Tertib Lalu Lintas Dimulai dari Diri Sendiri

 Tertib Lalu Lintas Dimulai dari Diri Sendiri

Tampak semrawut kendaraan saat melalui traffic light, hal seperti disebabkan oleh pengendara yang tidak tertib lalulintas. (Foto: Monang Sitohang)

Jayakarta News – Lalu lintas adalah gerak kendaraan dan orang-orang di Ruang Lalu Lintas Jalan. Sedangkan yang dimaksud Ruang Lalu Lintas Jalan itu merupakan prasarana yang diperuntukkan bagi pergerakan atau pindah dari suatu tempatnya kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa Jalan dan fasilitas pendukung.

Maka, tidak dapat kita pungkiri aktivitas berkendaraan atau berlalu lintas di jalan merupakan kegiatan yang setiap hari dilakukan banyak orang. Dan tentu juga kita akan melihat macam-macam karakter yang berbeda-beda dari setiap pengendara.

Ada yang tertib, tidak disiplin, ada juga yang masih beretika, yang lebih parah ada yang suka-suka, suka-suka nya belok, nyalakan klakson berkali-kali, lalu mengambil jalan orang lain. Itu sering tentu kita lihat situasai di jalan.

Padahal di dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan itu sudah jelas ada aturan-aturan yang mesti dipatuhi. Bahkan masih banyak pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengendarai (SIM), padahal itu sebagai syarat mutlak bagi pengendara ketika mengendarai sebuah kendaraan.

Dan biasanya pengendara seperti itulah yang selalu menjadi biang penyebab masalah di jalan. Sehingga tak hayal pemandangan di jalan akan semraut. Apa lagi saat-saat di jam sibuk, misalnya masuk dan pulang anak sekolah, kemudian jam pergi dan pulang kerja.

Justru kemacetan serta kesemrautan di jalan itu dapat dikurangi, jika para pengendara dapat mematuhi aturan-aturan rambu-rambu lalu lintas. Kenapa harus patuh dan tertib lalu lintas? Sebab jika hal itu tidak kita rubah sedemikian rupa

Dan perlu kita ketahui semakin berkembang nya zaman, tentu perkembangan kendaraan juga akan mengikuti, tetapi perkembangan kendaraan dan badan jalan berbanding terbalik, sebab belum tentu akan mengalami perubahan fisik jalan.

Maka jika itu tidak kita sikapi bersama-sama dengan menjadi pengendara yang patuh dengan aturan di jalan tentu macet, kesemrautan itu akan selalu menjadi masalah. Ada keuntungan bila para pengendara disiplin, beretika ketika berlalu lintas  dengan baik. Pertama ia akan menyelamatkan diri sendiri kemudian dapat menciptakan kelancaran aktivitas di jalan.

Dan di sini ada beberapa kebiasaan buruk pengendara di jalan yang tidak layak untuk ditiru, yaitu pertama, ketika hendak belok ke kanan tetapi ia ambil posisi jalur kiri dan tiba langsung memotong, tanpa memberikan aba-aba lampu sign. Kedua, sudah jelas traffic light menunjukkan warna merah, yang artinya para pengendara harus berhenti sesuai dengan zebra cross yang ada. Tetapi masih ada pengendara dari belakang nyelonong menerobos, dan ada juga mengklekson-klakson pengendara di depan. eh pas diliatin merasa gak salah.

Ketiga melihat traffic light kuning, yang artinya imbauan agar lebih hati-hati justru ada pengendara tancap gas terus takut warnnya keburu jadi merah. Keempat masih banyak terlihat pengendara mobil maupun sepeda motor sambil menggunakan HP, baik itu saat jalan ataupun di traffic light, ini tentu mengganggu pengendara lain, sehingga mengabaikan ketika traffic light merah berubah hijau masih belum nyadar dan masih main HP. Selain itu sangat membahayakan dirinya.

Kelima jelas ada plang tanda belok kiri langsung jalan, tapi masih saja ditutupi sama pengendara yang tidak sabar, sehingga mengabaikan pengendara lain, dan hasil perbuatannya akan membuat macet dan aneka bunyi klakson tak terelakkan.

Keenam membuang sampah sembarangan. Ini juga terkadang masih ada terlihat di jalan, dan ini lebih sering dilakukan pengendara mobil, apa lagi perjalanan ke luar dan dalam kota. Ketujuh bagi pengendara sering berhenti mengambil posisi zebra cross tanda untuk pejalan kaki. Sehingga para pejalan kaki sering menyeberang bukan dari jalur yang telah disediakan. Tak jarang pejalan kaki menyeberang sambil lari tanpa mengindahkan traffic light.

Mungkin ada lagi yang menjadi kebiasaan buruk yang pernah kita lihat. Atau, juga kita sebagai pelakunya. Maka ada hal yang perlu kita ketahui dengan berbuat hal yang buruk itu, disengaja atau tidaknya itu lbh gampang, namun ketika sudah menjadi kebiasaan maka itu akan sulit untuk merubahnya.

Oleh sebab itu maka mulai lah disiplin berlalu lintas dari diri sendiri. Mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing, sudahkah kita patuh dan taat dalam berlalu lintas? (Monang Sitohang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *