Agribisnis
GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Mei 2026 Turun 28 Persen
JAYAKARTA NEWS – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat ekspor produk sawit pada Mei 2026 turun 28,14 persen dibanding periode sebelumnya. Produksi minyak sawit (curde palm oil/CPO dan pada Mei juga turun.
“Total ekspor produk sawit pada Mei 2026 hanya mencapai 1.996 ribu ton, turun 28,14 persen dibandingkan April sebesar 2.777 ribu ton,” ungkap Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2026).
Mukti menyebut, penurunan terjadi pada ekspor olahan minyak sawit yang hanya mencapai 1.423 ribu ton dari 2.041 ribu ton (-30,26 persen), ekspor CPO menjadi 31 ribu ton dari 153 ribu ton (-79,7 persen). Selanjutnya ekspor olahan minyak inti sawit menjadi 55 ribu ton dari 97 ribu ton (-43,4 persen).
“Meskipun demikian, secara kumulatif Januari-Mei 2026, total ekspor mencapai 13.320 ribu ton, lebih tinggi 10,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 12.080 ribu ton,” ujar Mukti.
GAPKI juga mencatat, nilai ekspor produk sawit pada Mei 2026 mencapai US$2,49 miliar, turun dari US$3,38 miliar pada April atau sebesar minus 26,3 persen. Rata-rata harga CPO CIF Rotterdam pada bulan Mei US$ 1.453/ton lebih rendah dari harga rata-rata bulan April sebesar US$ 1.566 (-7,2 persen).
Secara kumulatif Januari-Mei 2026, nilai ekspor mencapai US$15,526 miliar, lebih tinggi 13,82 persen dari tahun 2025 sebesar $ 13,641 milliar.
Rata-rata harga CPO Cif Rotterdam selama Januari-Mei 2026 tercatat US$1.417 per ton, lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode yang sama tahun 2025 sebesar US$1.186 per ton.
Menurut negara tujuannya, penurunan ekspor pada Mei dibandingkan April antara lain terjadi untuk tujuan China sebesar 164 ribu ton (-30 persen), India sebesar 124 ribu ton (-60 persen).
Penurunan ekspor juga terjadi di Afrika sebesar 140 ribu ton (-36 persen), EU sebesar 26 ribu ton (-5 persen), USA sebesar 78 ribu ton (-37 persen), Malaysia sebesar 49 ribu ton (-36 persen). Kenaikan ekspor dijumpai untuk tujuan Russia sebesar 86 ribu ton (+216 persen).
Namun apabila dihitung secara kumulatif selama periode Januari-Mei, ekspor ke China 46 persen lebih tinggi dari tahun 2025, ke India 3 persen lebih tinggi, Afrika 14 persen lebih tinggi, EU 3 persen lebih tinggi, sebaliknya USA 8 persen lebih rendah dari tahun 2025. (yog)
