Berjanjilah di Air Terjun Janji

 Berjanjilah di Air Terjun Janji

Tampak di kejauhan air terjun Janji. Aliran airnya ditampung di dua kolam pemandian. (foto: roso daras)

Jayakarta News – Hampir semua objek wisata berupa air terjun, memiliki narasi menarik yang melatarbelakanginya. Acap kali berupa mitos, cerita turun-temurun, atau sejarah yang belum terverifikasi.

Seperti objek yang satu ini: Air Terjun Janji. Objek wisata yang terletak di Desa Marbun Toruan, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara juga menyimpan “sesuatu” di balik namanya yang unik.

Kehadiran air terjun Janji, menggenapi keindahan Danau Toba dan sekitarnya. Sebab, di sekitar kawasan telaga vulkanis terbesar di dunia ini, tidak hanya menyimpan pesona hamparan air tenang nan biru saja, melainkan tampak juga keindahan-keindahan dari gugusan barisan gunung, bebukitan batu, dan beberapa air terjun yang sangat mempesona.

Air terjun ini termasuk salah satu tujuan kunjungan peserta Kemah Pers Indonesia (KPI) yang diselenggarakan di Pulau Sibandang, 14 – 16 November 2019. Para peserta KPI bersama Camat Muara Josua Napitupulu, beberapa personil kepolisian dan TNI hari itu menuju Air Terjun Janji menggunakan kapal KM Sari Roma yang dinakhodai Hasangabun Rajagukguk.

Panorama air terjun Janji ini bahkan bisa dilihat dari tepi jalan raya. (foto: roso daras)
Air terjun Janji. Di sini konon, para raja berikrar janji. (foto: monang sitohang)

Dimulai dari Desa Sibandang, perjalanan pun ditempuh sekitar satu jam. Selama dalam perjalanan peserta melihat dari dekat hamparan air nan biru dengan ombak-ombak kecil. Beberapa pulau kecil terlihat seperti Simamora dan Sihombing. Dua pulau laun selain Samosir dan Sibandang. Bedanya, Simamora dan Sihombing adalah dua pulau tak berpenghuni.

Sekitar 20 menit perjalanan rombongan sampai di Desa Sampuran yang masih berada di Pulau Sibandang, setelah beberapa menit kemudian tampak juga Desa Papande, kemudian menuju Bakara, Kabupaten Humbahas, Kecamatan Baktiraja, Desa Tipang sebelah barat, dan utaranya Pulau Samosir, Kecamatan Nainggolan.

Tanpa terasa kapal yang mengitari Pulau Sibandang yang membawa para rombongan KPI nyandar di Desa Marbun Toruan tak jauh dari Air Terjun Janji. Melalui jalan berbatu sejauh 100 meter, sudah sampak dari kejauhan, air terjun yang sangat indah itu.

Air terjun Janji ini tidak seperti air terjun lainnya, yang ada di sekitar Danau Toba. Lokai air terjun Janji ini tampak dari tepi jalan raya yang menghubungkan Kabanjahe dan Bakara. Jadi selain dapat ditempuh dengan kapal juga bisa dijangkau melalui jalur darat dari Medan ke Bakkara.

Mendekati air terjun Janji, mulai terdengar gemuruh air tumpah dari ketinggian sekitar 50 meter. Memang tidak setinggi air terjun Sipisopiso, namun keindaha lokasi yang membuat air terjun Janji ini semakin menarik. Aliran air ditadah di dua tempat pemandian, masing-masing pemandian putri dan putra, sebelum akhirnya mengalir lepas ke Danau Toba.

Air Terjun Janji ini memiliki debit air yang cukup besar, sehingga bisa dikatakan sangat jarang manusia dapat mandi persis di titik jatuhnya air. Hawanya dingin semburan butiran air ke tubuh seakan-akan hari sedang hujan, sehingga pengunjung seperti terhipnotis untuk berlama-lama menikmati dan mendekati titik tumpahan air sambil berswafoto.

Di sinilah dahulu kala, para raja berikrar janji. Perjanjian raja-raja yang akhirnya membentuk peradaban masyarakat Batak di sekitar Danau Toba. Mitos yang berlaku, jika ada janji yang ingin diucapkan, maka ucapkanlah di air terjun Janji. Niscaya, janji itu akan tertepati nanti.

Pernah terjadi. Belum lama. Sepasang suami-istri mengucap janji di sini. Sebuah janji yang berkaitan dengan belum hadirnya momongan (anak). Entah janji apa yang diucap, tetapi tak lama kemudian pasangan itu dikaruniai anak.

Kepercayaan itu memang sudah viral. Tak heran jika ribuan janji telah terucap di sini. (monang sitohang)

Sepanjang pendakian mendekat ke lokasi air terjun Janji, kita disuguhi pemandangan yang indah. Air terjun mengair menuju Danau Toba melalui sela-sela bebatuan. (foto: roso daras)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *