Usir Taliban, ISIS Kini Kuasai Pegunungan Tora Bora

 Usir Taliban, ISIS Kini Kuasai Pegunungan Tora Bora

Seorang tentara Afghanistan berpatroli di kawasan White Mountains di dekat Tora Bora. (Foto: AP)

Seorang tentara Afghanistan saat terjadi serangan oleh gerilyawan ISIS di Provinsi Nangarhar pada bulan Mei lalu. Dalam upaya mengusir Taliban dari Tora Bora, para petempur ISIS mendapatkan basis yang mudah dikuasai, kata seorang pejabat Afghanistan. Kredit Ghulamullah Habibi / European Pressphoto Agency

 

 

 

KAWASAN pegunungan “Red Mountains” yang pernah menjadi benteng pertahanan Osama bin Laden di Afghanistan, Tora Bora, jatuh ke tangan petempur ISIS, yang dapat dimaknai sebagai kemenangan strategis dan simbolis yang signifikan.

Pejuang Taliban yang sebelumnya menguasai kompleks goa dan terowongan yang luas tersebut, telah melarikan diri pada Selasa (13/6/2017) malam, setelah ISIS melakukan penyerangan, demikian kesaksian yang disampaikan oleh penduduk desa setempat yang melarikan diri dari wilayah tersebut pada hari Rabu (14/6/2017).
Hazrat Ali, seorang anggota Parlemen dan  panglima perang terkemuka dari daerah tersebut, yang pernah membantu Amerika dalan upayana menangkap Osama bin Laden di Tora Bora pada tahun 2001, mengatakan bahwa serangan tersebut tidak lepas dari langkah Amerika untuk menjatuhkan apa yang disebut sebagai “mother bomb” terhadap ISIS yang bertahan di terowongan di Achin pada April lalu. Bom seberat 20.000 pon itu, dianggap sebagai bom non-nuklir terbesar yang pernah dikerahkan.

ISIS kemudian memutuskan untuk mengalihkan pengungsiannya ke gua dan terowongan di Tora Bora, kata Ali. “Sekitar 1.000 militan ISIS berkumpul di dekat Tora Bora, untuk menguasai daerah tersebut,” kata Ali.
“Saya memberi tahu pasukan pemerintah agar menyerang mereka, dan saya katakan kepada mereka, bahwa mereka (ISIS) mencoba menguasai Tora Bora, tapi mereka (pihak pemerintah) tidak memperhatikannya,” tambah Ali.

Seorang pejabat kepolisian Afghanistan setempat, juga mengkonfirmasi bahwa benteng Tora Bora telah jatuh ke tangan ISIS. “ISIS telah menguasai Tora Bora dan daerah sekitarnya,” katanya. “Para sesepuh suku ada di kantor saya. Mereka semua menyelamatkan diri dari daerah tersebut tadi malam.” Pejabat itu bersedia memberikan keterangan, dengan syarat merahasiakan jati dirinya, dengan alasan dirinya tidak berwenang untuk berbicara dengan pers.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban di daerah itu, membantah bahwa Tora Bora telah jatuh ke tangan ISIS. “Pertarungan sedang berlangsung di daerah Tora Bora antara ISIS dan mujahidin kami,” kata Mujahid melalui layanan pesan Viber. “Ini adalah garis depan antara mujahidin dan ISIS. Tidak ada yang maju di daerah ini. ”
Dia menuduh Amerika Serikat telah melakukan serangan udara untuk mendukung negara ISIS tersebut, namun demikian pejabat dan warga setempat menolak mendengar hal ini.

Menurut kesaksian warga, Taliban telah melarikan diri dari kawasan Tora Bora. “Taliban melarikan diri dari daerah itu tadi malam, dan meninggalkan kami kepada ISIS bersama wanita dan anak-anak kami,” kata Juma Gul, seorang sesepuh suku dari Lembah Suleymankhel, dekat dengan Tora Bora. Juma menambahkan, dia berada di antara ratusan keluarga yang melarikan diri dari daerah tersebut setelah ISIS mengambil alih. “Tidak ada perlawanan dari Taliban terhadap ISIS, dan suku setempat tidak bisa melawan mereka lagi. Jadi, kami baru saja lolos (dari maut).”

Dengan penguasaan di Tora Bora, menurut Ali, militan kini memiliki basis yang mudah pertahankan di Tora Bora. Lokasi itu sangat strategis karena mudah untuk mengakses ke banyak wilayah lain di Provinsi Nangarhar melalui pegunungan Spin Ghar di sepanjang perbatasan Pakistan, tempat Tora Bora berada. “ISIS memiliki benteng pertahanan dan akan mengambil-alih daerah ini satu per satu,” katanya.

Ali memiliki pengalaman yang luas dalam memerangi Al Qaeda di daerah tersebut, namun juga telah dituduh membantu Bin Laden melarikan diri dari Tora Bora pada bulan Desember 2001, yang dilaporkan mengkhianati sekutu Amerika dan Afghanistan saat mereka bertemu dengan pemimpin Al Qaeda. Atas tuduhan tersebut, Ali membantah telah melakukannya.

ISIS di Khorasan, tidak memiliki hubungan langsung dengan Al Qaeda, yang sebagian besar merupakan kekuatan dri daerah tersebut. Pada awalnya, ISS dibentuk oleh elemen-elemen Al Qaeda, dimana kedua kelompok itu memiliki banyak kesamaan doktrinal.

Pasukan pemerintah Afghanistan dan sekutu koalisi mereka di wilayah Tora Bora, telah terlibat pertempuran baru-baru ini melawan Taliban, kelompok yang telah mengakar di sana, dengan didukung oleh suku-suku setempat di sepanjang perbatasan pegunungan dengan Pakistan tersebut. Namun sejak Maret lalu, pasukan Afghanistan yang didukung oleh pasukan Operasi Khusus Amerika, telah melakukan upaya perlawanan yang kuat terhadap ISIS di Distrik Achin, dan juga di daerah Spin Ghar, yang lokasinya berada sekitar 50 mil ke timur Tora Bora.

Dalam pertempuran di distrik tersebut pada tahun ini, sebanyak enam tentara Amerika telah tewas.
Militer Amerika mengatakan telah membunuh ratusan pejuang ISIS di daerah Distrik Achin, termasuk “emir” ISIS di Khorasan, Sheikh Abdul Hasib. Hasib adalah mantan komandan Taliban Pakistan, yang memisahkan diri untuk bergabung dengan negara ISIS. Kedua kekuatan tersebut, ISIS dan Taliban telah bersaing ketat dalam dominasi di daerah yang mereka kendalikan, namun pejuang ISIS yang lebih ekstrim telah mendominasi Distrik Achin serta beberapa wilayah lainnya di bagian selatan Provinsi Nangarhar.

Pejabat Taliban prihatin dengan seruan ISIS, yang umumnya adalah kalangan muda, karena tidak sabar dengan kemajuan yang dicapai dalam kurun 15 tahun terakhir ini.

Di daerah Tora Bora, warga marah kepada Taliban dan pemerintah, karena membiarkan ISIS mengambil alih wilayah tersebut. Malak Tor, seorang tetua suku dari Distrik Pachir Agam, di mana Tora Bora berada, mengeluh bahwa tuntutan warga terhadap pemerintah agar menyerang ISIS yang berlindung di Tora Bora diabaikan.
Dengan menguasai kawasan Tora Bora, ISIS telah mengambil alih penguasaan sebuah tambang marmer besar dan juga sebuah depo bahan bakar. “Sekarang mereka menemukan sumber keuangan untuk mereka sendiri, dan akan sangat sulit untuk mengusir mereka dari Tora Bora,” kata Tor.

Presiden Ashraf Ghani pada Rabu (14/6/2017) telah memerintahkan Korps Angkatan Darat Afghanistan ke-201 untuk bergerak melawan ISIS di distrik-distrik, termasuk di antaraya di daerah Tora Bora, demikian penjelasan Attaullah Khogyani, juru bicara gubernur provinsi Nangarhar. Alim Eshaqzai, wakil gubernur setempat mengatakan, sesegra mungkin para pejabat keamanan akan memulai operasi penyerangan baik dari kekuatan di darat, udara dan serta artileri.***

sumber: NYT, VOA

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *