Webinar, Solusi Baru untuk Mengajar

 Webinar, Solusi Baru untuk Mengajar

Oleh Joko Intarto

Informasi ini penting untuk pengelola lembaga pendidikan dan event organizer. Sering kali, pengajar atau pembicara seminar dari luar kota atau luar negeri tidak bisa hadir karena berbagai sebab. Misalnya: waktunya tabrakan dengan jadwal lain. Terpaksa mencari pengajar atau pembicara pengganti.

Memahami persoalan itu, sejumlah web developer di Amerika Serikat mengembangkan platform webinar atau web for seminar berbasis video conference dengan kemampuan menampilkan presentasi power point sebagai solusi mengajar dan seminar jarak jauh.

Saat ini, pengembangan platform Webinar sudah sangat maju. Platform bisa mengakomodasi jumlah pembicara dan peserta mulai 10 hingga 10.000 orang di berbagai lokasi di seluruh dunia.

Pada masa lalu, platform Webinar dikembangkan berbasis hardware. Platform hanya bisa dijalankan bila menggunakan hardware dengan merk dan type tertentu. Platform webinar ini tidak terlalu sukses karena mahal. Pengguna harus membeli software sekaligus hardware.

Sejak lima tahun lalu, telah dikembangkan platform webinar yang berbasis cloud. Platform baru ini diterima secara luas karena pengguna bisa melakukan kegiatan mengajar atau seminar jarak jauh menggunakan laptop, personal computer, tablet PC dan smartphone semua merk dan type apa pun yang dimiliki. Pengguna cukup menyewa lisensi platform dan membayar jasa operator. Tidak perlu berinvestasi.

Penggunaan platform webinar berbasis cloud mulai marak di Indonesia tahun 2016. Bisnis jasa operator webinar pun berkembang sejak itu. PT Jagat Pariwara Media Citra atau Jagaters (www.jagaters.id) merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa operator webinar yang eksis di Indonesia sampai saat ini.

Perkenalan dengan bisnis jasa operator webinar sebenarnya terjadi secara tidak sengaja. Saat itu, Glaxo Smith Kline (GSK), perusahaan multinasional perwakilan Jakarta yang memerlukan operator webinar berbasis cloud untuk membuat seminar di beberapa kota di Indonesia. ‘’Order kami peroleh dari Doubletape, biro jasa komunikasi dan periklanan rekanan GSK. Setelah dipelajari, kami simpulkan bisa melaksanakannya. Jadilah kami vendor jasa operator webinar di perusahaan itu sampai sekarang,’’ tutur Eddy Sujud, manager produksi Jagaters.

Puas dengan event webinar perdana, Jagaters kembali mendapat order dari Doubletape untuk membangun studio webinar di Wisma Standard Chartered, Jakarta Pusat. Dua studio yang berada di lantai 35 itu pun selesai dibangun pada akhir 2016. ‘’Kami juga yang mengoperasikan sampai hari ini,’’ lanjut Eddy.

Sejak itu, Jagaters semakin dikenal sebagai penyedia jasa operator webinar. Khususnya: webinar berbasis cloud. Permintaan datang dari berbagai lembaga pemerintah, kantor kedutaan, BUMN dan swasta: nasional maupun multinasional. ‘’Kami sedang menyelesaikan pembangunan studio webinar baru di kantor Sanofi di Jakarta Timur,’’ papar Eddy.

Selain menyelesaikan studio baru, pada bulan Oktober Jagaters juga mendapat order penyelenggaraan webinar dengan peserta di 200 lokasi. Inilah webinar dengan peserta terbanyak yang pernah dikelola Jagaters. Selama 3 tahun menjalankan jasa operator webinar, peserta terbanyak tercatat hanya 25 kota.

Webinar 200 lokasi itu diinisiasi Sysmex, perusahaan multinasional pembuat peralatan medis dan farmasi berteknologi tinggi. Pesertanya para teknisi di rumah sakit dan perusahaan farmasi. ‘’Kami harus memberi update informasi teknologi kedokteran ini kepada para teknisi tanpa harus hadir di satu kota. Mereka cukup mengikuti di ruang kerja masing-masing,’’ kata Okta Nugraha, eksekutif Sysmex Indonesia.

Dengan metode seminar online, para teknisi bisa melanjutkan pekerjaan seusai seminar. Apalagi, kalau rumah sakit dan perusahaan farmasi hanya memiliki teknisi dalam jumlah terbatas. ‘’Kalau teknisinya harus seminar ke Jakarta, layanan rumah sakit bisa terganggu,’’ kata Eddy.

Belajar dari pengalaman mengelola webinar, Eddy punya gagasan menarik. ‘’Webinar bisa dimanfaatkan untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia,’’ katanya.

Lembaga pendidikan di daerah, lanjut Eddy, bisa menghadirkan pengajar berkualitas dari kota lain, tanpa harus datang secara fisik. Pengajar bisa mengajar dari kantornya atau dari rumahnya menggunakan webinar. ‘’Peserta bisa berinteraksi secara langsung menggunakan video conference atau menulis pertanyaan menggunakan text chat,’’ jelasnya.

Pada masa lalu, gagasan menyelenggarakan pendidikan jarak jauh terkendala dengan keterbatasan bandwidth. Tapi saat ini, pemerintah telah membangun jaringan internet hingga kota kecamatan. Tidak ada alasan lagi untuk terjadinya ketimpangan dalam dunia pendidikan. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *