Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Kementerian ESDM Awasi Ketat DMO Batubara untuk Kebutuhan PLN

Published

on

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) awasi pelaksanaa ketat kewajiban pemenuhan batubara dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) baik untuk kelistrikan maupun nonkelistrikan.

“Ditjen Minerba secara berkala melakukan pemantauan terhadap kepatuhan pelaksanaan DMO, baik untuk sektor kelistrikan maupun nonkelistrikan,” tegas Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Tri Winarno, Sabtu (11/7/2026).

Tri Winarno menyebut untuk memenuhi kebutuhan batubara PLN sebesar 154 juta metrik ton pada 2026 telah ditugasan kepada badan usaha pertambangan yang telah memiliki RKAB dengan total volume 212 juta metrik ton.

Menurut Tri Winarno, penugasan tersebut merupakan langkah pemerintah untuk memastikan kecukupan dan keberlanjutan pasokan batubara bagi PLTU PLN.

Hingga Mei 2026, sebanyak 144 juta metrik ton penugasan telah dikontrakkan, dengan perkiraan realisasi pengiriman mencapai 130,5 juta metrik ton.

Tri menjelaskan, PLN harus lakukan percepatan kontrak agar penugasan batubara dapat segera direalisasikan menjadi pengiriman ke PLTU. Kontrak menjadi dasar pelaksanaan pengiriman batubara ke PLTU.

“Karena itu, kami terus mendorong PLN EPI (Energi Primer Indonesia) untuk mempercepat proses kontrak sehingga penugasan yang telah diberikan dapat segera direalisasikan menjadi pengiriman,” jelas Tri Winarno.

Ditjen Minerba terus berkoordinasi dengan PLN EPI dan badan usaha pertambangan untuk memastikan pasokan batubara ke PLTU tepat waktu, sesuai volume, dan memenuhi spesifikasi.

“Pemerintah terus memastikan agar kebutuhan batubara PLN pada semester II 2026 dapat dipenuhi sesuai jadwal dan spesifikasi pembangkit. Untuk itu, koordinasi dan percepatan penyelesaian kontrak perlu terus dilakukan,” tegas Tri.

Melalui penguatan pemantauan dan percepatan kontrak, Kementerian ESDM berkomitmen menjaga keandalan pasokan batubara bagi sektor kelistrikan nasional serta memastikan pelaksanaan DMO berjalan secara konsisten dan terukur.

Sebelumnya, akibat terbatasnya pasokan batubara memicu pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa. Tidak sedikit pelaku usaha mengeluh karena produksi terganggu sehingga rugi miliaran rupiah.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengakui keterbatasan batu bara berkalori menengah dan tinggi sempat mengganggu sistem kelistrikan Jawa hingga memicu pemadaman bergilir.

Menurut Darmawan, produksi batu bara nasional didominasi batubara kalori rendah. Sedangkan sejumlah pembangkit membutuhkan batubara spesifikasi lebih tinggi.

“Ini tentu saja membuat sistem di Jawa yang tadinya kami akui ada pemadaman bergilir, sistemnya langsung meningkat menjadi jauh lebih andal,” kata Darmawan. (yog)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement