Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Aksin Minta Prabowo Copot Menteri Satryo - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Kabar

Aksin Minta Prabowo Copot Menteri Satryo

Published

on

Aksin, SH

JAYAKARTA NEWS – Menteri Ristek Dikti, Satryo Soemantri Brodjonegoro masih jadi sorotan alih-alih di- bully. Ia menjadi noda hitam dalam catatan 100 hari kerja Kabinet Merah Putih.

Berbagai komentar negatif tertuju kepada Menteri Satryo, termasuk Silvia Ratnawati Brodjonegoro, sang istri. “Dengan segala hormat, kami mohon Bapak Presiden RI, Jenderal TNI Pur Prabowo Subianto mengevalusi yang bersangkutan,” ujar Aksin, SH seorang pengacara dari Aksin Law Firm.

Kepada pers di Jakarta hari ini (22/1), Aksin menilai, aksi ASN Kementerian Ristek Dikti sebagai fenomena gunung es. “Bisa dipastikan ada satu sebab yang fundamental. Ibarat gunung es, pada waktunya pasti akan mencair. Fenomena ini tak bisa dipandang remeh,” tegas lawyer kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, itu.

Persoalan di Kementerian Ristek Dikti harus ada solusi mendasar. Sebab, aspirasi yang menggelegak menjadi aksi demonstrasi harus dilihat dari perspektif “fox populi, fox dei”. Suara rakyat adalah suara Tuhan.

“Pendemo menteri adalah aspirasi dari lapisan paling bawah di Kementerian. Sudah sepatutnya Kepala Pemerintahan menelisik apa yang terjadi di balik peristiwa itu,” tambah Aksin pula.

Aksin, SH (tengah) saat mendampingi klien di persidangan.

Jika kita menggunakan analogi sederhana, Kementerian sebagai sebuah strktur komunitas keluarga. Jika terjadi persoalan atau kegaduhan di dalamnya, maka yang bertanggung jawab adalah kepala rumah tangga. “Dengan kata lain, Menteri Satryo harusnya introspeksi dan bertanggung jawab atas persoalan dan dinamika yang terjadi di kementeriannya,” tegas Aksin.

Menelisik pemberitaan yang viral di media massa, tak bisa disangkal, persoalan ini akan terus bergulir. Satu per satu, borok menteri dan sang istri terkuak melalui testimoni orang-orang di Kementerian tersebut.

“Masyarakat bisa menarik Kesimpulan, Menteri Satryo Soemantro Brodjonegoro arogan. Orang jawa bilang ‘kemaki’, ‘kemlungkung’, ‘adigang-adigung-adiguna’,” tambah lawyer yang berkantor di Menara 165 Jakarta Selatan, itu.

Sikap yang demikian, menjadi paradoks dengan jabatan yang diemban sebagai Menteri Ristek Dikti. “Sebuah Kementerian yang membidangi persoalan pendidikan tinggi, sains, keilmuan, teknologi, tidak pantas dipimpin menteri dengan perangai kasar, ringan tangan, dan mengabaikan hukum serta tata pemerintahan. Saya pribadi, sangat mendukung jika Bapak Presiden mencopot Menteri Satryo dan menggantinya dengan menteri yang lebih pantas,” pungkas Aksin. (*)

Advertisement