Webinar “Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada di Masa Pandemi Covid-19”

JAYAKARTA NEWS – Sebagai bentuk partisipasi publik dan concern kalangan kampus Mahasiswa Pascasarjana Universitas Mercu Buana Angkatan 36 mengadakan Webinar:  “Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada dimasa Pandemi COVID-19” pada (25/11).

Hadir sebagai narasumber dalam acara webinar ini: I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, S.T., S.H., M.Si. dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Berton Suar Pelita Panjaitan, SKM., MHM., Ph.D., (BNPB), DR. Heri Budianto, S.Sos., M.Si., (akademisi) dan DR. Aat Surya Safaat, M.M. (wartawan senior).

Dalam acara webinar ini yang berlangsung selama 2,5 Jam ini pembahasan cukup padat dari narasumber dan peserta. Beberapa bahasan isu aktual terkait Pilkada dan partisipasi masyarakat serta bagaimana kesiapan penyelenggara Pilkada untuk pelaksanaan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 mendatang menjadi fokus. Terlebih tantangan pilkada di masa pandemi Covid-19 ini.

Materi dimulai dengan paparan dari Berton Suar Pelita Panjaitan, SKM., MHM., Ph.D. Berton yang menjabat sebagai Kepala Pusdiklat PB BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memaparkan data-data perkembangan penyebaran covid-19 di Kabupaten/ Kota serta Propinsi yang nantinya akan menyelenggarakan Pilkada serentak.

Narasumber Kedua I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, S.T., S.H., M.Si yang merupakan Anggota KPU RI Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, memberikan paparan terkait peraturan yang telah dibuat KPU guna mengatur jalannya rangkaian Pilkada serentak dimasa pandemi Covid 19.

Narsum ketiga DR. Aat Surya Safaat, M.M yang merupakan Wartawan Senior sekaligus Asesor Wartawan Utama pada Uji Kompetensi Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (UKW-PWI) memberikan materi terkait peran media dalam meningkatkan partisipasi publik pada Pilkada di masa Pandemi Covid-19.

Adapun narsum terakhir DR. Heri Budianto, S.Sos., M.Si memaparkan terkait apa yang bisa dilakukan dalam sisa waktu menjelang puncak penyelenggaraan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020. Sebagai akademisi, Herbud panggilan akrabnya mengingatkan kembali sisa waktu yang tinggal 2 minggu lagi sehingga pelaksana pemilihan sudah mulai melakukan kroscek persiapan pelaksanaan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Nani Kusuma Wardhani panitia penyelenggara webinar ini menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara seminar melalui webinar oleh Mahasiswa Paska Sarjana Komunikasi Politik Universitas Mercubuana ini menjadi wujud tanggung jawab publik dan pengabdian masyarakat dari unsur masyarakat sipil dan kalangan akademis utamanya bagaimana menempatkan media mampu berperan sebagai pilar demokrasi politik di Indonesia. Salah satunya dengan melakukan fungsi kontrol publik. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari menjalankan fungsi tersebut. Terlebih situasi Pilkada yang terjadi di tengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, ada tantangan yang berbeda.

“Semoga pemilukada serentak di tengah pandemi Covid-19 bisa sukses, tetap sehat tetap partisipasi tinggi dan hak demokrasi masyarakat tetap terjaga,” pungkas Nani. (*/jnu)

Perlu Jihad dalam Penerapan Protokol Covid-19

JAYAKARTA NEWS—Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menghadiri acara Webinar Launching Buku dengan tema “Pemeliharaan Politik dan Keamanan di Negara Yang Majemuk Dalam Konteks Kerukunan Antar Umat Beragama” di Ruang Rapat Mendagri Gedung A Lantai 2, Kemendagri, Senin (17/8/2020).

Mendagri berharap agar buku tersebut dapat memberikan pemahaman dan pencerahan yang benar terhadap kesalahan perspektif yang selama ini menimbulkan perpecahan, baik untuk umat muslim maupun non muslim.

“Saya kira untuk menjadi narasi yang bisa meng-encounter atau mencerahkan, baik bagi yang masih awam tentang jihad maupun mereka yang sudah terpengaruh terekspos pemahaman narasi yang membolehkan mereka melakukan qital kekerasan,” tuturnya.

Lanjutnya, agama juga dibangun untuk membuat nilai-nilai atau norma-norma yang konstruktif. Konstruktif untuk kedamaian manusia dalam konteks Islam Rahmatan Lil’Alamin. Oleh sebab itu, mengapa penting mendalami buku ini. Karena dalam buku ini akan membahas tentang beberapa tingkatan jihad dan berbagai landasan atau syarat jihad.

“Kekuatan agama dapat menjadi kekuatan yang sangat sangat dahsyat yang bisa menghancurkan, atas nama agama orang bisa membunuh yang lain, atas nama agama menghancurkan yang lain dan itu daya hancurnya lebih berat dibanding separatisme, gerakan nasionalisme, kesukuan dan lain-lain, karena sudah menganggap inilah mandat dari Tuhan oleh karena itulah dengan adanya buku mengenai hal ini,” terangnya.

Tak kalah penting, buku ini juga menulis tentang fenomena yang seringkali dijumpai yaitu perlakuan non muslim di Indonesia. Bagaimana menyadarkan masyarakat akan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia baik dari segi suku, ras, budaya dan bahasa menjadikan Indonesia bangsa yang unik. Di lain sisi, membutuhkan pengetahuan management conflict yang ekstra untuk mengatasi potensi konflik lantaran perbedaan tersebut.

“Saya kira kami tidak perlu tekankan ulang bagaimana keberagamannya, yang jelas salah satu negara yang paling beragam di dunia dan para founding fathers kita sudah memahami betul keberagaman ini adalah kekayaan. Tapi di dalam management conflict setiap perbedaan itu merupakan potensi konflik ini perlu dimanage supaya tidak menjadi pecah menjadi konflik kekerasan,” tegasnya.

Lanjutnya, sambil bercerita tentang konflik kekerasan yang pernah terjadi antar suku, keagamaan dan ras di Indonesia.

Oleh karena itu, Mendagri berharap agar buku ini dapat disebarluaskan dan berguna bagi masyarakat banyak sehingga ada keseimbangan. “Kami berharap dari buku ini akan banyak pencerahan kepada semua pihak dan mohon sekarang juga kalau bisa selain hardcopy mungkin soft copy-nya juga bisa di-share nantinya untuk kita sampaikan kepada publik,” ungkapnya.

Kemudian, sehubungan dengan pandemi Covid-19, Mendagri mengajak kebersamaan dari semua pihak masyarakat tanpa memandang agama, ras dan budaya untuk saling menjaga dan mematuhi protokol kesehatan. Terutama bagi para tokoh-tokoh agama untuk menyosialisasikan pentingnya disiplin protokol kesehatan.

“Peran daripada para tokoh ulama ini sangat sangat penting untuk itulah mungkin kita perlu juga melakukan jihad bahkan mungkin fardhu ain yaitu dalam konteks penerapan protokol Covid-19 ini agar setiap warga masyarakat itu menggunakan masker, mencuci tangan baik dengan sabun maupun handsanitizer dan juga menjaga jarak,” ajaknya.

Mendagri juga memberikan klarifikasi perihal penggunaan air wudhu yang diunggah ke media massa secara sepotong-sepotong sehingga Mendagri dinilai seolah-olah dibenturkan menjadi tidak Islami. Padahal penjelasan Mendagri erat kaitannya berdasarkan literatur dan penelitian yang Shahih.

“Saya sampaikan virus ini adalah virus yang memiliki dua komponen didalamnya protein, diluarnya selaput namanya lipid membran itu selaput lemak. Jadi selama ini akan hancur dengan semua penghancur lemak seperti sabun alkohol klorin dalil lain dipanaskan 56 derajat itu akan hancur lemaknya. Nah, kalau air wudhu saja itu air, air itu tidak menghancurkan lemak sehingga virusnya tidak hancur dengan air. Sehingga saran saya cuci tangan dengan sabun dulu baru kita berwudhu saya sampaikan saya juga wudhu minimal lima kali sehari dan selalu saya dahului dengan cuci tangan dengan air sabun. Karena sabun itulah yang menghancurkan lemak,” jelasnya.***

Webinar IBT – Universitas Teuku Umar

Jayakarta News – Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Teuku Umar ( IBT – UTU) akan melaksanakan Webinar Kewirausahaan, pada hari Rabu, 22 Juli 2020, pukul 10.00 WIB. IBT – UTU merupakan binaan staf khusus presiden Republik Indonesia, Gracia Billy Mambrasar, ST,MBA, M.Sc.

Tema yang diusung dalam webinar ini adalah ‘Strategi Penguatan Kewirausahaan, UMKM, dan Startup yang berkelanjutan – A lesson learning from Covid-19’. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan, daya saing dan pembentukan karakter calon wirausahawan muda dan pengusaha UMKM , pemuda dan mahasiswa agar menjadi pribadi yang tangguh, sejalan dengan nilai-nilai kewirausahaan, dan berkelanjutan yang selalu mengapresiasi kelestarian alam, juga memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar dan mampu menghasilkan nilai tambah.

Kegiatan opening remarks akan dilakukan oleh Rektor Univesitas Teuku Umar, Prof. Dr Jasman J Ma’ruf, MBA, juga guru besar manajemen pemasaran Universitas Syiah Kuala. Webinar IBT – UTU akan menghadirkan Keynote Speaker Dr. Aleu Dohong yang merupakan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Berdasarkan riwayat pendidikannya ia memperoleh gelar Doktor dari The University of Queensland, Australia dan gelar master dari Nottingham, Inggris. Sebelum menjadi Wamen KLH dan Kehutanan, ia menjabat sebagai Deputi Badan Restorasi Gambut.

Hal tersebut disampaikan Koordinator pusat kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Teuku Umar (IBT – UTU) Said Achmad Kabiru Rafiie, SE, MBA melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/7/2020).

Sedangkan pemateri webinar terdiri atas tiga orang yaitu Gracia Billy Mambrasar, ST, MBA, M.Sc, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang merupakan lulusan Oxford University, Inggris dan memperoleh student of the year dari Australian National University (ANU) Australia serta merupakan duta SDG’s dan juga CEO Kitong Bisa. Ia baru saja diterima di Kampus Harvard University, Amerika Serikat sebagai satu-satunya mahasiswa Harvad dari Papua. 

Pemateri selanjutnya adalah Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia Dr. H.M Asrarun N Sholeh, MA, yang pernah menjadi salah seorang Visiting Research Fellow pada National University of Singapore dan merupakan lulusan Universitas Islam tertua Al-Azhar University, Kairo, Mesir, dan juga dosen di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Pemateri webinar selanjutnya adalah Dr. Esther Sri Astuti yang memperoleh gelar doktor dari Maastricht University, Belanda dan merupakan direktur program INDEF, Jakarta. Ia juga dikenal sebagai peneliti UMKM yang mengangkat pengembangan kopi Aceh dalam desertasi doktoralnya.

Untuk pendaftaran webinar ini dapat dilakukan secara online melalui bit.ly/webinarutu dan informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat menghubungi nomor telepon (WhatsApp) 085260813074. Webinar terbuka untuk umum dan free serta peserta mendapatkan e-certificate acara.

Kegiatan ini diharap memberikan manfaat bagi peningkatan semangat berwirausaha di kalangan pemuda dan mahasiswa khususnya di provinsi Naggroe Aceh Darussalam.

Pagi hari 22 Juli sebelum acara, pukul 08.00, Wamen KLH dan Kehutanan juga akan meresmikan herbal park IBT – UTU  dilanjutkan penanaman pohon bersama dengan staf khusus presiden secara virtual dari Jakarta dan Rektor UTU bersama muspida plus di taman herbal UTU. Kegiatan ini merupakan bagian dari kebijakan green campus, dan untuk mendukung ketahanan pangan nasional selama pandemi Covid-19. (Monang Sitohang)

Pentingnya Deferensiasi

Jayakarta News –  Semua orang bisa melakukan video conference sendiri. Apa pentingnya menggunakan jasa operator webinar seperti Jagaters?

Pertanyaan itu diajukan Bu Utari, dosen Universitas Trilogi, melalui whatsapp, kemarin. Mantan penyiar TVRI itu rupanya penasaran dengan ‘nasib’ jasa operator webinar yang dijalankan Jagaters.’ ‘Apakah Jagaters bisa bertahan dalam situasi seperti ini?” tanya dia.

Sejak menggeluti jasa video conference tahun 2016 lalu, saya sudah menyadari bahwa pada suatu saat nanti, masyarakat akan bisa melakukan kegiatan web seminar dan web meeting secara mandiri. Apalagi video conference saat ini sudah bisa digunakan dengan peralatan yang sederhana: Smartphone!

Pada saat itu, saya membayangkan, jasa Jagaters kemungkinan tidak akan diperlukan lagi. Tetapi setelah mendalami lebih jauh, ternyata saya menemukan fakta baru yang menarik. Jasa video conference tidak akan mati. Walau semua orang bisa menyelenggarakan web seminar dan web meeting secara mandiri.

Ternyata berkembang dua kelas penyelenggaraan acara video conference. Pertama acara yang bersifat personal. Kedua adalah acara yang bersifat profesional. Ketiga adalah acara yang bersifat industrial.

Pada wilayah acara personal itulah, jasa video conference dari Jagaters tidak diperlukan lagi. Namun di wilayah profesional dan industrial, keberadaan Jagaters akan tetap diperlukan.

Mengapa begitu? Karena video conference profesional dan industrial butuh perangkat lebih advance dan operator dengan skill khusus. Dua faktor ini terlalu berat dan mahal bila digunakan untuk kegiatan personal.

Menyadari kemungkina-kemungkinan itu, saya sejak 2017 mulai fokus mengembangkan produk berupa layanan video conference untuk melayani pasar profesional dan industri. Berbagai inovasi teknik dan teknologi terus dicoba dan diimplementasikan sehingga menghasilkan deferensiasi produk yang unik.

Diskusi pembangunan berkelanjutan yang berlangsungdi Menara Duta, Kuningan, Jakarta Pusat, hari ini, adalah salah satu contoh saja. Acara yang digelar IBCSD, organisasi para pengusaha yang peduli dengan aspek pembangunan berkelanjutan itu sebenarnya berlangsung di tujuh lokasi berbeda.

Moderator di kantor IBCSD. Empat pembicara berada di kantor masing-masing. Dua penanggap berada di kantornya juga. IBCSD mengingkan sebuah kreatif untuk mempertemukan moderator, pembicara dan penanggap secara menarik menggunakan aplikasi Zoom Webinar.

Simak potongan video yang saya lampirkan. Bila mau memperhatikan dengan seksama, Anda akan bisa mengetahui di mana perbedaannya. Ini adalah contoh produksi acara webinar kelas profesional dengan tingkat kesulitan sederhana. Pada level lebih tinggi, masih terbuka untuk membuat berbagai konsep kreatif yang lebih menarik lagi.

Tentu perlu alat lebih banyak. Perlu crew lebih ahli. Perlu biaya lebih besar. Tetapi diferensiasi itulah yang dihargai pelanggan.

Nah, bila Anda memiliki bisnis dengan banyak kompetitor, temukanlah diferensiasi produknya. Insya Allah, bisnis Anda akan tetap survive dalam persaingan usaha. (joko intarto)

Prospek Bisnis Rental Studio Webinar

Jayakarta News – Studio Jagaters kembali direnovasi. Ini untuk kali ketiga studio mungil itu di-upgrade. Bisnis persewaan studio webinar itu memang dimulai dari skala sederhana, dua bulan lalu. Seperti apa prospeknya?

Saya baru berbuka puasa ketika Uha Bahauddin, pengusaha pabrik karpet itu, mengirim pesan pendek. Ia mengabarkan dua orang anak buahnya baru saja berangkat dari Bekasi. Mereka juga yang akan memasang karpet itu.

Pesan pendek dari bos pabrik karpet itu sungguh mengejutkan saya. Sebab, saya hanya membeli karpet berukuran kecil. Hanya 16 meter persegi. Lebih mengejutkan lagi, Uha tiba-tiba nongol di depan pintu kantor. Tak lama setelah kedua stafnya tiba.

Sebenarnya sudah lama saya hendak memasang karpet di studio itu. Sayangnya, virus Covid-19 keburu menyebar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan semua pertokoan tutup. Pembangunan studio akhirnya tertunda.

Karpet yang saya pesan bukan karpet biasa. Karpet itu harus cukup tebal agar bisa meredam suara pembicara saat berseminar online. Karpet itu sebenarnya sudah siap di berbagai toko di sekitar Jatinegara. Hanya saja tidak bisa mengirimkannya sejak berlakunya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Tiba-tiba saya ingat Uha. Sore tadi saya mengirim pesan pendek, apakah punya stok karpet. Dalam hitungan menit, ia memberi jawaban yang menggembirakan. ‘’Lama kita tidak bertemu. Kalau tidak ada pemesanan ini, saya pun belum tentu sampai sini,’’ kata Uha.

Saya dan Uha berkawan sejak tahun 1992. Dulu kami sama-sama bekerja di koran ‘’Jawa Pos’’ Surabaya. Saya menjadi wartawan. Uha bekerja di bagian pemasaran koran.

Tahun 2010 saya pensiun dini. Uha pun menyusul tak lama kemudian. Selanjutnya alumni Unitomo Surabaya itu menekuni bisnis karpet. Ini bisnis lama keluarganya. Warisan orang tuanya.

Bisnis karpet, tutur Uha, merupakan bisnis unik. Pemainnya banyak. Tetapi yang punya pabrik hanya sedikit. Hanya ada dua pabrik karpet besar di Indonesia. Selebihnya pemain kecil.

Belajar dari ilmu pemasaran di ‘’Jawa Pos’’ Uha kemudian membangun strategi pengembangan usaha untuk bisnis karpetnya. Ada dua strategi yang dijalankan: Fokus pada produk dan fokus pada target pasar.

Untuk produk, Uha membuat karpet yang warna dan corak desainnya bisa dipesan secara khusus. Untuk segmen pasar, Uha fokus pada tiga segmen: Pengurus masjid, manajemen hotel dan panitia lelang pengadaan barang pemerintah.

Uha sepertinya punya hoki di bisnis karpet. Sejak ia menekuni usaha itu, ordernya terus mengalir. Yang paling membanggakannya, mendapat kepercayaan menyediakan karpet di tiga Istana Negara: Jakarta, Bogor dan Yogyakarta.

Berkat bantuan Uha, kini studio webinar Jagaters terlihat lebih bagus. Peredaman suaranya juga menjadi lebih baik. Studio itu akan digunakan untuk melayani order online training. Sudah ada tiga lembaga yang akan menyelenggarakan webinar dari studio ini.

Ketiga pelanggan itu memutuskan menggunakan studio Jagaters yang berada di gang sempit di belakang Pasar PSPT itu, karena merasa lebih nyaman. Namanya saja studio webinar. Sudah pasti perlengkapannya memadai. Insfrastrukturnya cukup. Operatornya juga selalu siap.

Hafidz, pejabat yang bertugas di bidang pengembangan SDM di Kementerian koperasi dan UKM telah meninjau studio. Hari ini giliran pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang akan datang.

Kemenkop dan UKM telah merencanakan beberapa seri pelatihan secata live interaktif dalam waktu dekat. Tahap pertama sebanyak 6 kali. Masing-masing selama satu hari. Sedangkan Kemenparekraf sudah menyusun 7 pelatihan, masing-masing selama tiga hari.

Bulan Juni mendatang sedianya aka nada satu lembaga pemerintah lagi yang akan menyewa studio untuk menyelenggarakan Pusdiklat online. Ada 10 batch pelatihan yang disusun. Masing-masing berlangsung selama 5 hari.

Persewaan studio webinar merupakan peluang usaha baru yang muncul selama pandemic Covid-19. Sebelumnya, pelatihan-pelatihan diselenggarakan secara hybrid: Offline dan online sekaligus. Operator webinar harus datang ke lokasi acara. Tidak ada yang butuh sewa studio. Saat itu.

Sejak diberlakukan PSBB, kebutuhan studio mendadak naik. Sebab, pelatihan offline tidak bisa berjalan. Semua program pelatihan offline harus berubah ke online. Membangun sendiri butuh waktu. Studio lengkap bisa diselesaikan selama 2 bulan. Bila nilainya besar sehingga harus melalui tender, waktunya dipastikan lebih lama lagi.

Dalam situasi normal, studio webinar di kantor Jagaters mungkin tidak menjadi pilihan. Lokasinya yang menjadi masalah. Pelanggan akan lebih senang bila studio itu berada di lokasi bisnis utama. Misalnya: sekitar Jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta Pusat.

Pemberlakuan PSBB yang membuat studio Jagaters ini laku. Ketika semua gedung-gedung perkantoran dipaksa tutup, studio Jagaters di sana pun terpaksa diistirahatkan. Studio Jagaters di Tebet itulah satu-satunya yang bisa beroperasi penuh. Karena lokasinya di dalam kawasan perumahan penduduk. Tidak di pinggir jalan utama.

Kelak, kalau pemerintah sudah membuka PSBB, studio Jagaters akan tetap dioperasikan. Segmen pasar pelanggannya yang berubah. Kalau sekarang orang menggunakan studio itu karena terpaksa, kelak studio akan tetap digunakan untuk menjalankan bisnis bimbel online dan kursus vokasi online. Ibaratnya, studio itu akan disewa sendiri oleh Jagaters. (jto)

Milya Seoul

JAYAKARTA NEWS— Milya bersorak begitu berhasil memasak chicken karaage. Tampilannya mirip dengan buatan Fatmah Bahalwan yang dilihatnya di layar gadget.

Ibu muda itu memang mengikuti kursus memasak jarak jauh. Melalui Sekolah Wira. Menggunakan webinar. Sambil mengasuh bayi, Milya mengikuti terus instruksi Fatmah Bahalwan. Melaui siaran langsung yang diakses menggunakan internet.

‘’Setelah melihat hasilnya, saya pede untuk segera membuat frozen food,’’ komentarnya di sela-sela memasak, Senin pagi.

‘’Punya rencana bisnis apa di Seoul?’’ tanya Fatmah.

‘’Saya mau mulai membuat bisnis halal frozen food. Di Seoul peluangnya sangat besar,’’ jawab Milya.

‘’Wow keren banget. Semoga ilmunya bermanfaat,’’ jawab Fatma.

Frozen food atau makanan dalam kondisi beku sudah menjadi tren di semua kota besar di dunia. Tak terkecuali Seoul. Salah satu penyebabnya, pasangan muda di kota rata-rata bekerja. Akibatnya mereka tidak punya waktu yang cukup untuk memasak di dapur.

Frozen food menjadi pilihan paling masuk akal bagi mereka. Praktis. Bisa disimpan lama. Dan tidak berubah rasa selama dalam masa simpan. Tak heran kalau frozen food sangat mudah ditemukan di toko modern. Dari kelas supermarket hingga minimarket.

Dari tren frozen food itulah Milya menemukan peluang bisnis: menyediakan halal frozen food. ‘’Halal frozen food ini masih sulit ditemukan di pasar,’’ jelasnya.

Bisnis halal frozen food punya peluang besar untuk berhasil di kota modern seperti Seoul. Pertama, pemerintah Korea Selatan sedang menggalakkan halal tourism. Semua pengusaha makanan dan minuman didorong menciptakan menu halal untuk melayani turis muslim yang datang dari seluruh dunia.

Kedua, populasi muslim di Korea Selatan bertambah sangat cepat beberapa tahun belakangan ini. Apalagi setelah masuknya pekerja profesional dari Indonesia. Jumlahnya lebih dari 100 ribu orang. Mayoritas muslim. ‘’Terima kasih Bu Fatmah atas webinar kulinernya,’’ kata Milya.

Webinar kuliner Senin pagi tadi merupakan acara pertama dalam serial ‘’culinary for business’’. Pesertanya ada 40 orang. Semuanya ibu-ibu. Dua di antaranya dari luar negeri: Namibia dan Korea Selatan.

Hampir semua peserta bisa mengikuti kursus sambil memasak di rumah masing-masing. Hanya ada beberapa yang hanya menonton saja. Karena sedang ada acara di luar rumah yang tak bisa ditunda.

Wajah ibu-ibu itu tampak gembira. Terutama saat memamerkan hasil masakannya. ‘’Seru banget ya ikut kursus memasak lewat webinar. Bu Fatmah serasa ada di depan saya,’’ kata Annie, peserta dari Surabaya.

Resep yang diajarkan Fatmah pada seri pertama ini ada dua: chicken karaage atau ayam KFC ala Jepang dan shrimp roll atau udang gulung. Dua-duanya merupakan Japanesse food yang digandrungi anak muda.

Dengan menguasai dua resep itu saja, peserta sudah bisa memulai bisnis. Menu makanan beku itu bisa disuplai ke berbagai kafe, restoran, minimarket di perkantoran, sekolah, kampus dan apartemen.

Meski demikian, Fatma akan menambah dua resep lagi dalam seri culinary for business seri kedua pada tanggal 19 Agustus mendatang. Resepnya: Hakkaw Dimsum dan Siaw Mai. Dua-duanya resep Chinesse food yang juga digemari kaum milenials.

Membaca komentar para peserta webinar kursus memasak kali ini, saya sungguh terharu. Sudah tiga tahun saya menjalankan usaha jasa webinar. Baru sekarang ada yang memanfaatkan untuk kursus kuliner. (jto)

Akal Sehat

Oleh: Joko Intarto

Satu nomor yang tidak saya kenal menelepon. Saya tidak angkat. Sedang rapat dengan direksi Bank Yudha Bhakti. Di kantor pusatnya. Presentasi persiapan akhir sehari menjelang acara signing ceremony perusahaan terbuka itu dengan PT Akulaku Finance Indonesia, perusahaan keuangan lokal berjaringan global itu.

Gagal menelepon, orang tak saya kenal itu kembali mengontak saya. Kali ini melalui whatsapp. Kali ini saya sempatkan waktu untuk membuka. Tertulis pada layar saya: Saya Hamid. Bisa saya konsultasi sebentar tentang webinar? Saya kemarin mengikuti webinar di BPJS Ketenagakerjaan.

Saya akhirnya menjawab pendek. ‘’Saya sedang presentasi di Bank Yudha Bhakti. Segera saya hubungi setelah selesai.’’ Pak Hamid membalas dengan icon jempol.

Selesai rapat di Bank Yudha Bhakti, saya melanjutkan pekerjaan lain. Ke kantor pusat PT Asabri. Mengarahkan tim produksi video untuk perekaman wawancara. Terkait signing ceremony Bank Yudha Bhakti dengan Akulaku Finance Indonesia tersebut.

Selesai acara sudah lewat magrib. Ada beberapa persiapan konten yang juga harus diselesaikan.

Tiba-tiba sudah pukul 23.00. Saya baru ingat: belum mengontak Pak Hamid.

Dengan agak ragu-ragu, saya putuskan mengirim pesan lewat whatsapp. Siapa tahu belum tidur. Hanya untuk meminta maaf, karena lupa tidak menghubungi seusai meeting siang tadi.

Ternyata Pak Hamid masih melek. Sedang ngopi di Starbuck. Di Merdeka Walk, Medan, Sumatera Utara. ‘’Silakan telepon,’’ jawab Pak Hamid.

Karena belum kenal, saya panggil saja Bro Hamid. Karena dari suaranya, saya menduga ia masih muda. Lihat fotonya di whatsapp juga tampak masih modis.
Singkat cerita, Bro Hamid mendapat nomor saya dari pejabat di BPJS Ketenagakerjaan. Entah siapa. Karena ada beberapa orang kenalan saya yang menjadi pejabat di sana.

Rupanya, pimpinan kantor Bro Hamid mengikuti webinar atas undangan BPJS Ketenagakerjaan itu. Dari kantor Medan. Tertarik dengan kualitas webinar yang berlangsung 6 jam itu, Bro Hamid mendapat tugas menghubungi saya sebagai penyedia webinar.

Hal penting yang menjadi catatan pimpinan kantor itu adalah kemampuan system dalam mengakomodasi ratusan peserta yang tersebar di kantor-kantor BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia. Kualitas audio dan videonya clear pula.

Berangkat dari pengalaman tersebut, pimpinan itu ingin menerapkan webinar sebagai metode meeting jarak jauh di kantor pusatnya yang ada di medan dengan semua kantor cabang dan cabang pembantu di seluruh Sumatera Utara. Penggunaan webinar diyakini bisa menurunkan biaya meeting kantornya secara signifikan.

Biaya meeting memang menjadi salah satu sumber kemahalan dalam perusahaan. Apalagi meetingnya selalu offline. Sudah boros biaya. Boros waktu pula. Webinarlah solusinya. Agar perusahaan bisa makin kompetitif di industrinya.

Penasaran dengan identitas kantor tempat Bro Hamid bekerja, saya pun bertanya: Apa nama kantor Bro Hamid? ‘’Bank Sumut. Saya di bagian sekretaris perusahaan,’’ jawabnya.

Waduh…. Tiwas saya panggil-panggil Bro… Ternyata ia pejabat bank. Untungnya ia senang-senang saja dengan panggilan gaul itu. ‘’Senin kami tunggu presentasinya ya,’’ pesan Pak Hamid. (*)

Lazismu Tunjuk Jagaters Bangun Webinar

Karena jumlah kantor makin banyak, urusan komunikasi internal menjadi makin kompleks. Padahal, komunikasi menjadi kunci sukses dalam organisasi.

Itulah yang dirasakan Hilman Latief PhD, direktur utama Lazismu, lembaga zakat nasional di bawah Muhammadiyah.

Agar kualitas komunikasi tetap terjaga, Lazismu memutuskan untuk mulai menggunakan webinar sebagai platform komunikasi digital untuk meeting, training dan seminar.

“Pak JTO bisa segera diinisiasi webinar systemnya, hardwarenya, softwarenya dan manpowernya. Tahun 2019 harus berjalan,” kata Hilman seuai rapat kerja Lazismu di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta.

Meski bukan yang pertama, rencana Lazismu menggunakan webinar merupakan perkembangan baru. Beberapa lembaga zakat sudah menggunakan webinar sejak 2 tahun terakhir.

Hilman berharap dengan kehadiran webinar, Lazismu yang saat ini telah membangun jaringan di lebih 700 kantor wilayah, daerah dan layanan akan berkembang lebih cepat.

Komunikasi memang menjadi tantangan bagi semua organisasi besar yang tersebar di kawasan yang luas. Membaiknya infrastruktur komunikasi dengan rampungnya pengembangan Palapa Ring pada 2019 harus dimanfaatkan secara maksimal. Lazismu telah memulai langkah yang tepat. (jto)

Jagaters dan Acis Berkolaborasi

Oleh: Joko Intarto

Jagaters dan Acis dua perusahaan berbeda. Jagaters penyedia jasa live streaming dan webinar. Acis penyedia network dan pemilik bonding encoder multi SIM card.

Kedua perusahaan ini sepakat berkolaborasi untuk menghadirkan layanan yang lebih baik kepada para pelanggan. Dua produk yang ditawarkan adalah: Layang dan Monars.

Layang merupakan kependekan dari langsung tayang. Layanan siaran langsung dari mana saja di seluruh Indonesia dengan media publish Facebook Live, Youtube Live, Instagram Live maupun own website.

Sedangkan Monars adalah singkatan mobile webinar system, merupakan layanan video conference untuk penyelenggaraan seminar, training dan meeting online yang bisa diakses melalui platform webinar. Monars mampu mengakomodasi hingga 10.000 peserta dari seluruh dunia dalam satu event.

Penjajakan kerjasama dilakukan sejak awal Desember lalu. Hasil pembicaraan saat itu kemudian dilanjutkan dengan serangkaian ujicoba teknik. Hasilnya, kedua pihak setuju untuk menjalin kerjasama yang saling mendukung.

Jagaters menyiapkan manpower, hardware dan software untuk produksi siaran langsung dan webinar, sedangkan Acis menyiapkan manpower, hardware dan software bonding encoder untuk menyiapkan jaringan internet berbasis selular multi SIM yang stabil.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk membentuk tim pemasaran bersama dalam satu atap. Dengan demikian, customer akan lebih mudah dalam memperoleh solusi jasa siaran langsung, jasa webinar dan jasa penyediaan jaringan internet berkecepatan tinggi berbasis selular.

Menindaklanjuti kerjasama ini, Jagaters dan Acis akan melakukan presentasi bersama menggunakan Monars sebagai sistem belajar jarak jauh untuk ratusan pesantren di Jawa Barat, pekan depan. Demo webinar direncanakan mengundang Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, baik secara offline maupun online. (jto)

Rasionalisasi Biaya Operasi

Ilustrasi webinar–foto optinmonster.com

Meningkatnya biaya operasional membuat banyak perusahaan mencari jalan untuk menghemat tanpa mengurangi kualitasnya. Tingginya biaya komunikasi untuk penyelenggaraan meeting dan training menjadi salah satu yang menjadi perhatian para eksekutif.

Salah satunya perusahaan nasional yang berlokasi di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Setiap tahun, perusahaan ini menganggarkan biaya puluhan miliar rupiah untuk meeting dan training. Meeting koordinasi rutin berlangsung setiap bulan. Demikian pula trainingnya: ribuan karyawan harus mengikuti pelatihan berjenjang sesuai bidang dan jenis pekerjaannya.

Berdasarkan hasil assessment internal, disimpulkan bahwa biaya meeting dan training bisa dirasionalisasi. Ongkos  bisa diturunkan secara signifikan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan aplikasi meeting dan webinar.

Assessment itulah yang mempertemukan perusahaan tersebut dengan Jagaters, perusahaan saya, sebagai penyedia jasa online meeting dan webinar.

Pekan lalu, kami janjian. Bikin demo online meeting di kantornya yang megah, di lantai 11. Jadwalnya hari ini: pukul 10:00 – 12:00.

Alhamdulillah. Demo online meeting berlangsung sukses. Dari kantor tersebut, saya hubungkan dengan Mas Rio di Semanggu, Mas Moh Bahrun di Bintaro dan Mas Eddy Tatto  Tebet.  Semua terkoneksi dengan baik. Video bagus. Audio mantap. Share screen juga lancar.

Sebelum meninggalkan kantor itu, klien dengan wajah puas mengingatkan agar segera mengirimkan penawaran. Sistem akan segera digunakan untuk mengelola kebutuhan rapat kerja, rapat koordinasi, assessment online, rapat triwulanan dan training karyawan.

Infrastruktur  telekomunikasi di sebagian besar wilayah negeri ini sudah memadai untuk online meeting dan webinar. Terlalu mahal kalau hanya dimanfaatkan untuk mengakses video Youtube atau Facebook.(joko intarto)