• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Perang Fondasi dan Kedaulatan Tambang Indonesia

Perang Fondasi dan Kedaulatan Tambang Indonesia

May 5, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 26, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Perang Fondasi dan Kedaulatan Tambang Indonesia

by admin
May 5, 2026
in Kabar
0
Perang Fondasi dan Kedaulatan Tambang Indonesia
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dari Emas Papua, Nikel Sulawesi, hingga Timah Bangka dalam Perebutan Sistem Dunia

Oleh: Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol

PENDAHULUAN: DUNIA YANG BERUBAH TANPA SUARA

Dunia hari ini tampak relatif tenang. Tidak ada perang besar yang secara terbuka mempertemukan kekuatan militer sebagaimana dalam sejarah abad ke-20. Tidak ada invasi besar yang secara langsung menghancurkan negara lain di depan mata dunia.

Namun ketenangan ini sesungguhnya menipu.
Di baliknya, berlangsung satu bentuk perebutan yang jauh lebih dalam, lebih sunyi, dan justru lebih menentukan: perebutan atas fondasi yang membuat suatu bangsa mampu berdiri, berproduksi, dan menentukan arah masa depannya.

Jika dahulu bangsa-bangsa besar datang ke Nusantara karena rempah-rempah[^1], maka hari ini dunia datang karena sesuatu yang lebih mendasar: mineral, energi, data, dan sistem yang menopang peradaban modern.

Bentuknya tidak lagi kolonialisme klasik. Ia tidak hadir dalam wujud kapal perang dan benteng. Ia hadir dalam bentuk investasi, teknologi, rantai pasok, penguasaan pemrosesan, serta pembentukan ketergantungan yang tidak selalu disadari.

Di titik inilah kita harus membaca ulang posisi Indonesia—dan khususnya sektor pertambangan—dengan cara yang sama sekali berbeda.

INDONESIA: KEKAYAAN BESAR, KEDAULATAN YANG BELUM SEPENUHNYA TERKUNCI

Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan mineral paling lengkap di dunia.

Di Papua terdapat emas dan tembaga dalam skala global, seperti Grasberg yang menjadi salah satu tambang terbesar dunia[^2].

Di Sulawesi dan Maluku, Indonesia menguasai cadangan nikel terbesar dunia dan kini menyumbang lebih dari separuh produksi global[^3].

Di Kalimantan terdapat batubara dan bauksit dalam jumlah besar.

Sementara di Bangka Belitung dan Kepulauan Riau, timah telah lama menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen utama dunia[^4].

Jika dilihat dari sudut pandang geologi, Indonesia bukan sekadar negara berkembang. Indonesia adalah simpul penting dalam rantai energi dan industri global.

Namun sejarah menunjukkan satu fakta yang tidak bisa diabaikan:
Kekayaan tidak otomatis menjadi kedaulatan.

Masalah utama bukan terletak pada apa yang dimiliki, tetapi pada siapa yang mengendalikan sistem di baliknya.

DUNIA TAMBANG: DARI KOMODITAS MENUJU PEREBUTAN KENDALI SISTEM

Dunia hari ini tidak lagi sekadar berebut sumber daya. Dunia berebut kendali atas rantai pasok.

Mineral tidak lagi berhenti sebagai bahan mentah. Ia telah menjadi bagian dari sistem yang lebih besar:
kendaraan listrik,
energi terbarukan,
kecerdasan buatan,
industri digital,
hingga sistem pertahanan modern.

Permintaan terhadap mineral kritis meningkat tajam seiring transisi energi global[^5]. Namun pada saat yang sama, rantai pasok mineral tersebut semakin terkonsentrasi pada segelintir negara[^6].

Ketika satu negara menguasai pemrosesan, negara lain akan bergantung.

Ketika ketergantungan terjadi, keputusan ekonomi, industri, bahkan politik dapat dipengaruhi tanpa tekanan militer.
Inilah bentuk kekuasaan baru: tidak terlihat, tetapi menentukan.

NIKEL: GAMBARAN NYATA PERGESERAN KENDALI GLOBAL

Indonesia berhasil menjadi pemain utama dunia dalam nikel. Namun keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan dinamika baru yang harus dibaca dengan jernih.

Sebagian besar kapasitas hilirisasi nikel nasional saat ini didukung oleh investasi asing, terutama dari China. Beberapa laporan industri menyebut bahwa sekitar 70–75% kapasitas pemrosesan nikel Indonesia terafiliasi dengan entitas tersebut[^7].

Fakta ini tidak harus dibaca sebagai ancaman semata. Namun ia merupakan peringatan strategis yang tidak boleh diabaikan.

Dalam konteks Perang Fondasi, kendali tidak selalu direbut secara paksa. Seringkali ia berpindah melalui ketergantungan yang dibiarkan tumbuh.

Jika suatu negara menguasai pemrosesan sementara negara lain hanya memiliki bahan mentah, maka yang terjadi bukan kerja sama setara, tetapi ketergantungan struktural.

TIMAH: DARI KOMODITAS MENJADI MEDAN KEDAULATAN NEGARA

Berbeda dengan nikel yang kini menjadi perhatian global karena perannya dalam energi masa depan, timah memiliki karakter yang lebih kompleks dan sering tidak sepenuhnya disadari nilai strategisnya.

Selama puluhan tahun, timah Indonesia dipandang sebagai komoditas ekspor biasa. Namun dalam praktiknya, sektor ini justru memperlihatkan salah satu bentuk paling nyata dari bagaimana sebuah negara dapat kehilangan kendali atas sumber dayanya sendiri.

Dalam periode tertentu, tata kelola pertimahan menghadapi tekanan serius:
aktivitas ilegal yang meluas,
produksi yang tidak sepenuhnya tercatat,
rantai distribusi yang bergerak di luar kendali resmi,
serta keterlibatan berbagai kepentingan yang membentuk sistem bayangan[^8].

Akibatnya, negara tidak sepenuhnya kehilangan sumber daya, tetapi kehilangan kendali atas alur nilainya.

Di sinilah perbedaan mendasar harus dipahami:
bukan sumber daya yang hilang, tetapi sistem yang tidak terkunci.

Upaya perbaikan yang berjalan saat ini harus dibaca sebagai perubahan paradigma.

Pendekatan lama yang bertumpu pada penindakan tidak lagi cukup. Yang dibutuhkan adalah penguncian sistem secara menyeluruh:

wilayah IUP dikendalikan secara nyata,

produksi tercatat secara disiplin,

mitra dibatasi sebagai penyedia jasa,

niaga disatukan dalam satu sistem,

dan data menjadi pusat kendali.

Ketika sistem ini berjalan, maka kebocoran tidak lagi bergantung pada moral individu, tetapi terputus oleh desain sistem.

Namun nilai strategis timah tidak berhenti di situ.
Di balik timah, terdapat mineral ikutan seperti monasit dan xenotim yang mengandung rare earth elements (REE), serta potensi unsur seperti thorium.

REE merupakan komponen penting dalam baterai kendaraan listrik, magnet permanen, turbin angin, teknologi militer, hingga sistem elektronik modern[^9]. Sementara thorium membuka kemungkinan energi masa depan yang lebih aman dibanding uranium.

Artinya, timah bukan lagi sekadar logam.

Timah adalah pintu masuk ke sistem energi dan teknologi masa depan.

Dalam konteks ini, Bangka Belitung tidak lagi dapat dipandang sebagai wilayah tambang biasa. Ia adalah simpul strategis dalam peta Perang Fondasi global.

Jika Indonesia hanya menjual timah, maka kita tetap berada di posisi pemasok.

Namun jika Indonesia mampu menguasai pengolahan, data cadangan, teknologi, serta rantai nilai mineral ikutannya, maka posisi Indonesia berubah menjadi pengendali.

PERANG FONDASI: KERANGKA MEMBACA KONFLIK MODERN

Dalam berbagai tulisan dan pemikiran strategisnya, Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol memformulasikan konsep Perang Fondasi sebagai kerangka untuk memahami pergeseran konflik modern.

Perang Fondasi adalah bentuk konflik strategis modern yang berfokus pada penguasaan dan pengendalian sistem dasar suatu bangsa—meliputi energi, data, dan persepsi.

Dalam konteks tambang, konsep ini menjadi sangat nyata.

Energi berasal dari mineral.
Data berasal dari sistem produksi dan distribusi.
Persepsi terbentuk dari narasi publik.

Jika tiga fondasi ini tidak dikuasai, maka negara dapat kehilangan arah tanpa harus diserang.

AGRINAS: KEDAULATAN SISTEM DALAM SKALA NASIONAL

Logika yang sama berlaku dalam sektor lain, termasuk pangan.

Gagasan seperti Agrinas menunjukkan bahwa kedaulatan tidak cukup hanya pada produksi. Yang menentukan adalah kendali sistem—dari hulu hingga distribusi.

Tambang dan pangan mungkin berbeda sektor, tetapi berada dalam prinsip yang sama:
siapa menguasai sistem, dia menguasai arah.
Inilah Perang Fondasi dalam konteks domestik.

PENUTUP: JANGAN MENGULANG SEJARAH DALAM BENTUK BARU

Sejarah Nusantara telah memberikan pelajaran yang sangat jelas.

Dulu, kita kaya rempah, tetapi kendali berada di tangan pihak lain.

Hari ini, kita kaya mineral.
Namun bentuk penguasaan tidak lagi datang dengan kapal dan meriam. Ia hadir melalui sistem, teknologi, pasar, dan data.

Jika kita tidak memahami ini, maka kita berisiko mengulang sejarah yang sama—dalam bentuk yang lebih halus.

Bukan penjajahan fisik, tetapi ketergantungan sistemik.

Perang hari ini bukan lagi tentang menghancurkan yang terlihat, tetapi menguasai yang membuat kita bisa berdiri.
Dan tambang adalah salah satu fondasi itu.

Jakarta, Mei 2026
Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol

CATATAN KAKI
[^1]: LPEM UI, Economic History of Indonesia, 2015
[^2]: USGS, Mineral Yearbook Indonesia 2023
[^3]: S&P Global, Mining Outlook 2024
[^4]: USGS, Tin Statistics 2023
[^5]: IEA, Critical Minerals Outlook 2024
[^6]: IEA, Critical Minerals Outlook 2025
[^7]: Reuters, 2025 – Nickel processing capacity Indonesia
[^8]: Laporan BPKP & Kejaksaan RI, 2024 (kasus timah)
[^9]: World Bank, Minerals for Climate Action

Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version