalui TikTok! Polisi Bongkar Layanan Live Streaming Pornografi

Promosi Situs Melalui TikTok! Polisi Bongkar Layanan Live Streaming Pornografi

November 3, 2026
Polri Tertibkan Debt Collector, Dorong Legalitas Profesi dan Cegah Praktik Premanisme

Polri Tertibkan Debt Collector, Dorong Legalitas Profesi dan Cegah Praktik Premanisme

November 3, 2026
Austin Tumengkol Ambil Formulir Bakal Calon Ketua PWI Sumatera Utara

Austin Tumengkol Ambil Formulir Bakal Calon Ketua PWI Sumatera Utara

November 3, 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Minta Lakukan Tracing Aset untuk Miskinkan Jaringan Kejahatan Digital

Kapolri Suyudi Ario Seto Minta Lakukan Tracing Aset untuk Miskinkan Jaringan Kejahatan Digital

November 3, 2026
Dimas Supartono Merambah Bisnis Properti, Siapkan Single Terbaru untuk Industri Musik Indonesia

Dimas Supartono Merambah Bisnis Properti, Siapkan Single Terbaru untuk Industri Musik Indonesia

November 3, 2026
Lingkaran Setan Narkoba Kampung Bahari: Mengapa Hukum Saja tidak Cukup?

Lingkaran Setan Narkoba Kampung Bahari: Mengapa Hukum Saja tidak Cukup?

November 3, 2026
Sudirman Said: Kita harus Terus Berikhtiar untuk Keluar dari Krisis Tata Kelola

Sudirman Said: Kita harus Terus Berikhtiar untuk Keluar dari Krisis Tata Kelola

November 2, 2026
Santrawan Paparang Dorong Prabowo Hadirkan Keadilan dalam Persoalan Pertanahan

Santrawan Paparang Dorong Prabowo Hadirkan Keadilan dalam Persoalan Pertanahan

November 2, 2026
BULOG Perketat Pengawasan, Rumah Pangan Kita di Berbagai Daerah Diperiksa

BULOG Perketat Pengawasan, Rumah Pangan Kita di Berbagai Daerah Diperiksa

November 2, 2026
Kasus Penembakan dan Pembacokan di Cengkareng Terungkap, Satu Tersangka Menyerahkan Diri

Kasus Penembakan dan Pembacokan di Cengkareng Terungkap, Satu Tersangka Menyerahkan Diri

November 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, November 3, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Science
    • World
    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Dimas Supartono Merambah Bisnis Properti, Siapkan Single Terbaru untuk Industri Musik Indonesia

    Dimas Supartono Merambah Bisnis Properti, Siapkan Single Terbaru untuk Industri Musik Indonesia

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel
    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Menata Dunia Baru

by admin
September 19, 2020
in Feature, Kolom
0
Menata Dunia Baru
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Ren Muhammad

Jumat itu, 30 September 1960. Sukarno menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin kaliber dunia. Ia tampak gagah, berkacamata, berpeci hitam, dengan setelan jas dan celana pantalon putih, lengkap dengan jam merk Rolex melingkar di pergelangan tangan kanannya. Di hadapan para pembesar negara-bangsa yang hadir di gedung PBB dalam Sidang Umum ke-XV, ia menyampaikan pidato sepanjang 47 halaman, “To Build the World Anew”—yang versi terjemahan bebasnya kami jadikan judul tulisan ini.

Pada hari Indonesia menggugat dunia itu, mata para pembesar Amerika dan terutama Eropa—yang getol menjarah bangsa lain, terbeliak melihat seorang manusia Timur tampil begitu percaya diri. Lengkap dengan kecerdasan tutur dan rasionalitas yang ia miliki. Negara Indonesia yang baru 15 tahun ia pimpin, memang bukan negara Islam. Tapi pidatonya yang fenomenal itu, ia buka dengan (QS. al-Hujurat [49]: 13);

“Hai, sekalian manusia, sesungguhnya aku telah menjadikan kamu sekalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan, sehingga kamu berbangsabangsa dan bersukusuku agar kamu sekalian kenal-mengenal satu sama lain. Bahwasanya yang lebih mulia di antara kamu sekalian, ialah yang lebih takwa kepada-Ku.”

Sukarno yang saat itu berbicara atas nama 92 juta rakyatnya, memungkasi pidato legendaris itu dengan kalimat yang bahkan hingga hari ini belum juga berani dilontarkan oleh para pemimpin negara mana pun:

“Kami tidak berusaha mempertahankan dunia yang kami kenal, kami berusaha membangun suatu dunia yang baru, yang lebih baik. Kami berusaha membangun suatu dunia yang sehat dan aman. Kami berusaha membangun suatu dunia, di mana setiap orang dapat hidup dalam suasana damai. Kami berusaha membangun suatu dunia, di mana terdapat keadilan dan kemakmuran untuk semua orang. Kami berusaha membangun suatu dunia, di mana kemanusiaan dapat mencapai kejayaan yang penuh.

Bangunlah dunia ini kembali! Bangunlah dunia ini kokoh, kuat, dan sehat! Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan. Bangunlah dunia yang sesuai dengan impian dan cita-cita umat manusia…“

Hanya berjarak lima tahun dari masa itu, sebuah rencana besar yang telah disusun biro pemerintah AS, Central Intelligence Agency (CIA), dilancarkan ke Indonesia—guna menjatuhkan Sukarno dari tampuk kekuasaannya. Dunia tak boleh punya memori tentang 30 September 1960 yang mengagumkan itu. Sebab Sukarno sudah melangkah terlampau jauh. Jika tak dibanteras, ia akan tampil sebagai pemimpin umat manusia. Meski kenyataannya, ia memang sudah ditahbis sebagai Presiden Terbaik Dunia pada 2014 oleh www.theranking.com.

Peristiwa G-30/S/PKI yang dikendalikan Amerika melalui Jenderal Soeharto, dan menelan korban sebanyak lima juta jiwa, adalah potret buram kemanusiaan yang lain pasca Hiroshima-Nagasaki. Data itu bisa dangsanak sekalian akses melalui data dari The Cornell Paper, atau National Security Archive, yang telah dideklasifikasi pada 2017.

Tindakan untuk dapat mengakses apa yang dirahasiakan selama rentang setengah abad ini, persis ketoprak. Belagak pilon dalam bahasa Melayu pasaran. Mari kita pakai logika yang paling jernih lagi sehat. Memangnya kalau sudah dideklasifikasi, semua perkara serta-merta selesai? Nanti dulu. Jutaan nyawa yang telah melayang itu tetap harus dipertanggungjawabkan. CIA takkan bertindak jika presiden Amerika tak memberi perintah. Ini artinya, Amerika adalah penjahat perang zaman kiwari, yang harus diseret ke Mahkamah Internasional.

Pertanyaan kita, dunia model apa yang mau dibangun kembali? Jika Anda membaca lagi pidato Bung Karno tersebut, niscaya kita akan tahu harus melakukan apa pada zaman ini. Hal paling mencolok yang bisa dikenali secara kasat mata adalah, dominasi Amerika yang sudah kelewat batas. Bahkan melampaui aturan-aturan universal yang telah berlangsung di dunia era sebelum kita. Amerika melaju sendirian memimpin peradaban modern, sembari menindas negara lain dengan segala macam cara yang mengutungkan mereka semata.

Cermatilah bagaimana cara mereka memveto keputusan Dewan Keamanan yang presidennya berasal dari Indonesia. Amati pula tingkah Amerika yang mengembargo Iran dan beberapa negara lain, yang tak mau menuruti aturan timpang Paman Sam—khususnya dalam soal pengembangan teknologi militer. Kecurangan Amerika menata perekonomian dunia juga sudah tak usah kita perdebatkan lagi. Terkait ini, kita sedang menuju resesi bersama akibat pola ekonomi yang salah. Tidak adil dan cenderung menyengsarakan umat manusia. Ada begitu banyak negara yang dengan sengaja dililit hutang, sementara kekayaan alamnya dikeruk sampai habis demi memenuhi ambisi kapitalisme gaya USA.

Model pendidikan yang selama ini berkembang pun, dipaksa Barat untuk kita adopsi untuk kebutuhan industri mereka. Belasan tahun manusia modern menyerahkan dirinya pada institusi sekolah dan kampus, hanya berujung menjadi kacung kapitalisme global. Sapi perah yang akhirnya mati kelelahan, dan kehilangan jati dirinya sebagai manusia. Apa pun bidang studi yang diselenggarakan, semua mengarah pada satu tujuan yang sama: penggandaan keuntungan perseorangan. Bukan untuk kepentingan bangsa manusia.      

Dunia kesehatan kita pun setali tiga uang. Terpaksa harus tunduk pada bisnis farmasi. Maka tak heran bila siapa pun yang berobat ke rumah sakit, harus dibuat bertambah sakit, mengonsumsi obat terus menerus, dan tak jua sembuh. Malah tak sedikit yang harus meregang nyawa. Lantaran rumah sakit memang berfungsi untuk membuat mereka bertambah sakit. Hingga hari ini pun, masih belum ada negara yang mau mendirikan rumah sehat untuk rakyatnya—termasuk Indonesia. Ini jelas kecelakaan peradaban.

Corak peradaban yang dikembangkan Amerika pun jauh dari spirit keluhuran manusia. Malah yang terjadi, kemanusiaan kita tergerus hingga ke titik nadir. Teknologi dan kebebasan adalah kata kunci untuk meruntuhkan pranata kebudayaan semua bangsa yang masih bertahan di dunia modern. Hidup kita sekarang jadi melulu teknikal-teknologis, menjemukan, dan rentan. Wajar bila ada begitu banyak kasus bunuh diri terjadi. Kita juga mafhum jikalau manusia hari ini jadi teramat mudah mengalami kerancuan dalam hidupnya—yang selalu dimulai dari kekacauan berpikir, kejernihan hati, dan ketenangan jiwa.

Seluruh pemimpin dunia hari ini, harus duduk berembug membicarakan nasib peradaban manusia yang sudah centang prenang. Ibu bumi yang kadung rusak parah, harus diruwat lagi agar kembali pulih seperti sedia kala. Kita harus membuat aturan anyar kehidupan secara universal, yang bisa dijadikan tolok ukur bersama dalam mengembangkan negara di zaman baru. Hal yang terpenting adalah, kita harus memperbaiki pola hidup dengan pendekatan tata krama, tata salira (diri), tata nagara, tata buwana, dan tata surya. Hidup bijaksana dalam kebijaksanaan semesta.  

Berdasar landasan pikir itulah, kami kembali menggelar perhelatan Tribute to Sukarno (Jilid II) di Cikande, Banten, pada Sabtu, 3 Oktober 2020. Acara akan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza, dilanjutkan dengan sarasehan bertema “Menata Dunia Baru” yang diampu Ren Muhammad (Penyintas Peradaban), Roso Daras (Sukarnois, Ketua Yayasan Aku dan Sukarno), dan Atih Ardiansyah (Pendiri Cendekiawan Kampung).

Lalu ada Abdullah Wong yang akan menyampaikan orasi kebudayaan dan membacakan sebuah puisi yang digubah Bung Karno, “Aku Melihat Indonesia.” Gelaran ini dipuncaki dengan pemutaran film “Tentang Sukarno Tak Pernah Usai “ dan kemudian ditutup dengan lagu ‘Bersuka Ria’ yang diciptakan Sang Proklamator pada 1965. Seluruh rangkaian acara tersebut dimaksudkan agar para penerus bangsa Indonesia tahu dan sadar, bahwa pemimpin mereka adalah tokoh besar zaman modern—yang sampai hari ini belum lagi bisa ditandingi di belahan dunia mana pun. []

*) Penulis adalah Penggagas “Tribute to Sukarno

Tags: jayakartanewspresiden sukarnotribute to sukarno
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Produktivitas Naik, Petani Berharap Rehabilitasi Irigasi di Bangli Dilanjutkan

Produktivitas Naik, Petani Berharap Rehabilitasi Irigasi di Bangli Dilanjutkan

November 3, 2026
Papua Tengah Usulkan Dua Titik Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Wilayah 3T Jadi Prioritas

Papua Tengah Usulkan Dua Titik Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Wilayah 3T Jadi Prioritas

November 3, 2026
Promosi Situs Melalui TikTok! Polisi Bongkar Layanan Live Streaming Pornografi

Promosi Situs Melalui TikTok! Polisi Bongkar Layanan Live Streaming Pornografi

November 3, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version