Bogor Open Archery 2022: Event Internasional yang Sepi Peliputan

 Bogor Open Archery 2022: Event Internasional yang Sepi Peliputan

Atlet peraih emas memperlihatkan hasil bidikan busur panah di atas papan bantalan (nat)

JAYAKARTA NEWS – Pesta pekan olahraga panahan tingkat internasional Bogor Open Archery yang memperebutkan Piala Presiden RI di Gelanggang Olahraga Pajajaran Kota Bogor, masih sepi peliputan media massa. Event terbesar yang pernah dilaksanakan di tingkat Asia ini diikuti 1230 atlet panahan dan lebih dari 500 ofisial. Negara peserta selain tuan rumah Indonesia, hadir atlet panahan dari negara India, Thailand, Malaysia dan Filiphina. Kontingen Uni Emirat Arab mengkonfirmasi batal hadir karena alasan teknis keterlambatan konfirmasi keberangkatan.

Tidak kurang dari wakil  25 Propinsi  di Indonesia ikut hadir berpartisipasi. “Ini sebenarnya event besar dengan peserta terbesar. Sepinya peliputan dan peran sponsor mungkin karena kita baru lepas dari ancaman pandemi covid 19 dan baru mulai bangkit kembali,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara Rizal Barnadi ketika di konfirmasi oleh Jayakarta News di arena pertandingan.

Tim panahan Dompu bergaya (nat)

Menurut Ketua Pengurus Cabang Olahraga Panahan Kota Bogor ini, hampir semua kategori usia dari 9 tahun, 13 tahun, 15 tahun dan dewasa dipertandingan. Ada sebanyak 330 medali diperebutkan pada event akbar panahan ini.

Ketua Panpel Bogor Open Archery Rizal Barnadi (nat)

Banyaknya jumlah peserta membuat panitia menyiapkan 42 bantalan dalam venue pertandingan. Bantalan yang dimaksud adalah papan target untuk bidik busur pemanah.

Menyambut event sebesar ini tidak banyak perubahan berarti aktivitas kehidupan masyarakat di Kota Bogor. Padahal pentas olahraga besar dengan memperebutkan piala Presiden RI ini bisa saja dikolaborasi dengan kegiatan pariwisata dan geliat ekonomi kreatif masyarakat.  Yang menonjol hanya tampak puluhan booth UMKM di depan stadion GOR Pajajaran.

Mungkin berdampak langsung akibat pesta akbar olahraga panahan di Kota hujan adalah tingkat okupansi hotel meningkat tajam. Selama sepekan  hingga penutupan Minggu, 3 Juli nanti, masyarakat khususnya wisatawan yang datang ke Kota Bogor akan kesulitan mencari kamar hotel. (nat)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.