Aksi Korporasi
Petani Sawit Swadaya Raih Sertifikasi RSPO melalui Program SMILE
JAYAKARTA NEWS – Petani swadaya binaan Asian Agri, Apical, dan Kao Corporation berhasil menerima sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada Konferensi Tahunan RSPO (RT2025) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 5 November 2025 lalu.
“Keberhasilan ini menjadi tonggak penting melalui program kolaboratif SMILE (SMallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment),” ungkap Head of Sustainability Asian Agri, Ivan Novrizaldie dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).
Ivan menekankan pentingnya kemitraan tersebut. Asian Agri memberikan pelatihan langsung tentang praktik budidaya yang baik dan membantu petani mempersiapkan diri untuk sertifikasi keberlanjutan.
“Setiap dari kita memiliki peran yang krusial, namun komitmen bersama terhadap petani lah yang benar-benar membuat program ini berhasil,” ujar Ivan.
Kepala Kelompok Petani Wahyu Agung, Bambang Guntoro mengaku awalnya banyak yang meragukan program SMILE ini. Baginya pengalaman tersebut mengubah kepercayaan yang lebih luas saat para petani kecil mulai melihat hasil nyata.
“Tetapi ketika manfaatnya mulai terlihat, semakin banyak petani yang bergabung pada fase kedua,” ujar Bambang.
Hal serupa diungkapkan, Kepala Kelompok Petani Perkumpulan Berkah Mulia Tani Eka Chandra, yang menekankan ketekunan di balik pencapaian ini.
“Kesuksesan ini adalah kemampuan untuk terus maju dan mengatasi satu kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat,” ujar Eka.
Eka menambahkan bahwa tanpa dukungan dari program SMILE, akan jauh lebih sulit bagi petani untuk tetap konsisten menghadapi setiap tantangan.
Head of Sustainability Apical, Tor Mooi See, menekankan bahwa upaya ini bersifat berkelanjutan.
“Bagi kami, keberlanjutan adalah perjalanan yang terus berlangsung, yang kami jalani bersama mitra, pemasok, dan petani plasma,” ujar Tor Mooi.
Perjalanan ini, kata Tor Mooi See, dibentuk oleh rantai pasok yang transformatif, yang mengedepankan prinsip sirkular, inklusif, dan pertumbuhan bersama.
“Dengan bekerja sama erat dengan petani, kami menciptakan perubahan positif yang bertahan lama, dari lahan hingga pasar,” jelas Tor Mooi See.
Berdasarkan komitmen ini, Apical akan terus mendorong penggunaan kredit RSPO dari petani plasma dalam beberapa bulan ke depan, sebagai upaya memperkuat dukungan jangka panjang bagi petani independen yang bersertifikasi.
Kao Corporation menegaskan hal yang sama, menyoroti bagaimana kolaborasi melalui SMILE juga memperkuat fondasi praktik sourcing yang bertanggung jawab di seluruh rantai nilai.
“Kao menyambut pencapaian ini. Rantai pasok yang andal dan dapat dilacak membantu kami mempertahankan standar produk tinggi yang diharapkan pelanggan, dan kemitraan seperti SMILE memberi kami keyakinan untuk terus berinovasi sekaligus menghadirkan kualitas yang konsisten,” ujar Terasawa Kenji, Vice President, Procurement Strategic Sourcing, Raw Materials, Global Kao Corporation.
Konferensi Tahunan RSPO merupakan ajang global penting yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari seluruh rantai pasok kelapa sawit, mulai dari pekebun, pengolah, dan pedagang hingga produsen barang konsumen, LSM, serta pemerintah.
Sertifikasi menjadi langkah penting bagi para petani swadaya di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi.
Secara keseluruhan, keempat kelompok ini mewakili 1.078 petani yang mengelola total area tersertifikasi seluas 2.804 hektare.
Empat kelompok petani kini telah meraih sertifikasi, yaitu Perkumpulan Tani Maju Badang Sepakat, Perkumpulan Asosiasi Bentang Alam, Koperasi Produsen Perkebunan Kelapa Sawit Wahyu Agung, dan Perkumpulan Berkah Mulia Tani.
Kemajuan yang dicapai tahun ini menunjukkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar upaya masing-masing. Hasil ini lahir dari kolaborasi yang terjalin dalam program SMILE.
Sejak diluncurkan pada 2020, program SMILE telah memberikan pelatihan berharga bagi petani plasma untuk meningkatkan produktivitas, mengelola lahan secara bertanggung jawab, dan memenuhi standar keberlanjutan internasional.
Hingga 2030, program ini menargetkan pemberdayaan 5.000 petani swadaya melalui peningkatan hasil panen, peningkatan pendapatan, dan pencapaian sertifikasi RSPO.
Hingga saat ini, lebih dari 4.000 petani di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi telah mengikuti program ini, dengan 2.834 di antaranya sudah menerima sertifikasi RSPO per Oktober 2025. (yog)
