• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Buku Sukarnologi Segera Terbit

Buku Sukarnologi Segera Terbit

admin by admin
November 15, 2018
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Dari kiri ke kanan: Aji Subekti, M.Hum, Dr Suyatno, Roso Daras, dan moderator Nova Catur. (ist)

Kerja keras dan kerja marathon tim penulis UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Blitar segera membuahkan hasil. Satu karya buku berjudul “Sukarnologi: Sosialisme Indonesia” sedia diluncurkan Desember 2018. Terkait hal itu, kemarin (14/11/2018), panitia penulisan buku melakukan bedah buku, yang menghadirkan dua narasumber, Dr Suyatno dan Roso Daras.

Penanggung Jawab penerbitan buku, Dra. Janti Suksmarini, MM saat membuka acara pagi itu mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkaya kajian-kajian pemikiran Sukarno di Indonesia. Harapannya, ada nilai-nilai konstruktif yang bisa diresapi oleh jiwa rakyat Indonesia dalam rangka merealisasikan Amanat Penderitaan Rakyat. Secara khusus dimaksudkan untuk mengembangkan dan memberdayaan koleksi khusus Bung Karno sebagai fungsi pengkajian dan penelitian pemikiran dan ide Sukarno.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusunan Buku, Aji Subekti, M.Hum menambahkan, tujuan penyusunan buku Sukarnologi ini adalah mengidentifikasi pemikiran-pemikiran Sukarno tentang sosialisme Indonesia yang terdapat di dalam karya-karya Sukarno dan merekam pengetahuan dari saksi atau pakar serta situs-situs yang berhubungan dengan Sukarno. Untuk itu, bahkan tim telah menyambangi makam Marhaen di Bandung Selatan.

Marhaen adalah tokoh yang menginspirasi Bung Karno melahirkan ajaran Marhaenisme. Sebuah paham yang disebut Bung Karno sebagai Marxisme ala Indonesia. Marxisme yang “berketuhanan”. Sayang memang, panitia tidak bisa menelusur lebih jauh mengenai silsilah Marhaen. Bahkan tim ini menjumpai kondisi yang berbeda.

Bung Karno dalam buku yang ditulis Cindy Adams mengatakan, bahwa Marhaen adalah sosok petani yang memiliki sebidang lahan sawah, memiliki alat produksi sendiri, dan menghasilkan padi yang hanya cukup untuk dimakan sendiri bersama keluarganya. Sedangkan, dari penuturan cucu Marhaen yang dijumpai tim penulis, disebutkan bahwa kakeknya adalah seorang buruh atau pekerja tani, tanpa kepemilikan lahan.

Pendeknya, buku ini akan menjadi sumber kajian yang menarik tentang sosialisme Indonesia. Bahkan, Dr Suyatno, mantan Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang notabene penggagas ide buku ini, mengatakan, rancangan buku ini sudah bagus. Ia berharap buku itu nanti bisa menjadi referensi mengenai Sukarnologi utamanya dalam cabang sosialisme Indonesia.

Sementara itu, penulis buku-buku Bung Karno, Roso Daras menyebut, buku tersebut bagus, tetapi kurang menarik. Ia berdalih, sistematika penulisan yang menggunakan pola induktif, khas karya ilmiah, menjadikan pembaca dibawa ke ranah pemahaman tentang sejarah sosialisme, sebelum sampai ke pokok soal.  “Akan lebih menarik jika bagian utama buku ini langsung mengupas ihwal gagasan sosialisme Indonesia versi Bung Karno. Sementara, bahan penunjang ada di bab belakang. Itu dari kacamata saya sebagai pembaca,” ujar Roso.

Diskusi pun bergulir ke arah, bagaimana karya buku tersebut bisa merebak menjadi khasanah pemikiran bangsa. Roso menyebut, harapan itu akan sulit tercapai, jika tidak disertai effort yang sungguh-sungguh untuk menggarap segmen milenial. Segmen inilah yang akan memegang tampuk pemerintahan di masa yang akan datang.

“Bicara Sukarnoisme, bicara Sukarnologi di sini, ibarat menebar garam di laut. Yang harus kita pikirkan adalah, bagaimana memasukkan ide-ide besar Bung Karno kepada generasi muda. Ini perlu pendekatan yang aktual dan kontekstual. Mereka adalah generasi yang relatif tidak lagi mempedulikan soal isme. Meski begitu, pada dasarnya mereka juga makhluk sosial. Persoalannya sekarang adalah, bagaimana menyentuh segmen ini dengan sajian bacaan yang pas,” papar Roso Daras, yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Aku dan Sukarno, itu. (rr)

Tags: bung karnodr suyatnojayakartanewsperpustakaan bung karnoroso darassukarnoismesukarnologi
Previous Post

Dubes Ukraina Menyoal “Pemilu Ilegal” Rusia di Donetsk dan Luhansk

Next Post

Nana Begitu Dibela Anak Autisnya

admin

admin

Next Post
Nana Begitu Dibela Anak Autisnya

Nana Begitu Dibela Anak Autisnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version