Tak Ada Ampun bagi Oknum Aparat Curang

 Tak Ada Ampun bagi Oknum Aparat Curang

Sapaan “Video Call” Sandiaga Uno

Massa pendukung Prabowo – Sandi di Padang Lawas, Sumatera Utara. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno menyapa para pendukungnya di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara lewat video call whatsapp. Terlihat masyarakat sangat antusias menyapa Sandiaga Uno lewat layar lebar yang disediakan panitia, Minggu (7/4).

Dalam kesempatan itu, Sandi berpesan kepada para pendukungnya di Kab. Padang Lawas untuk selalu ikhtiar, berdoa, dan berusaha agar Prabowo – Sandi menang, menjuju Indonesia yang adil dan makmur. Ajakan itu disambut teriakan semangat massa yang berkumpul.

Acara tersebut dihadiri oleh kader seluruh partai koalisi pendukung Prabowo – Sandi di Kab. Padang Lawas. Di antara mereka tampak antara lain Ir. Lukman Nasution, Djamaluddin Hasibuan, Ali Juman Lubis, dan Syafaruddin, SH.

Warga yang diwawancarai awak media, mengaku siap mendukung dan mengantar Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia ke-8, menggantikan presiden ke-7, Joko Widodo. Selain itu, pengacara muda kondang, Pitra Romadoni Nasution, SH, MH di sela-sela pidatonya mengatakan dirinya optimis Prabowo – Sandi akan menang di Kab. Padang Lawas, Sumatera Utara. “Kita tidak ingin harga karet turun, harga sawit turun, sementara harga bahan-bahan pokok meroket naik,” ujarnya seraya menambahkan, “cukup sampai di sini penderitaan saudara-saudara sekalian. Saatnya kita bangkit menuju Indonesia adil dan makmur bersama Prabowo – Sandi.”

Putra Romadoni Nasution, SH, MH kedua dari kiri. (foto: ist)

Pitra Nasution juga menegaskan agar aparatur Pejabat Desa tidak sekali-kali terlibat dalam politik praktis, dan melakukan praktik-praktik tak terpuji demi memenangkan salah satu Paslon. Sebab, sebab jika nanti ditemukan ada Kepala Desa atau Camat terlibat menggalang dukungan untuk salah satu Capres, maka ia akan melaporkan hal tersebut ke Bawaslu dan Bareskrim Mabes Polri.

“Saya tidak akan membiarkan aparatur desa yang menakut-nakuti masyarakat atau terlibat dalam politik praktis. Oknum seperti itu ancaman hukumannya sudah jelas, yakni pidana penjara. Jadi lewat panggung demokrasi ini saya tekankan kepada seluruh perangkat desa dan kecamatan tidak ikut campur. Undang-undang sudah mengatur dengan jelas,” tegasnya,

Pitra juga meminta para pendukungnya untuk waspada terhadap kemungkinan aparat bertindak tidak negral dalam Pemilu 17 April 2019 mendatang. Salah satu wujud waspada dan peduli adalah dengan merekam setiap praktik kecurangan. Bukti itu nanti bisa dijadikan alat bukti. “Tidak ada ampun bagi aparat yang ketahuan dan terbukti curang,” ujar Pitra yang disambut gemuruh takbir. (dod)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *