Kolom
Di Balik Horor Pohon Sukun
Gde Mahesa
Melihat pohon sukun ukuran besar disaat petang hari, membuat imaginasi bisa kesana kemari. Bagaimana tidak? Batang yang besar dengan tekstur penuh lipatan serta ranting seperti tangan menggapai dengan daun yang lebar-lebar dan buahnya bulat gemoy bagai raksasa tegar berdiri menyeramkan.
Tapi nanti dulu. Buah sukun yang lembut menggoda untuk dikonsumsi dengan digoreng atau direbus dengan santan kelapa wuihhhkkk dijamin ketagihan. Dan konon pohon sukun, telah dibudidayakan selama ribuan tahun.
Buah sukun yang kaya akan nutrisi, dijadikan sumber pangan seperti ubi atau singkong. Selain manfaatnya secara ekonomi dan lingkungan, pohon sukun juga memiliki makna simbolis dalam berbagai kepercayaan. Sebagian masyarakat mengaitkan dengan mitos tentang kesuburan, kelimpahan, serta perlindungan spiritual.
Pohon sukun (Artocarpus altilis) memang tidak asing diberbagai budaya terutama di wilayah Asia dan Pasifik.
Dalam mitos masyarakat Jawa, pohon sukun menjadi salah satu pohon angker, seperti teman-temannya pohon Beringin dan pohon Asam Jawa, yang mana diceritakan bahwa pohon sukun merupakan tempat di mana para pocong, jin, dan kuntilanak sering nongkrong dan ngerumpi.
Sebenarnya cerita mitos tersebut dimaksudkan agar pohon-pohon tersebut tidak ditebang, juga agar buah dan daunnya tidak sembarangan diambil orang.
Mitos lain adalah pohon Sukun dianggap sebagai pembawa kesialan namun belum jelas kesialan seperti apa yang diakibatkan dari pohon ini. Semua itu dikarenakan pohon sukun dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat Genderuwo. Bahkan dari mitos itu muncul larangan untuk tidak melewati pohon sukun ketika tengah malam untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tentunya ini juga mungkin agar buahnya tidak diambil orang.
Bahkan, di beberapa daerah atau negara, pohon sukun dianggap memiliki energi mistis.
Di Nepal, pohon sukun dikaitkan dengan Dewi Ficus, yang dipercaya sebagai perwujudan dewi alam semesta yang memberikan perlindungan dan kesuburan bagi makhluk hidup.
Sementara itu, di India, pohon sukun dipercaya sebagai manifestasi Dewa Banyan, yang melambangkan keabadian serta nilai-nilai spiritual. Kepercayaan ini membuat pohon sukun sering ditanam di tempat-tempat suci atau digunakan dalam ritual tertentu.
Sedangkan dalam budaya Jawa, pohon sukun memiliki makna khusus. Disebutkan dalam Primbon, kitab tradisional yang memuat berbagai pengetahuan tentang kehidupan, nasib, dan ramalan, pohon sukun melambangkan keberanian, kekuatan, dan perlindungan.
Pohon sukun yg ditanam didepan rumah diyakini bahwa sang pemilik rumah memiliki keberanian yang besar serta perlindungan dari energi negatif atau gangguan makhluk halus.
Meskipun mitos mengenai pohon sukun begitu kuat dalam berbagai kepercayaan, setiap individu tetap memiliki kebebasan dalam menafsirkannya. Bagi mereka yang percaya, pohon sukun bukan sekadar tanaman biasa, tetapi juga simbol keberanian, perlindungan, dan kekuatan spiritual.
Dari segi medis, pohon Sukun ini banyak mamfaatnya, bukan hanya buahnya saja yang bisa berguna, tapi dari semua bagian.
Bunganya saja berkhasiat mengatasi sakit pada gigi dengan cara membakar bagian bunga hingga hingga jadi abu kemudian dioleskan pada daerah gusi atau gigi yang sedang sakit. Juga batang, daun, akar hingga getahnya pun sangat berkhasiat untuk mengobati atau menyembuhkan berbagai macam penyakit akut maupun kronis sekalipun.
Bagi yang skeptis, pohon sukun hanya sekedat pohon yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis.
Terlepas dari kepercayaan yang dianut, pohon sukun tetap menjadi bagian penting dari alam dan budaya yang patut dihargai. Sruputtt kopi pahitnya…… Bullll bullll klepussss…..
