• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Kisah Al-Biruni: Sang Cendekiawan Universal dari Abad Pertengahan (973-1048)

Kisah Al-Biruni: Sang Cendekiawan Universal dari Abad Pertengahan (973-1048)

March 3, 2025
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

October 8, 2026
Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

October 8, 2026
Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

October 7, 2026
Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

October 7, 2026
Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

October 7, 2026
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Migran Aman! Disnaker Lumajang Ingatkan Calon PMI tak Gunakan Jalur Ilegal

Migran Aman! Disnaker Lumajang Ingatkan Calon PMI tak Gunakan Jalur Ilegal

October 8, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 7, 2026
Mukhtarudin dan Menteri SDM Malaysia Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Mukhtarudin dan Menteri SDM Malaysia Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

October 7, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 9, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Kisah Al-Biruni: Sang Cendekiawan Universal dari Abad Pertengahan (973-1048)

by admin
March 3, 2025
in Kolom
0
Kisah Al-Biruni: Sang Cendekiawan Universal dari Abad Pertengahan (973-1048)
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Pada masa keemasan peradaban Islam, muncul sosok ilmuwan yang kontribusinya begitu luas hingga dijuluki “cendekiawan universal” oleh para sejarawan modern. Abu Rayhan Muhammad ibn Ahmad Al-Biruni, atau lebih dikenal sebagai Al-Biruni, lahir pada tahun 973 M di wilayah Khwarezm (sekarang bagian dari Uzbekistan). Kehidupan Al-Biruni merentang hampir satu abad, dari 973 hingga 1048 M, dan selama masa hidupnya, ia menghasilkan karya monumental dalam berbagai bidang seperti astronomi, matematika, fisika, kedokteran, geografi, sejarah, dan antropologi.

Keunikan Al-Biruni terletak pada pendekatan ilmiahnya yang objektif dan berbasis empiris, yang jauh melampaui zamannya. Ia dikenal sebagai ilmuwan yang menggabungkan pengamatan langsung, eksperimen, dan analisis matematis dalam penelitiannya, suatu metodologi yang baru menjadi standar di dunia Barat berabad-abad kemudian. Kisah hidup Al-Biruni adalah kisah tentang pencarian pengetahuan di tengah pergolakan politik, perjalanan panjang di berbagai wilayah kekhalifahan Islam, dan dedikasi luar biasa terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.

Masa Kecil dan Pendidikan Awal

Al-Biruni lahir di pinggiran kota Kath, ibu kota Khwarezm, sebuah wilayah yang terletak di delta Sungai Amu Darya di Asia Tengah. Nama “Al-Biruni” sendiri berarti “orang dari pinggiran kota” dalam bahasa Persia kuno. Meskipun terdapat sedikit informasi tentang masa kecilnya, diketahui bahwa ia tumbuh di lingkungan berbahasa Persia dan mendapatkan pendidikan awal dalam tradisi keilmuan Islam yang berkembang pesat saat itu.

Sejak usia muda, Al-Biruni menunjukkan kecerdasan dan keingintahuan yang luar biasa. Ia mempelajari bahasa Arab – bahasa ilmu pengetahuan dan administrasi di dunia Islam – serta bahasa Sanskerta, Yunani, dan Syriac, yang memungkinkannya mengakses karya-karya ilmiah dari berbagai peradaban. Penguasaan multibahasa ini menjadi landasan penting bagi penelitian komparatifnya di kemudian hari.

Pada usia 17 tahun, Al-Biruni telah mulai melakukan pengamatan astronomi dan membuat perhitungan matematis yang canggih. Salah satu pencapaian awalnya adalah penentuan lintang kota kelahirannya menggunakan pengukuran sudut matahari, menunjukkan ketertarikannya pada astronomi praktis dan perhitungan geodesi (ilmu pengukuran bumi) yang nantinya menjadi salah satu bidang keahliannya.

Pergolakan Politik dan Pelindung Pertama

Kehidupan Al-Biruni bertepatan dengan periode yang bergejolak dalam sejarah politik dunia Islam. Khwarezm, tanah kelahirannya, mengalami perubahan penguasa yang sering, dan Al-Biruni harus bertahan dalam situasi yang tidak stabil ini. Pada tahun 995, ketika Al-Biruni berusia 22 tahun, konflik politik memaksanya untuk meninggalkan Khwarezm.

Ia menemukan perlindungan di istana Amir Mansur ibn Ali, penguasa Dinasti Samaniyah di Bukhara (sekarang Uzbekistan). Di bawah perlindungan Amir, Al-Biruni melanjutkan penelitian astronominya dan menulis beberapa karya awalnya. Ia juga berkorespondensi dengan ilmuwan terkenal Ibn Sina (Avicenna), meskipun keduanya tidak pernah bertemu secara langsung.

Namun, masa tinggal Al-Biruni di Bukhara tidak berlangsung lama. Keruntuhan Dinasti Samaniyah memaksanya untuk mencari perlindungan baru. Ia kemudian bergabung dengan istana Abu al-Abbas Ma’mun ibn Ma’mun, yang menjadi penguasa Khwarezm sekitar tahun 1009. Di bawah perlindungan Ma’mun, Al-Biruni menikmati periode produktif dalam kariernya dan menjadi salah satu anggota terkemuka dalam lingkaran ilmiah yang dikenal sebagai “Akademi Ma’mun”.

Kehidupan di Istana Ghaznavid

Takdir Al-Biruni berubah drastis pada tahun 1017 ketika Sultan Mahmud dari Ghazni (sekarang Afghanistan) menaklukkan Khwarezm. Sultan Mahmud, yang dikenal sebagai pemimpin militer yang kuat namun juga pelindung seni dan ilmu pengetahuan, menyadari bakat Al-Biruni dan membawanya ke Ghazni, menjadikannya sebagai cendekiawan istana.

Hubungan antara Al-Biruni dan Sultan Mahmud kompleks. Di satu sisi, Mahmud adalah penguasa yang keras dan sering melancarkan kampanye militer ke India, yang memaksa Al-Biruni untuk ikut dalam ekspedisi-ekspedisi tersebut. Di sisi lain, ekspedisi ke India ini memberikan kesempatan unik bagi Al-Biruni untuk mempelajari bahasa, budaya, dan ilmu pengetahuan India secara mendalam.

Meskipun status Al-Biruni lebih menyerupai tawanan terhormat daripada cendekiawan bebas selama masa pemerintahan Mahmud, ia memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan penelitian dan pengamatan selama perjalanan militer. Ia mempelajari bahasa Sanskerta, mengumpulkan naskah-naskah India, dan berdiskusi dengan para cendekiawan Hindu, yang nantinya menjadi dasar untuk karyanya yang terkenal tentang India.

Karya Ilmiah dan Kontribusi

Astronomi dan Matematika

Kontribusi Al-Biruni dalam astronomi sangat signifikan. Ia melakukan pengamatan langit yang teliti dan mengembangkan metode serta instrumen untuk mengukur waktu, menentukan arah kiblat untuk ibadah Muslim, dan memprediksi peristiwa astronomi seperti gerhana.

Dalam karyanya “Kitab al-Tafhim” (Buku Elemen Astronomi), Al-Biruni menyajikan penjelasan komprehensif tentang astronomi, astrologi, matematika, dan geografi. Ia menyempurnakan metode untuk menghitung jarak antara dua lokasi menggunakan koordinat bujur dan lintang, yang kemudian menjadi dasar navigasi modern.

Karya astronomi lain yang penting adalah “Al-Qanun al-Mas’udi” (Kanon Mas’udi), yang didedikasikan untuk Sultan Mas’ud, putra dan penerus Mahmud. Dalam karya monumental ini, Al-Biruni mengkompilasi data astronomi, menjelaskan pergerakan planet, dan menyajikan tabel astronomi yang akurat.

Al-Biruni juga memberikan kontribusi penting dalam matematika. Ia mengembangkan metode untuk memecahkan persamaan aljabar tingkat tinggi, mempelajari rasio dan proporsi, dan mengembangkan metode untuk menghitung akar dan pangkat. Ia bahkan memperkenalkan konsep yang mirip dengan trigonometri modern dan menerapkannya dalam perhitungan astronomi.

Geografi dan Geologi

Salah satu prestasi terbesar Al-Biruni adalah penentuan keliling bumi dengan mengukur tinggi gunung dan horizon yang terlihat dari puncaknya. Metode yang ia kembangkan memberikan hasil yang sangat mendekati nilai sebenarnya, suatu pencapaian luar biasa untuk zamannya.

Al-Biruni juga mengembangkan teori tentang formasi geologis dan mengamati bahwa area yang sekarang adalah daratan pernah berada di bawah laut, berdasarkan penemuan fosil laut di pegunungan. Ia adalah salah satu ilmuwan pertama yang mengemukakan teori erosi dan sedimentasi sebagai proses pembentukan fitur geologis.

Dalam karyanya “Tahqiq ma li’l-Hind” (Penyelidikan tentang India), Al-Biruni tidak hanya mendeskripsikan geografi India, tetapi juga menjelaskan secara detail tentang danau, sungai, dan fitur geografis lainnya, serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia dan ekologi.

Antropologi dan Studi Komparatif

Karya Al-Biruni tentang India, yang sering disebut sebagai “Kitab al-Hind” (Buku tentang India), merupakan karya antropologi komparatif pertama dalam sejarah. Ditulis sekitar tahun 1030, buku ini menyajikan studi komprehensif dan objektif tentang agama, filosofi, sains, sastra, kronologi, adat istiadat, geografi, dan etnografi India.

Yang membuat karya ini begitu luar biasa adalah pendekatan Al-Biruni yang ilmiah dan tidak bias. Alih-alih menilai budaya India dari perspektif Islam, ia berusaha memahami dan menjelaskan kepercayaan dan praktik India dalam konteksnya sendiri. Ia bahkan menerjemahkan teks-teks Sanskerta ke dalam bahasa Arab dan membandingkan konsep-konsep ilmiah dan filosofis antara tradisi Yunani, India, dan Islam.

Al-Biruni mengkritik para penulis sebelumnya yang membicarakan budaya asing dengan bias dan prasangka. Ia menulis, “Untuk budaya yang berbeda dari milik kita sendiri, segala sesuatunya tampak aneh dan mengejutkan… Jika kita mendengar sesuatu dari mereka yang berlawanan dengan kebiasaan kita, kita menolaknya sebagai bodoh dan tidak layak… Mengawali penyelidikan dari posisi seperti itu hanya menghasilkan pandangan yang tidak sempurna dan salah.”

Farmasi dan Kedokteran

Meskipun tidak sepopuler kontribusinya dalam astronomi dan matematika, Al-Biruni juga menulis tentang farmasi dan kedokteran. Dalam karya “Kitab al-Saydana fi al-Tibb” (Buku Farmasi dalam Kedokteran), ia mengklasifikasikan obat-obatan berdasarkan sifat fisik dan kimianya, menjelaskan cara pembuatan dan penggunaannya, serta menerjemahkan nama-nama obat dari berbagai bahasa.

Al-Biruni mengembangkan metode untuk menentukan berat jenis (densitas) mineral dan zat lain, yang merupakan kontribusi penting dalam kimia dan farmasi. Ia juga menulis tentang penyakit-penyakit umum dan pengobatannya, serta menjelaskan praktik-praktik medis dari berbagai budaya.

Fisika dan Mekanika

Dalam bidang fisika, Al-Biruni melakukan eksperimen untuk mengukur berat jenis berbagai zat dengan presisi tinggi. Ia mengembangkan metode untuk menentukan berat jenis 18 permata dan logam, dengan hasil yang sangat mendekati nilai modern.

Al-Biruni juga meneliti fenomena cahaya, optik, dan mekanika. Ia memahami konsep gravitasi dan menyatakan bahwa objek jatuh menuju pusat bumi, serta mengusulkan kemungkinan bahwa bumi berputar pada porosnya. Ia mengukur kecepatan suara dan melakukan eksperimen dengan refleksi dan refraksi cahaya.

Tahun-Tahun Terakhir dan Warisan

Setelah kematian Sultan Mahmud pada tahun 1030, Al-Biruni terus melayani di istana putranya, Sultan Mas’ud I. Ia tetap produktif hingga tahun-tahun terakhir hidupnya, terus menulis dan melakukan penelitian sampai kematiannya pada tahun 1048, pada usia 75 tahun.

Al-Biruni adalah penulis yang sangat produktif. Menurut catatan sejarah, ia menulis lebih dari 146 karya, meskipun hanya sekitar 22 yang bertahan hingga saat ini. Karya-karyanya mencakup berbagai bidang, menunjukkan luasnya pengetahuan dan minatnya.

Warisan intelektual Al-Biruni begitu besar sehingga ia dianggap sebagai salah satu pemikir terbaik dalam sejarah Islam, dan bahkan dalam sejarah dunia. Berikut beberapa aspek dari warisannya:

  1. Pendekatan Ilmiah: Al-Biruni mengembangkan metodologi ilmiah berbasis observasi dan eksperimen, jauh sebelum Renaisans Eropa. Ia menekankan pentingnya verifikasi empiris dan skeptisisme yang sehat terhadap otoritas.
  2. Multidisipliner: Karyanya mencakup berbagai disiplin ilmu, menunjukkan bahwa pengetahuan bersifat terpadu dan saling berhubungan.
  3. Objektivitas dan Toleransi: Melalui studinya tentang India, Al-Biruni menetapkan standar untuk penelitian antropologis dan lintas budaya yang objektif dan berimbang.
  4. Kosmopolitanisme: Al-Biruni melambangkan tradisi kosmopolitan dalam peradaban Islam, yang menyerap pengetahuan dari berbagai budaya dan berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan global.
  5. Pengaruh: Karya-karya Al-Biruni diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan tidak hanya di dunia Islam, tetapi juga di Eropa dan Asia.

Al-Biruni dalam Konteks Sejarah Sains Islam

Untuk memahami signifikansi Al-Biruni, penting untuk menempatkannya dalam konteks gerakan ilmiah yang lebih luas dalam peradaban Islam pada periode tersebut. Abad ke-10 dan ke-11 M merupakan puncak dari Zaman Keemasan Islam, ketika ilmu pengetahuan, filsafat, dan seni berkembang pesat di bawah perlindungan berbagai dinasti Muslim.

Selama periode ini, pusat-pusat pembelajaran seperti Bayt al-Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) di Baghdad, perpustakaan-perpustakaan di Cordoba, dan akademi-akademi di Kairo, Bukhara, dan tempat-tempat lain menjadi pusat aktivitas intelektual. Para ilmuwan Muslim tidak hanya melestarikan karya-karya Yunani, Persia, dan India, tetapi juga mengembangkan dan memperluas pengetahuan ini.

Al-Biruni adalah salah satu tokoh terkemuka dalam tradisi ilmiah ini. Ia berinteraksi dengan ilmuwan-ilmuwan terkenal lainnya, termasuk Ibn Sina, dan karyanya mencerminkan sintesis dari berbagai tradisi intelektual. Meskipun demikian, Al-Biruni tetap memiliki pendekatan kritis terhadap otoritas dan tidak ragu untuk menantang pandangan yang diterima jika bertentangan dengan bukti empiris.

Salah satu kontribusi penting Al-Biruni terhadap sains Islam adalah penekanannya pada eksperimen dan pengamatan, yang menjadi ciri dari tradisi ilmiah empiris yang berkembang di dunia Islam. Ia menulis, “Meragukan apa yang tidak telah diamati orang adalah lebih baik daripada meyakininya… Keraguan menuntun ke investigasi, dan investigasi menuntun ke kebenaran.”

Catatan Akhir: Al-Biruni sebagai Model Cendekiawan Universal

Kehidupan dan karya Al-Biruni mengilustrasikan model cendekiawan universal yang ideal – seseorang yang mengejar pengetahuan di berbagai bidang, menggabungkan rigor intelektual dengan rasa ingin tahu yang luas, dan menjembatani perbedaan budaya dan disiplin ilmu.

Al-Biruni hidup dalam masa yang ditandai oleh pergolakan politik dan perubahan dinasti, namun ia berhasil memanfaatkan situasi tersebut untuk mengembangkan pengetahuannya. Perjalanannya ke berbagai wilayah kekhalifahan Islam dan India memperluas wawasannya dan memperkaya penelitiannya.

Yang paling mengesankan dari Al-Biruni adalah komitmennya terhadap kebenaran ilmiah dan objektivitas, bahkan ketika melibatkan budaya dan agama yang berbeda dari miliknya. Dalam dunia kontemporer yang ditandai oleh polarisasi dan prasangka, pendekatan Al-Biruni yang inklusif dan berbasis bukti tetap relevan.

Sebagai pemikir Muslim yang juga warga dunia, Al-Biruni menunjukkan bahwa pencarian pengetahuan sejati melampaui batas-batas geografis, politik, dan budaya. Warisannya mengingatkan kita bahwa rasa ingin tahu intelektual, kecermatan metodologis, dan keterbukaan pikiran merupakan nilai-nilai universal yang mendorong kemajuan ilmiah dan pemahaman antarbudaya.

Dalam tiga abad setelah kematiannya, gerakan penerjemahan besar-besaran dari bahasa Arab ke bahasa Latin membawa banyak pengetahuan Islam, termasuk pengaruh karya Al-Biruni, ke Eropa, membantu memicu Renaisans dan revolusi ilmiah. Meskipun namanya mungkin tidak sepopuler rekan-rekannya seperti Ibn Sina atau Al-Khawarizmi di Barat, kontribusi Al-Biruni terhadap kemajuan ilmu pengetahuan manusia tetap tak terbantahkan, dan kini semakin diakui oleh para sejarawan sains modern.

Dengan demikian, memahami kehidupan dan karya Al-Biruni tidak hanya memberikan wawasan tentang masa lalu, tetapi juga inspirasi untuk masa depan ilmu pengetahuan dan pendidikan dalam masyarakat global dan multikultural. (Heri)

Tags: jayakartanewsKisah Al-Biruni
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

October 8, 2026
Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

October 8, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version