• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Mengenal Afghan dari Mata Perempuan (1)

Mengenal Afghan dari Mata Perempuan (1)

November 26, 2021
Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

October 8, 2026
Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

October 7, 2026
Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

October 7, 2026
Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

October 7, 2026
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Migran Aman! Disnaker Lumajang Ingatkan Calon PMI tak Gunakan Jalur Ilegal

Migran Aman! Disnaker Lumajang Ingatkan Calon PMI tak Gunakan Jalur Ilegal

October 8, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 7, 2026
Mukhtarudin dan Menteri SDM Malaysia Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Mukhtarudin dan Menteri SDM Malaysia Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

October 7, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 7, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 8, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Mengenal Afghan dari Mata Perempuan (1)

by admin
November 26, 2021
in Feature, Manca Negara
0
Mengenal Afghan dari Mata Perempuan (1)

Wanita-wanita Afghanistan. (Photograph by Stephen Dupont / Contact Press Images)

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Anand Gopal (futureofwar.asu.edu)

JAYAKARTA NEWS – Afghanistan sangat kaya akan sejarah dan tradisinya, tulisan dibawah disadur dari tulisan Anand Gopal yang diterbitkan oleh The New Yorker. Penyadur berharap tulisan ini bisa memberi kontribusi atas pemahaman siding pembaca mengenai negara kecil dan sejarah besarnya — dia disebut sebagai kuburan Kekaisaran mulai dari Romawi sampai Soviet dan tentunya Amerika.

Pada sore hari di bulan Agustus 2021 lalu, Shakira mendengar gedoran di pintu depan rumahnya. Di Lembah Sangin, Provinsi Helmand, di Afghanistan selatan, karena perempuan tidak boleh dilihat oleh laki-laki yang bukan keluarganya. Maka, puteranya Ahmed (19 tahun) membuka pintu. Di luar, berdiri dua laki-laki bersorban hitam dengan senapan serbu. Mereka anggota Taliban yang sedang melancarkan serangan di kawasan pedesaan melawan Angkatan Bersenjata Nasional Afghanistan. Salah satu dari mereka melontarkan peringatan, ”Jika kamu tidak pergi sekarang, semua orang di tempat ini akan mati.”

Shakira (40 tahun) kemudian mengumpulkan keluarganya. Suaminya, pedagang Opium —yang juga mengkonsumsi barang dagangannya— sedang tidur lelap. Lalu delapan anaknya, termasuk yang tertua Nilofar (20 tahun) — hampir sama dengan usia perang ini. Shakira menyebut Nilofar sebagai tangan kanannya, karena dialah yang menjaga adik-adiknya. Setelah itu, keluarga ini berjalan melewati jembatan tua, diatas sungai kecil, kemudian melewati ladang sayuran dan bawang dalam kegelapan malam melewati rumah-rumah kosong. Para tetangga mereka juga sudah menerima peringatan yang sama, selain ayam yang berlarian, desa itu sudah kosong.

Keluarga Shakira berjalan berjam-jam di bawah terik matahari. Dia, bersama keluarga, mulai mendengar sayup-sayup suara-suara ledakan di kejauhan dan banyak orang berjalan cepat keluar dari desa-desa disepanjang sungai. Terlihat para pria mengangkat banyak barang-barang dibahu dan kepala mereka — berusaha mengangkat sebisa mungkin barang-barang berharga keluarga mereka. Para perempuan juga berjalan cepat-cepat dalam balutan burqa.

Ledakan-ledakan peluru artileri memenuhi udara, memberi pertanda serangan Taliban terhadap posisi pos pasukan pemeringah Afghanistan dimulai. Shakira, setengah berlari, berupaya terus mendekap putri bungsu, yang berusia 2 tahun. Langit dipenuhi larikan asap peluru dan ledakan-ledakan. Pada malam hari, rombongan sampai pada pasar utama lembah ini. Kios-kios, dengan pintu besinya, sudah hancur karena pertempuran. Shakira menemukan satu ruang toko, yang masih punya atap, dan keluarganya menginap malam itu di situ. Dia, sebelumnya, menyempatkan diri membuat boneka kain untuk mainan putri-putrinya — salah satu cara mengalihkan perhatian dari upaya melarikan diri dari wilayah pertempuran. Ketika dia mengangkat boneka itu, mendadak bumi terasa berguncang keras oleh ledakan.

Koflik panjang Afghanistan. (Reuter)

Menjelang pagi, Shakira melangkah keluar toko dan melihat beberapa belas keluarga juga berteduh di pasar kosong ini. Pasar ini pernah jadi pusat keramaian di bagian utara Helmand, kios-kios berderet menjual saffron dan bumbu lainnya, gerobak memuat banyak gaun perempuan dan ada juga toko-toko khusus menjual opium. Sekarang, semuanya sudah tingal reruntuhan dan tercium bau bangkai binatang dan plastic, yang sedang terbakar.

Di kejauhan, bumi seakan-akan memuntahkan tanah ke atas dalam ledakan besar. Helikopter-helikopter berterbangan di atas kepala. Sementara itu, banyak keluarga bersembunyi di sisa-sisa kios di pasar sambil mempertimbangkan langkah selanjutnya. Mereka tahu masih terjadi pertempuran di pinggiran sungai di sebelah utara dan barat. Di timur hanya ada hamparan gurun pasir berwarna kemerahan. Satu-satunya jalan adalah menuju selatan, ke kota Lashkar Gah, yang saat itu masih dikuasai Pemerintah Afghanistan.

Perjalanan ke kota Lashkar Gah akan melewati wilayah kosong berhadapan dengan bekas pangkalan militer Amerika dan Inggris. Di tempat ini biasa penembak jitu ditempatkan dan ditambah kemungkinan ada ranjau darat. Beberapa keluarga sudah mulai bergerak. Bahkan jika mereka mencapi Lashkar Gah, mereka juga tidak tahu apa yang akan mereka hadapi disana.

Sejak serangan kilat Taliban, pasukan pemerintah Afghanistan banyak yang menyerah dan memohon bisa pulang ke rumah masing-masing. Sudah sangat jelas, saat itu, Taliban akan segera mencapai Kabul dan 20 tahun perang serta triliunan dolar, yang dilakukan AS dan sekutunya, jadi sia-sia. Keluarga Shakira berdiri di hamparan gurun pasir mendiskusikan situasi yang dihadapi. Suara pertempuran makin dekat, Shakira melihat kendaraan-kendaraan tempur Taliban meluncur cepat ke arah pasar dan dia memutuskan untuk tinggal di tempat itu. Dia sangat takut namun siap menerima keadaan apapun yang terjadi. “Kami sudah melarikan diri sepanjang hidup. Saya tidak mau pergi,” tukasnya.

Perang terlama Amerika sepanjang sejarah berakhir 15 Agustus lalu, saat Taliban merebut Kabul tanpa menembakkan satu peluru pun. Laki-laki berjenggot lebat dengan topi turban hitam menguasai istana kepresidenan dan di sekitar ibukota sambil mengibarkan bendera Emirat Islam Afghanistan.

Kepanikan melanda seluruh kota. Banyak perempuan membakar catatan sekolahnya dan bersembunyi. Mereka mengkuatirkan kembalinya era tahun 199-an lalu, ketika Taliban melarang perempuan keluar rumah sendirian dan melarang anak perempuan bersekolah. Bagi Amerika, sangat mungkin pencapaian selama dua dekade akan segera lenyap dan harus menghadapi dua pilihan simalakama: terus berperang tanpa akhir atau meninggalkan perempuan Afghan.

Kalau ditelisik, suara perempuan, yang tinggal di wilayah Taliban, mengenai dilema ini. Di sisi lain, lebih dari 70% warga Afghan tinggal di pedesaan, dan pada dekade terakhir Taliban sudah mengusai sebagian besar wilayah pedalaman. Tidak seperti kota besar Kabul, yang lebih bebas, mengunjungi perempuan di wilayah pedalaman tidaklah mudah.

Pasukan Taliban. (India Today)

Bahkan tanpa Taliban sekalipun, perempuan secara tradisi tidak berbicara dengan laki-laki diluar keluarganya. Dan jika mereka keluar rumah, mereka tetap terpisah dengan dunia luar dengan mengenakan pakaian tertutup atau Burqa, yang sebenarnya sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Perempuan, ketika akil baliq, langsung menghilang dari dunia luar masuk ke rumahnya dan baru terlihat kembali, biasanya, sebagai nenek. Di kawasan pedalaman banyak juga keluarga tinggal di tenda-tenda di gurun atau di kios-kios pinggir jalan.

Shakira, ketika Taliban sampai di pasar, dinasihatkan oleh mereka untuk tidak kembali ke rumah sampai ranjau-ranjau dibersihkan. Dia ditemui, pertama kali, di rumah perlindungan di Helmand. “Saya belum pernah bertemu orang asing, tentunya orang asing yang tidak menyandang senapan”, tuturnya.

Shakira juga punya rasa humor yang baik dalam situasi peran dominan laki-laki dalam budaya-nya. Pada tahun 1990-an, Taliban menawarkan aliran listrik ke desanya dan para tetua menolak karena kuatir akan ilmu sihir hitam. “Tentu, kami para perempuan tahu listrik baik-baik saja,” ujarnya sambil tertawa kecil dan menutup wajahnya. Ketika disebutkan namanya sama dengan nama penyanyi terkenal, matanya berbinar, “Apa benar?” Dan temannya ikut berkomentar,” Masa sih”.

Shakira lahir dan besar di Lembah Sangin, kawasan hijau sempit diantara terjalnya gunug-gunung. Lembah itu diairi oleh Sungai Helmand dan kanal-kanal yang dibuat oleh Amerika pada era 90-an. Anda bisa berjalan lebarnya lembah hanya dalam waktu satu jam saja sambil melewati belasan rumah petani.

Sebagai anak perempuan, Shakira, mendengar cerita-cerita dari ibunya mengenai masa lalu desanya, Pan Killay, — rumah bagi sekitar delapan puluh keluarga. Sama seperti ritme kehidupan di desa lannya, anak-anak berenang di kanal dan sungai, para perempuan menumbuk gandum di lumpang batu. Pada musim dingin akan terlihat asap dari tungku tembikar dan di musim panas lembah diselimuti oleh bunga Opium.

Pada tahun 1979, ketika Shakira masih kecil, komunis merebut kekuasaan di Kabul dan mencoba menjalankan program sekolah khusus anak-anak perempuan di Helmand. Namun para tetua suku menolaknya. Di pedesaan, karena sekolah ini, tradisi kehidupan di Lembah Sangin hilang dalam semalam karena pihak luar memaksakan penerapan hak-hak perempuan di lembah. “Budaya kami tidak bisa menerima adanya anak perempuan keluar rumah untuk bersekolah,” kenang Shakira. “Inilah cara pada masa ayah saya, bahkan sebelum masa kakek saya.”

Ketika pemerintah memaksa anak-anak perempuan untuk bersekolah — bahkan dengan todongan senjata. Pemberontakan muncul, dipimpin oleh pejuang bersenjata yang berjulukan mujahidin. Pada operasi pertama, mereka menculik para guru di lembah itu, yang banyak mendukung upaya Pendidikan untuk perempuan, dan memenggal leher mereka. Besoknya, pemerintah menangkapi para tetua suku dan para pemilik tanah karena curiga mereka mendanai mujahidin. Para tetua suku, yang ditangkap, tidak pernah kembali lagi.

Tank-tank Uni Soviet di Afghanistan. (https://id.rbth.com/)

Tank-tank Uni Soviet melewati perbatasan dan memperkuat pemerintahan komunis dan juga memperluas liberalisasi perempuan Afghan. Dengan cepat Afghanistan terbelah jadi dua. Di pedesaan, tempat para pemuda siap bertempur sampai mati menentang cara hidup baru, termasuk sekolah perempuan dan reforma agraria (landreform). Kondisi juga memperlihatkan perempuan tetap tidak terlihat di ruang publik.

Di kota-kota, pemerintah dukungan Soviet, melarang pernikahan dini (anak-anak) dan memberi hak perempuan untuk memilih pasangan hidupnya sendiri. Anak-anak perempuan bersekolah dan juga belajar di universitas-universitas dalam jumlah besar. Pada awal tahun 80-an, perempuan jadi anggota parlemen dan bahkan jadi wakil presiden.  

Namun kekerasan di kawasan pedesaan terus berlanjut dan meluas. Satu pagi hari, ketika Shakira berusia 5 tahun, tantenya mendadak membangunkannya. Anak-anak, dipimpin oleh warga dewasa, keluar dari desa dan bersembunyi di gua-gua pegunungan dan mereka berada di dalam gua selama berjam-jam. Pada malamnya, Shakira melihat tembakan artileri meluncur di angkasa.

Ketika keluarganya kembali ke Desa Pan Killay, ladang gandum porak-poranda dan terlihat jelas bekas roda rantai tank-tank Soviet. Sapi-sapi mati ditembak senapan mesin. Di banyak tempat, dia melihat laki-laki dewasa, yang biasa dipanggil paman, meninggal berlumuran darah. Kakeknya, yang bersembunyi di gua lain, tidak ditemukan di desa. Belakangan, ketika sudah besar, dia diberitahu gua tempat kakeknya bersembunyi ditemukan tentara Soviet dan kakeknya ditembak mati.

Evakuasi malam hari makin sering dilakukan, dan buat Shakira, yang masih belum mengerti, jadi sumber kesenangan tersendiri untuk berkumpul bersama anak-anak lain di gua. “Kita bisa melihat helikopter Rusia. Seperti melihat burung aneh,” ceritanya. Kadang-kadang burung aneh itu terbang rendah dan bumi meledak (oleh tembakan roket).

Sesudahnya, biasanya anak-anak berlari ke tempat ledakan untuk mengumpulkan serpihan besi, yang dujual sebagai besi bekas dengan harga tinggi. Dia juga mengumpulkan besi bekas peluru roket dan hasilnya dia bisa membuat rumah boneka. Satu hari, Shakira memperlihatkan foto boneka plastik, yang memperlihatkan bentuk seorang perempuan, dari sebuah majalah kepada ibunya. Dia, ibunya, langsung marah dan merobeknya serta menyatakan gambar itu tidak benar. Karena itulah, Shakira belajar memuaskan diri dengan membuat boneka dari kain dan kayu saja. 

Ketika dia berusia sebelas tahun, dia tidak lagi bisa keluar rumah karena sudah akil baliq. Dunianya mengecil jadi beberapa ruang di rumahnya dan sedikit halaman, tempat dia belajar menjahit, memanggang roti, dan memerah susu sapi. Satu hari, pesawat jet melesat di atas rumahnya dan dia bersembunyi di kamar. Saat itu, dibawah tumpukan pakaian, dia menemukan buku pelajaran baca tulis yang pernah dipelajari oleh kakeknya — satu-satunya orang di keluarganya yang pernah bersekolah. Ketika siang hari, saat orang tuanya tidur, dia mulai memadukan kata-kata Pashto dengan gambar-gambar yang ada di buku itu. Dia mengenang, ”Saya berencana belajar sendiri sedikit demi sedikit setiap hari.”

Tahun 1989, Soviet kalah dan keluar dari Afghan. Namun Shakira tetap mendengar dentuman-dentuman mortir. Kelompok-kelompok Mujahidin, yang bersaing, saling serang untuk menguasai negeri itu. Desa-desa, seperti Pan Killay, jadi sasaran empuk karena ditempat itu ada petani, yang jadi sumber pajak, tank-tank rusak Soviet yang bisa dipreteli, dan yang paling penting banyak Opium untuk di ekspor ke luar negeri. Pazaro, perempuan dari desa sebelah, mengenang, “Kami tidak pernah mengalami satu malam saja kedamaian. Teror kami punya nama, dan namanya Amir Dado.”

Kali petama Shakira melihat Dado, melalui lubang pintu di gerbang depan rumah orang tuanya. Dia berada di pikup truk diikuti oleh belasan orang bersenjata berparade di desa, seakan-akan dia, Presiden Dado, yang tadinya pedagang buah kaya dan jadi komandan mujahidin. Dia berjangut lebat dan berjaket hitam. Dia sudah mulai menyerang pesaingnya bahkan sebelum Soviet kalah. Dia berasal dari bagian atas Lembah Sangin, tempat sukunya, Alikzais, yang memiliki perkebunan luas selama berabad-abad.

Sedangkan bagian bawah lembah, rumah suku Ishaqzais, adalah suku miskin asal Shakira. Dan Shakira melihat bagaimana orang-orang Dado menggedor setiap pintu dan menggeledah rumah serta meminta ‘pajak’. Beberapa minggu kemudian, orang-orang bersenjata itu kembali dan menghancurkan ruang keluarga Shakira, yang bersembunyi di pojok rumah. Belum pernah ada orang asing memasuki rumahnya dan dia merasa seperti ditelanjangi dan dilempar ke tengah jalan. (leo patty-Bersambung)

Tags: afghanistananand gopaljayakartanewswanita afghanistan
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

October 8, 2026
Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

October 7, 2026
Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

October 7, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version