Kecelakaan Sepeda Motor, Naik 12 Persen per Tahun

 Kecelakaan Sepeda Motor, Naik 12 Persen per Tahun

 

Dirut Adira Insurance, Indra Baruna

STANDAR keselamatan lalu lintas angkutan jalan (LLAJ), cenderung kini membaik tetapi tingkat angka kecelakaan LLAJ masih tergolong tinggi. Salah satu faktor penyebab tingginya angka kecelakaan LLAJ adalah peningkatan pertumbuhan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.

Tingginya laju pertumbuhan kendaraan pribadi, terutama di perkotaan seperti DKI Jakarta tidak dapat dicegah. Kenaikannya dapat mencapai 12 persen per tahunnya.

Jenis kendaraan pribadi yang mengalami kecelakaan lalu lintas pada tahun 2016, berdasarkan data Korlantas Polri, didominasi oleh kendaraan roda dua yang mencapai angka 72 persen. Jumlah sepeda motor yang mengalami kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada rentang waktu 2010-2016, dimana jumlahnya meningkat lebih dari tiga kali lipat.

Hal ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan jumlah kepemilikan sepeda motor di Indonesia yang sangat pesat dalam 10 tahun terakhir, dan juga masih kurang optimalnya upaya peningkatan keselamatan lalu lintas yang ditujukan khusus kepada pengendara sepeda motor.

Faktor-faktor penyebab kecelakaan LLAJ yang telah disebutkan diatas juga ditunjang dengan menurunnya minat masyarakat dalam menggunakan angkutan umum. Hal tersebut telah terjadi di sebagian besar kota dan kabupaten di Indonesia.

Faktor penyebab utama adalah menurunnya tingkat pelayanan angkutan umum, dimana kualitas sarana dan prasarana angkutan umum terutama di tingkat kota dan kabupaten saat ini masih dibawah standar pelayanan minimum.

Penurunan tingkat pelayanan dari angkutan umum ini menyebabkan rasa ketidaknyamanan dan tidak aman, sehingga berpengaruh pada menurunnya jumlah penggunaan angkutan umum.

Selain itu, fasilitas pejalan kaki juga belum mendapat perhatian khusus oleh pemerintah kota dan kabupaten. Pejalan kaki merupakan kelompok pengguna jalan yang rentan menjadi obyek kecelakaan. Tidak hanya menjadi korban kecelakaan, kasus kecelakaan pada pejalan kaki juga marak dipicu oleh perilaku mereka sendiri yang disebut tidak tertib, seperti menyeberang jalan raya tidak pada jembatan penyeberangan orang ataupun zebra cross.

Hal tersebut disebabkan pula oleh fasilitas pejalan kaki yang tidak aman, nyaman dan beralih fungsi tidak sesuai peruntukannya. Sehingga pejalan kaki kehilangan haknya dan menggunakan badan jalan dalam beraktifitas. Hal ini berkontribusi meningkatkan risiko menjadi korban kecelakaan LLAJ.

Pilihan topik diskusi Sharing Session Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2017, seperti dijelaskan Direktur Utama Adira Insurance Indra Baruna, sengaja mengangkat persoalan transporasi angkutan umum yang semakin jadi masalah pelik serta sarana dan prasarana untuk pejalan kaki yang belum terlalu sempurna.

“Jumlah kecelakaan lalu lintas masih banyak terjadi lantaran sarana dan prasarana untuk pejalan kaki belum aman,” keluh Indra Baruna selaku figur penggagas penyelenggaraan tahunan IRSA.

Adapun pelaksanaan Sharing Session IRSA merupakan forum diskusi antara pemerintah kota dan kabupaten yang menjadi finalis IRSA 2017 dengan sejumlah instansi terkait, jelang penentuan para pemenang penghargaan IRSA 2017.

Selama penyelenggaraannya, IRSA telah bekerja sama dengan lima pilar keselamatan LLAJ termasuk Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kepolisian dan Kementerian Kesehatan. Kolaborasi ini merupakan langkah positif sebagai bentuk sinergi berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong pelaksanaan penerapan tata kelola keselamatan jalan yang baik di Indonesia.

IRSA merupakan wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan.

IRSA adalah rangkaian dari program corporate social responsibility Adira Insurance yang bertajuk kampanye “I Wanna Get Home Safely!” Kampanye ini digagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia, serta terus berupaya untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintahan, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan berbagai pihak lainnya untuk terus peduli terhadap keselamatan jalan. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *