Belajar dari Pembukaan Sekolah di Negara Lain

 Belajar dari Pembukaan Sekolah di Negara Lain

Sejak Mei 2020 lalu, siswa Korea Selatan sudah memulai pembelajaran tatap muka. Ketika kasus Covid per hari di bawah 50– sumber foto apnews.com

JAYAKARTA NEWS— Sekalipun Covid-19 menjadi masalah disemua negara, kerentanan dan risiko bisa berbeda. Indonesia mesti menyelisik dengan hati-hati kerentanan dan kapasitasnya sendiri dalam mengelola risiko pembukaan sekolah sehingga bisa memproyeksikan dengan baik untung ruginya. Demikian diungkap Retno Listyarti, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan, baru baru ini.

Anak-anak di Korea Selatan misalnya, tutur Retno, mereka kembali ke ke kelas pada pertengahan Mei ketika kasus setiap hari di bawah 50 orang. Sempat mengalami peningkatan kasus sehingga kembali menerapkan pengajaran daring di beberapa sekolah, tetapi dengan kecepatan surveilans, wabah kembali bisa dikendalikan.

Siswa-siswa kembali ke sekolah pada Mei lalu– sumber foto cnn.com

Namun, Israel mengalami kegagalan. Mereka kembali menutup sekolah pada 3 Juni setelah membukanya pada 3 Mei. Hanya sebulan setelah membuka sekolah, ada 2.026 siswa, guru, dan staf dinyatakan positif Covid-19 dan 28.147 siswa dikarantina karena diduga terpapar virus.

Di satu sekolah, ada lebih dari 130 kasus. Secara nasional, jumlah kasus meningkat dari 50 kasus baru setiap hari menjadi sekitar 1.500 kasus per hari dalam sebulan. Data mengungkapkan, sekolah menjadi tempat infeksi tertinggi kedua selama bulan Juni (majalah Time, 20 Juli 2020).

Banyak kajian  menunjukkan penutupan sekolah bisa mengerem laju penularan dan kematian akibat Covid-19. Kajian Katherine A Auger menyebut, penutupan sekolah di Amerika Serikat pada 9 Maret hingga 7 Mei 2020 menurunkan insiden Covid-19 hingga 62% dan kematian berkurang 58%. Dengan mengekstrapolasi temuan mereka ke populasi AS, peneliti menyimpulkan, penutupan  sekolah mengurangi sekitar 1,37 juga kasus dan kematian hingga 40.600 orang (Journal of the American Medical Association, 29 Juli 2020).

Data memang menjadi kunci. Secara nasional, jelas wabah di Indonesia belum terkendali dengan penambahan rata-rata di atas 1.500-2.000 kasus baru setiap hari dan kematian rata-rata di atas 50 orang per hari, sehingga menempatkan kita di nomor urut  ke-23 negara dengan total kasus dan nomor ke-20 kematian terbanyak di dunia.***/ebn

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *