Sandiaga Uno Resmikan Malang Health Tourism

MALANG, JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno meresmikan Malang Health Tourism (MHT) di Hotel Grand Mercure Malang, Minggu (17/4/2023). Hal ini sekaligus menjadikan wilayah Malang Raya sebagai kawasan health tourism keempat di Indonesia. Tiga tempat yang lain ada di Sumatera Utara, Bali dan Sulawesi Utara.

Malang Health Tourism diharapkan bisa mendorong pelaku industri kesehatan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Malang Raya dan penggiat pariwisata di Malang Raya menangkap peluang yang ada.

Sandiaga Uno menyebut, berdasarkan informasi yang ia terima, ada 161 triliun rupiah uang warga Indonesia yang mengalir ke luar negeri untuk berobat. Malaysia menjadi negara yang paling banyak dituju. Persentasenya mencapai 80 persen.

Di Malaysia, pasien dilayani dengan baik bahkan rela menjemput langsung pasien ke Indonesia. Kita juga bisa seperti itu melalui Malang Helath Tourism, ujar Sandiaga Uno.

Malang Health Tourism diharapkan bisa mendorong pelaku industri kesehatan dan pariwisata di Malang Raya menangkap peluang yang ada.

Sandiaga Uno meyakini, perpaduan layanan industri kesehatan dan pariwisata di Malang Raya bisa mewujudkan hal itu.

Dia berharap, pihak-pihak yang tergabung dalam Malang Health Tourism dapat fokus untuk menarik pasar dari masyarakat Indonesia terlebih dahulu.

Setelah sukses dikembangkan, kemudian bisa berbalik, menarik orang-orang luar negeri bisa mendapat layanan kesehatan di Indonesia.

Sandiaga mengatakan, layanan wisata kesehatan dinilai mampu memberi sumbangan peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

“Namun, untuk menyukseskan hal itu baik pelaku industri kesehatan dan pariwisata harus melakukan penguatan kolaborasi, termasuk dengan pemerintah daerah. Sehingga tercipta terbuka peluang usaha, terciptanya lapangan kerja. Ini bagian dari terciptanya 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024. Tetapi industri kesehatan dan pariwisata tidak bisa instan, harus totalitas menyiapkan segala aspek,” katanya.

Ketua Umum Malang Health Tourism, Ardantya Syahreza mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan program kegiatan Malang Health Tourism.

Saat ini sudah ada enam rumah sakit (RS) di Kota Malang tengah diajak berkolaborasi. Diantaranya, RS Persada Hospital, RSU Muhammadiyah Malang, RS Lavalatte, RS Hermina, RS Panti Nirmala dan RS Panti Waluya. Masing-masing RS memiliki layanan unggulan.

“RS Persada Hospital memiliki layanan unggulan penanganan jantung dengan mendiagnosis irama jantung, bedah jantung terbuka sudah ada juga. RS Lavalatte ada layanan onkologi jadi radioterapi untuk menyinari penderita kanker, begitu juga dengan RS lainnya,” katanya.

Selain itu, pihak lainnya yang akan diajak berkolaborasi yakni ada klinik kecantikan, klinik kesehatan lainnya dan hotel-hotel. Pihaknya juga akan mengajukan SK Wali Kota untuk mendukung program kegiatan Malang Health Tourism.

Selain layanan medis, Malang Health Tourism menyasar program kegiatan wisata kebugaran dan wisata olahraga (sport tourism). Jadi masyarakat datang ke suatu tempat melakukan staycation seperti yoga, atau pilates, atau melakukan sesuatu yang menyenangkan seperti spa di suatu tempat dan kembali lebih fresh, ungkapnyanya.

Pihaknya juga berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat. Selain promosi, dia berharap pemerintah mengaudit permasalahan harga penjualan alat-alat medis di Indonesia. (Nova)

Sebanyak 29 Delegasi Meriahkan Panggung SIPA 2021

JAYAKARTA NEWS –  Solo International Performing Arts (SIPA) digelar ditengah pandemi COVID-19 kedua kalinya. SIPA hadir dengan konsep baru yaitu hybrid dan drive in dimana penonton dapat menyaksikan secara langsung pertunjukan SIPA dengan menggunakan mobil di Bengawan Solo Park at Jurug Zoo dan live streaming melalui kanal YouTube SIPA FESTIVAL dan Pariwisata Solo. SIPA di hari kedua ini menampilkan berbagai penampilan yang melibatkan seniman dari delegasi Indonesia dan mancanegara dimulai pada pukul 13.00 – 17.00 WIB untuk penampilan video perfomance dan pukul 19.00 – 22.00 WIB untuk live performance.

Salah satu jaringan manca negara SIPA yaitu Erasmus Huis menyambut baik SIPA 2021. Kepala Departemen Kebudayaan dan Komunikasi, Erasmus Huis, Mr. Jaef de Boer, mengatakan “Dengan adanya acara SIPA ini, kami sebagai peminat budaya dan seni dari Eramus Huis merasa bangga dan senang. Melalui festival yang luar biasa ini, orang-orang akan memahami makna dan keragaman budaya. Kita harus tahu lebih banyak tentang budaya lain dari berbagai jenis seni pertunjukan. Dengan cara ini kita bisa menghormati tradisi dan karakteristik budaya lain, sehingga kita bisa menjalin hubungan baik antara Belanda dan Indonesia.”

Pada hari kedua ini, SIPA menampilkan 12 video penampilan hasil karya dari delegasi Indonesia dan 11 video delegasi mancanegara. Delegasi Indonesia yang turut memeriahkan panggung SIPA secara live diantaranya Ngalambeksa Community (Malang), Joko SSP feat Wiwin Andie Fashion Designer (Solo), Wasi Bantolo (Solo), Brayat Endah Laras (Solo), Sawung Dance Studio (Surabaya), dan Pecas Ndahe (Solo).

Para penonton daring maupun luring pun berkesempatan berinteraksi langsung dengan SIPA melalui live chat di kanal YouTube. Penonton yang beruntung juga bisa mendapatkan merchandise SIPA dengan menjawab pertanyaan kuis.

Selanjutnya, SIPA juga telah membuka kompetisi TikTok sejak September. Pengumuman pemenang kompetisi TikTok dengan Juara 1 mendapat Rp. 1.000.000; Juara 2 Rp. 750.000; Juara 3 Rp. 500.000; dan Juara Favorit 3 Pemenang Rp. 250.000.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka juga hadir langsung pada pertunjukan SIPA. “Berharap SIPA tahun ini menjadi awal kebangkitan dan kepulihan dari pariwisata ekonomi kreatif di Indonesia. Bersyukur, masyarakat kota Solo mampu berusaha di tengah kondisi pandemi. Melalui SIPA juga terlihat dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak,” ujar Sandiaga Uno dalam sambutannya. (PR)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno (tengah) menyaksikan SIPA 2021 hari kedua, didampingi Walikota Solo Gibran Rakabumking Raka (kanan), dan Direktur SIPA: Dra. Irawati Kusumoasri, S.Sn. (foto: Humas SIPA)

25 Tahun EKI – Pentingnya Gerakan Kebudayaan di Masa Sulit

JAYAKARTA NEWS – Di masa sulit pandemi yang tak tahu kapan berakhir, Gerakan Kebudayaan sangat penting. Dirjen Kebudayaan Kemdikbudristek, Hilmar Farid mengemukakan hal tersebut dalam menyambut ultah ke 25 Eksotika Kharmawibangga Indonesia (EKI) Dance Company, kelompok tari yang masih eksis sampai sekarang.

Dikatakannya, di sanggar EKI, kita tidak hanya belajar tari, musik, budaya dan pendidikan, tetapi juga belajar kehidupan. Ratusan anggota EKI dengan berbagai latar belakang budaya terus berkreasi dan berkarya meski timbul masalah sosial yang dihadapinya dengan mengolah elemen-elemen secara luar biasa.

“Ini tantangan yang berat, EKI terus berkarya. Ada pasang surut, jatuh bangun dan pandemi, tapi mereka terus menghasilkan karya-karya yang baik,” beber Hilmar Farid yang pernah menjadi pengajar EKI atas ajakan Direktur Artistik EKI, Rusdi Rukmarata.

Sedangkan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno menegaskan karya-karya pelaku seni dan penari EKI sangat diperlukan sekarang ini, dengan mengobarkan semangat berkepribadian dalam kebudayaan dan melaksanakan prokes secara ketat. “Suasana kekeluargaan yang dibangun di EKI patut ditiru, tanpa tergantung orangnya.

Eksotika Kharmawibangga Indonesia (EKI) Dance Company.

Yang penting gerakan ini tetap jalan dan eksis dengan menyalurkan bakat dan inspirasi baru di bidang tari, musik, film dan elemen budaya lain. Mengusung tema ‘Cerita dari Manggarai’,  ‘perusahaan tari’ EKI sampai sekarang diakui sukses merekrut banyak remaja pegiat kebudayaan. Mereka berlatih tari 6  – 8 jam sehari berikut tempat tinggal, asrama, pendapatan rutin hingga pendidikan gratis.

Mereka tertarik masuk EKI karena kepemimpinan Rusdi Rukmarata yang lulusan London Company Dance School dan Eiko Senosunoto  yang pimpinan EKI. Selama kurun waktu perjalanannya, sudah puluhan karya drama musikal dipentaskan, antara lain ‘Ken Dedes’, ‘Madame Dasima’, ‘Laki Laki’, ‘Gallery of Kisses’, ‘China Moon’, ‘Miss Kadaluwarsa’, ‘Kabaret Oriental’, ‘Ada Apa dengan Sinta’, ‘Jakarta Love Riot’ dsn seabreg karya lain.

Berkaitan entitas tari yang dikuasainya, EKI dipercaya menyelenggarakan festival di Spanyol, Paris, Belanda, India, Singapura, Malaysia hingga penyambutan tamu negara di Istana Negara Indonesia. Beberapa penari, penyanyi, artis, host dan dalang pernah direkrut EKI, seperti Rudy Wowor, Syaharani, Dian HP, Djaduk Ferianto dan Kua Etnika dll.

Eksotika Kharmawibangga Indonesia (EKI) Dance Company.

Tatkala pra pandemi, EKI bekerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta menghelat ‘Up Date’ selama 3-4 bulan dalam bentuk variety show (tradisi, ballet, kontemporer, tap, jazz, hip hop dan berbagai aliran tari lain) dengan menggaet penyandang disabilitas.

Tatkala pandemi melanda, EKI terkena imbasnya. Beberapa event dibatalkan, pelaku seni kehilangan panggung dan berbagai pertunjukan harus digelar secara virtual. Meski tahun ini sudah memiliki logo baru, EKI bakal menggebrak setahun ke depan dengan pergelaran drama musikal ‘Ken Dedes’ (re-enacment/reka ulang sejarah), pameran dan penerbitan buku. “Semoga ini semua berhasil. Doa kita semua,” pungkas Rusdi Rukmarata dengan suara bergetar penuh semangat. (pik)

Brompton itu Laku 200 Juta

Jayakarta News – Sepda benar-benar menjadi barang buruan. Alat tranportasi itu menjadi idola sehingga kini begitu fenomenal. Apa pun mereknya dicari dan dibeli sehingga langka di pasaran atau bahasa anak sepeda ‘goib’.

Apalagi jika sepeda itu eksklusif. Untuk kegiatan amal, dikemas dengan baik, nilai jualnya sangat tinggi. Satu unit nyaris sama harga satu mobil keluarga, sekelas Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia.

Itu yang terjadi pada sepeda brompton S2L oranye yang dilelang PMI DKI Jakarta pada kegiatan amal di kantornya, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (11/8) pagi. Sepeda buatan UK itu terjual Rp 200 juta. Bukan main… top banget.

Sebenarnya sepeda ini biasa saja. Tidak dibuat terbatas (limited edition) dan tidak langka (rare). Kendati keluaran 2020, namun karena dua speed, harga normalnya di kisaran Rp 30 juta, atau paling mahal Rp 40 jutaan.

Sepeda besutan Mr Will Buttler Adams itu, menjadi sangat istimewa setelah frame-nya dibubuhi tandatangan mantan wakil presiden RI, Jusuf Kalla, dan mantan wakil Gubernur DKI Jakarta, Solahudin Sandiaga Uno.

Tanda tangan kedua tokoh ini, pada lelang mampu ‘melambungkan’ harganya sehingga membuat orang berdecak kagum. Mereka paham kenapa kendaraan tanpa asap itu berharga tinggi.

Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendy, yang juga Walikota Jakarta Barat dalam kegiatan charity lelang sepeda Brompton di kantor PMI DKI Jakarta, Jl Kramat, Jakarta Pusat. (foto: egu)

Selain ada tanda tangan kedua tokoh bangsa juga karena lelang amalnya itu sendiri. Pembeli semata-mata tidak mengejar eksklusifitas saja tapi juga ingin berbuat untuk kemanusiaan. Apalagi di Indonesia, banyak sepeda brompton, tapi hanya sepeda ini yang ditandatangani Jusuf Kalla dan Sandy Uno, jadi layak dimiliki untuk dikoleksi.

Indonesia, kini memang sedang meradang. Pandemi covid–19 yang tak kunjung usai, membuat semua serba sulit. Maka begitu Ketua PMI DKI Jakarta, Rusef (Rustam Effendy) mengadakan charity banyak yang ikut.

Sepeda ini milik kawannya yang dipinjamkan untuk olahraga. Karena tak ada waktu, atas seizin pemiliknya kemudian dilelang untuk amal agar bermanfaat.

Lelang dibuka di awal Rp 50 juta, angkanya langsung melonjak drastis. Peserta bersahut-sahutan menyampaikan tawaran hingga akhirnya mentok di angka Rp 200 juta.

“Saya berminat. Last minute ada yang lebih tinggi jadi ya nggak dapat. Ini amal bukan jor-joran adu kuat jadi nggak apa. Seneng saja sepeda laku tinggi,” ujar Mohamad Feriadi, CEO JNE yang menawar Rp 195 juta sebelum akhirnya diungguli pemenang.

Penggemar motor besar ini sedikit pun tak terlihat kecewa. Ia bahkan berharap kegiatan serupa banyak dilaksanakan agar dapat membantu mereka-meraka yang kesulitan. (eko guruh)

Tak Ada Ampun bagi Oknum Aparat Curang

Sapaan “Video Call” Sandiaga Uno

Massa pendukung Prabowo – Sandi di Padang Lawas, Sumatera Utara. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno menyapa para pendukungnya di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara lewat video call whatsapp. Terlihat masyarakat sangat antusias menyapa Sandiaga Uno lewat layar lebar yang disediakan panitia, Minggu (7/4).

Dalam kesempatan itu, Sandi berpesan kepada para pendukungnya di Kab. Padang Lawas untuk selalu ikhtiar, berdoa, dan berusaha agar Prabowo – Sandi menang, menjuju Indonesia yang adil dan makmur. Ajakan itu disambut teriakan semangat massa yang berkumpul.

Acara tersebut dihadiri oleh kader seluruh partai koalisi pendukung Prabowo – Sandi di Kab. Padang Lawas. Di antara mereka tampak antara lain Ir. Lukman Nasution, Djamaluddin Hasibuan, Ali Juman Lubis, dan Syafaruddin, SH.

Warga yang diwawancarai awak media, mengaku siap mendukung dan mengantar Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia ke-8, menggantikan presiden ke-7, Joko Widodo. Selain itu, pengacara muda kondang, Pitra Romadoni Nasution, SH, MH di sela-sela pidatonya mengatakan dirinya optimis Prabowo – Sandi akan menang di Kab. Padang Lawas, Sumatera Utara. “Kita tidak ingin harga karet turun, harga sawit turun, sementara harga bahan-bahan pokok meroket naik,” ujarnya seraya menambahkan, “cukup sampai di sini penderitaan saudara-saudara sekalian. Saatnya kita bangkit menuju Indonesia adil dan makmur bersama Prabowo – Sandi.”

Putra Romadoni Nasution, SH, MH kedua dari kiri. (foto: ist)

Pitra Nasution juga menegaskan agar aparatur Pejabat Desa tidak sekali-kali terlibat dalam politik praktis, dan melakukan praktik-praktik tak terpuji demi memenangkan salah satu Paslon. Sebab, sebab jika nanti ditemukan ada Kepala Desa atau Camat terlibat menggalang dukungan untuk salah satu Capres, maka ia akan melaporkan hal tersebut ke Bawaslu dan Bareskrim Mabes Polri.

“Saya tidak akan membiarkan aparatur desa yang menakut-nakuti masyarakat atau terlibat dalam politik praktis. Oknum seperti itu ancaman hukumannya sudah jelas, yakni pidana penjara. Jadi lewat panggung demokrasi ini saya tekankan kepada seluruh perangkat desa dan kecamatan tidak ikut campur. Undang-undang sudah mengatur dengan jelas,” tegasnya,

Pitra juga meminta para pendukungnya untuk waspada terhadap kemungkinan aparat bertindak tidak negral dalam Pemilu 17 April 2019 mendatang. Salah satu wujud waspada dan peduli adalah dengan merekam setiap praktik kecurangan. Bukti itu nanti bisa dijadikan alat bukti. “Tidak ada ampun bagi aparat yang ketahuan dan terbukti curang,” ujar Pitra yang disambut gemuruh takbir. (dod)

“Demam Prabowo-Sandi”

Kampanye akbar Prabowo – Sandi di Gelora Bung Karno hari ini (7/4) diawali sholat subuh berjamaah. Masa dari berbagai daerah sudah mulai masuk kawasan Senayan sejak Minggu dinihari. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Massa memutihkan kawasan seputar Gelora Bung Karno, Senayan hari ini (7/4). Rapat Akbar pasangan Capres-Cawapres 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno adalah moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pendukung. Tak heran jika geliat pergerakan massa sudah tampak sejak dinihari.

Memasuki area Senayan Minggu dinihari sekira pukul 01.00, tampak iring-iringan massa mengalir dari arah Jl. Gatot Subroto, Jl. S. Parman, seputar Jembatan Semanggi, dan dari jalan-jalan tembusan arah selatan Gelora Bung Karno. Ada yang mengendarai sepeda motor sembari mengarak bendera partai politik pengusung. Ada kelompok-kelompok kecil masyarakat berjalan kaki secara tertib di pedestrian.

Berpakaian serba putih, identitas yang telah mereka gunakan sejak gerakan 212 itu, kembali memutihkan kawasan Senayan, Minggu (7/4). Sandiaga Uno saat berbicara di hadapan lautan massa yang “demam Prabowo-Sandi”. (foto: ist)

Seiring guliran waktu, intensitas pergerakan massa menuju GBK kian meningkat. Ini mengingatkan pada fenomena banjir massa di mana pun Prabowo – Sandi berkampanye. Meski, seperti disinggung Prabowo Subianto tadi pagi, toh ada televisi berita nasional yang memberitakan sebaliknya. Televisi itu menyebut, kampanye Prabowo di Padang, ditinggalkan massa.

Padahal, saat berkampanye di Kawasan Wisata Danau Cimpago, Padang – Sumatera Barat, Selasa (2/4), massa tumpah ruah yang mengakibatkan Prabowo sulit keluar dari arena kampanye. Di Padang itu pula, Prabowo bersumpah, setelah terpilih menjadi Presiden RI periode 2019 – 2024, tidak akan memperkaya diri sendiri maupun keluarga dan teman-temannya. Apa yang ia dapat dan miliki, Prabowo menegaskan, sudah lebih dari cukup.

“Yang Maha Kuasa telah memberi banyak kepada saya. Saya sadar kalau saya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa saya tidak membawa apa-apa. Saya hanya ingin meniggalkan amal dan perbuatan baik untuk rakyat,” tegas Prabowo, seraya menambahkan, “Saya akan berjuang keras untuk meringankan beban rakyat.”


Sambutan massa yang “demam Prabowo-Sandi” di Padang, Sumatera Barat. (foto: ist)

Capres nomor urut 02 ini mengatakan, rakyat Indonesia, tanpa kecuali, tidak boleh lagi ada yang frustrasi karena miskin. Rakyat Indonesia, harus mendapatkan kehidupan yang baik. “Tidak boleh ada lagi yang lapar di negeri ini, tidak boleh ada yang putus asa karena tidak mampu membeli susu untuk anaknya,” kata Prabowo disambut ribuan tepuk tangan.

Massa makin bersemangat saat Prabowo membakar dengan orasinya yang menyentuh kesadaran dan harga diri kita sebagai bangsa berdaulat. Katanya, Indonesia harus menjadi bangsa pemenang agar tidak dihina oleh negara lain. “Saya tidak mengijinkan rakyat Indonesia dihina-hina oleh bangsa lain. Saya tidak izinkan harga diri rakyat Indonesia diinjak-injak oleh bangsa lain,” tegas Prabowo.

Kemenangannya bersama Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019,  adalah kemenangan rakyat Indonesia yang menginginkan perubahan hidup serta masa depan generasi bangsa. “Coblos nomor 02 untuk masa depan semua. Kita menyongsong Indonesia yang bersih dari korupsi, kita menyongsong Indonesia yang adil dan makmur,” kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra ini akan meperjuangkan nasib para petani dan nelayan agar bisa memiliki pengasilan dan kehidupan yang jauh lebih baik. “Kita bejuang keras agar tidak impor-impor lagi, petani kita bantu. Petani Jepang bisa kaya, masak petani kita miskin. Lihat laut Indonesia kaya, masak nelayan kita miskin,” ucap Prabowo.

Capres 02, Prabowo Subianto memeluk haru pekerja bengkel bernama Rizal, yang telah menyerahkan tabungannya untuk disumbangkan bagi pemenangan Prabowo-Sandi. Hampir dalam setiap kampanye, bukan Prabowo-Sandi yang menebar uang, tetapi masyarakatlah yang memberikan sumbangan. (foto: ist)

Suasana kampanye menjadi haru-biru saat seorang simpatisan dan pendukung Prabowo – Sandi bernama Rizal naik ke panggung untuk memberikan sumbangan dana yang ia tabung hasil menyisihkan sebagian penghasilannya. Rizal sehari-hari bekerja di sebuah bengkel di Kota Padang.

Rizal terlihat begitu terharu bisa bertemu secara langsung dengan capres yang ia gadang-gadang bisa mengangkat derajat hidup rakyat Indonesia. Saat Prabowo mengucapkan terima kasih, Rizal yang datang mengenakan seragam kerja langsung menangis dan memeluk Prabowo. Bahkan, Prabowo sempat terlihat mengusap air matanya usai memeluk Rizal. “Terima kasih. Ini bukti gerakan kita didukung oleh rakyat kecil,” ucap Prabowo.

Berikut adalah suasana kampanye Prabowo – Sandi di berbagai daerah di seluruh Indonesia, yang selalu dipadati massa. Gambaran yang menyiratkan Indonesia “Demam Prabowo-Sandi”. (*/dcw)

“Bandung Lautan Manusia”. (foto: ist)
Masa berlapis-lapis di Ciamis. (foto: ist)
Di Purwokerto, kota leluhur Prabowo. (foto: ist)
Semangat Batam menyambut Prabowo. (foto: ist)
Massa Sidoarjo pun “demam Prabowo-Sandi”. (foto: ist)

Prabowo: Rakyat tak Bisa Dikalahkan

Capres 02, Prabowo Subianto saat berkampanye di Tegal. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Calon Presiden Republik Indonesia nomor urut 02 Prabowo Subianto menyindir penguasa untuk tidak seenaknya berbuat pada rakyat. Hal itu ia sampaikan saat berkampanye di Kabupaten Tegal, Senin, 01/04/2019. Prabowo mencontohkan beberapa kasus kesewenang-wenangan terjadi seperti kasus kepala desa dipenjara dan kasus Ahmad Dhani.

“Orang yang di atas akan turun, makanya kalau di atas janganlah sombong. Ojo dumeh, ojo adigang, adigung, adiguno, ojo seenaknya sama rakyat, ” kata Prabowo disambut meriah oleh ribuan masyarakat yang hadiri kampanyenya.

Selanjutnya Prabowo meminta kepada masyarakat untuk ikut serta menjaga suara rakyat di setiap tempat pemungutan suara (TPS) karena setiap suara masyarakat akan menentukan nasib bangsanya.

“Karena sesungguhnya rakyat itu tidak bisa terkalahkan, jadi nanti tanggal 17 April akan memegang kekuasaan yang sama, tidak ada jenderal, tidak ada petani, tidak ada nelayan. Hari itu satu orang dan orang yang lain akan memiliki suara yang sama. Jangan disia-siakan,“ bebernya.

Kalimat Prabowo mirip betul dengan pernyataan Bung Karno suatu hari. Kurang lebih Bung Karno pernah mengatakan, “Senyuman, tawa, dan tangisku adalah sebuah kesaksian, bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat.”

Siaran Pers ini dirilis oleh Direktorat Bidang Komunikasi dan Media, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (*)

Sandiaga Uno Cicipi Gogos di Barru Sulawesi Selatan

JAYAKARTA NEWS – Sandiaga Uno mampir untuk menikmati Gogos di sepanjang Jalan Barru menuju Makassar. Gogos adalah makanan khas Sulawesi Selatan, yang dibuat dari ketan dan dibungkus daun pisang, dipanggang di atas kayu bakar.

“Rasanya seperti lemper, ketan berisi ayam yang disuwir. Hanya saja, Gogos ini ada yang menggunakan ketan hitam tanpa isi di dalamnya. Enak bener. Dimakan dengan telor asin dan dicocol sambal,” kata Sandi yang baru saja menyelesaikan kampanye terbukanya di Sidrap, Kamis (28/3/2019).

Ibu Dahlia pemilik kedai agak kaget calon wakil presiden nomor urut 02 ini datang ke kedainya. “Tidak sangka Pak Sandi mau mampir,” ucap Dahlia tidak bisa menyembunyikan perasaan kaget bercampur senang.

Saat berbincang dengan Sandi, Dahlia mengaku beras ketan mahal. Karena didengarnya impor. “Mahal ketannya Pak. Satu kilo lima belas ribu. Saya sih pinginnya lebih murah, kata Dahlia yang menjual Gogos satu biji tiga ribu rupiah hingga lima ribu rupiah.

Keuntungan yang diperolehnya juga tidak menentu, kadang malah tidak ada yang terjual sama sekali. Tapi kalau sedang ramai yang mampir bisa menjual 100 hingga 200 Gogos.

Dahlia berharap, kiosnya bersama pedagang Gogos lain yang ada di sepanjang jalan diperbaiki sehingga terihat lebih menarik.

“Prabowo – Sandi fokus pada pengusaha kecil dan menengah. Apa yang diinginkan Ibu Dahlia menjadi masukan bagi kami dalam membuat kebijakan ekonomi yang berpihak kepada Ibu Dahlia dan pedagang Gogos lainnya,” ucap Sandi.

Sandi juga sempat membolak-balikan Gogos di atas tungku dengan kayu bakar yang membara. Tungku sederhana dari batu bata yang ada di depan warung para penjaja Gogos.

Demikian siaran pers Direktorat Bidang Komunikasi dan Media, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. (*)

Jokowi Dalam Tekanan Tempe Setebal Kartu ATM


OPOSISI pemerintah dalam gelaran pemilihan presiden langsung (Pilpres) yang diagendakan digelar pada April 2019, tampaknya cukup gencar menyerang kubu petahana Presiden Joko Widodo yang berpasangan dengan KH. Ma’ruf Amin, dengan memanfaatkan momentum tergelincirnya nilai tukar rupiah.

Isu keterpurukan nilai tukar rupiah mereka bawa ke media sosial, sembari menuding bahwa pemerintah Jokowi  telah memberi karpet merah bagi para pekerja Cina untuk memasuki Indonesia. Mereka  merebut lapangan pekerjaan jauh lebih banyak daripada warga lokal.  Lantas, muncul lagu tema kampanye # 2019GantiPresiden yang  menyindir moto pemerintahan Jokowi: “Kerja, kerja, kerja” Widodo:

Berikut lirik lagu “#2019GantiPresiden”

Dulu kami hidup tak susah, Mencari kerja sangat mudah

Tetapi kini, pengangguran, Semakin banyak gak karuan

10 juta lapangan kerja, Tetapi bukan untuk kita

Kerja, kerja, kerja, buruh asing yang kerja

Anak-anak bangsa tetap nganggur aja

Di sana sini orang menjerit, Harga-harga selangit

Hidup yang yang sulit, Sembako naik, listrik naik

Di malam buta, BBM ikut naik (Buset)

Pajak mencekik usaha sulit, Tapi korupsi subur penguasanya makmur

Rumah rakyat kau gusur, nasib rakyat yang kabur

Awas, awas, kursimu nanti tergusur

Beban hidup kami sudah gak sanggup, Pengennya cepet-cepet tahun depan

2019 ganti Presiden

Kuingin Presiden yang cinta pada rakyatnya

2019 ganti Presiden

Ku ingin Presiden yang tak pandai berbohong

2019 ganti Presiden

Ku ingin Presiden yang cerdas, gagah perkasa

2019 ganti Presiden

Bukan Presiden yang suka memenjarakan Ulama dan rakyatnya

(Cabe mahal – tanam sendiri Daging mahal – makan bekicot Listrik mahal – cabut meteran Beras mahal – ditawar dong) Itulah lirik dari lagu #2019GantiPresiden.

Dalam banyak hal, pemimpin yang akrab disapa sebagai Jokowi ini, mengagendakan perjuangan dengan komitmen untuk terus mendorong agenda yang lebih merakyat. Tetapi, aksi jual yang terjadi pasar modal dan valas,  telah mendorong rupiah  ke tingkat kritis sebagaimana terjadi pada krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an, yang memaksa Jokoi  untuk mengambil langkah-langkah proteksionis.

Joko Widodo memegang tampuk pemerintahan empat tahun lalu, dengan rencana besar untuk menjadikan ekonomi Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dan menempati 10 besar dunia. Dia berjanji kemudahan berusaha, melonggarkan pembatasan investasi asing dan meningkatkan pembangunan infrastruktur besar-besaran.

Rendahnya harga minyak dalam beberapa tahun pertama masa pemerintahan  Jokowi, memungkinkannya untuk memotong subsidi energi dan mengalihkan dana untuk membiayai infrastruktur senilai 4.800 triliun rupiah ($ 323 miliar).

Ini termasuk rencana untuk pembangunan kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia, mass rapid transit dan jaringan kereta ringan, serta jalan tol baru, pelabuhan dan bandara.

Deregulasi membantu menciptakan birokrasi yang lebih efisien, memacu investasi dan mempercepat proyek. Investasi langsung asing (FDI) mencapai rekor tertinggi tahun 2017 lalu, peringkat daya saing Indonesia meningkat, dan tiga lembaga pemeringkat kredit utama, semua mempromosikan obligasi pemerintah Indonesia ke tingkat investasi.

Pada kuartal kedua tahun ini, ekonomi tumbuh dengan laju tercepat dalam empat setengah tahun, dan pemerintah mengumumkan kampanye “Making Indonesia 4.0” untuk mengembangkan lima industri utama – makanan dan minuman, tekstil, mobil, bahan kimia dan elektronik. Tetapi, resultante  isu politik dan depresiasi  rupiah telah mendorong terjadinya pembelokan arah

Dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja  negara (RAPBN) 2019 yang disampaikan dalam nota keuangan di depan para wakil rakyat pada  Agustus lalu, pemerintah Jokowi  berjanji untuk meningkatkan subsidi, menaikkan gaji pegawai negeri dan memberikan manfaat ganda bagi rumah tangga miskin. Dalam beberapa bulan terakhir ini, Jokowi  juga telah bergerak untuk menegaskan kontrol Indonesia atas sumber daya alam negara itu.

Pemerintah  mengalokasikan Rp 156,5 triliun, meningkat 66% dari rencana anggaran awal untuk tahun ini, untuk subsidi yang terkait dengan energi. Kementrian Pertambangan dan Energi misalnya, tengah menggarap proyek pipanisasi gas subsidi untuk konsumen rumah tangga, seperti dilakukan di Kabupaten Bogor. Di pihak lain, pemerintah juga menggenjot subsidi  di bidang non-energi, seperti untuk pupuk pertanian sebesar 4,2%.

Namun, depresiaisi rupiah tak urung tetap membuat seorang wanita berusia 30-an, yang menjalankan bisnis agen perjalanan tiket perjalanan di Jakarta, khawatir tentang dampak jatuhnya rupiah pada bisnisnya, yang sebelumnya telah tumbuh mengikuti meningkatnya jumlah orang Indonesia yang bepergian ke luar negeri.

“Kami harus menaikkan harga tiket kami,” kata wanita yang meminta tidak disebutkan jati dirinya. “Jika ini terus berlanjut, kami takut akan ada penurunan jumlah orang yang bepergian ke luar negeri.”

Sebagai negarara  kepulauan, Indonesia sudah semenjak masa Orde Baru harus mengimpor sebagian besar bahan bakarnya (BBM). Dalam situasi ini, Presiden Jokowi masih memiliki sedikit opsi untuk  meningkatkan subsidi agar harga BBM tetap turun di tengah melemahnya nilai tukar rupiah.

Menurut data Bank Dunia, ekonomi Indonesia tahun lalu berada di urutan ke-16 di dunia. Untuk masuk ke 10 teratas, Indonesia perlu memperluas setidaknya 60% lebih besar lagi. Tentu, ini bukan perjuangan yang ringan.

Untuk mempercepat pertumbuhan, yang telah tumbuh  sekitar 5%, para ekonom mengatakan bahwa Indonesia  perlu lebih lanjut menghilangkan pembatasan investasi, meningkatkan sektor manufaktur untuk menghasilkan lebih banyak produk bernilai tinggi, dan membelanjakan lebih banyak untuk pendidikan guna meningkatkan tenaga kerja domestik.

Untuk saat ini, semua perhatian mata tertuju pada mata uang. Rupiah telah terperangkap dalam aksi jual, menyusul krisis yang melanda Turki, Argentina dan Afrika Selatan. Kondisi defisit neraca perdagangan saat ini, terhitung semenjak 2011, telah menempatkan Indonesia dalam posisi yang lebih rentan terhadap guncangan eksternal daripada mata uang regional lainnya  seperti milik Malaysia dan Thailand, dimana rupiah jatuh sekitar 9% terhadap dolar tahun ini.

Rival politiknya dalam Pilpres, calon wapres Sandiaga Uno, dengan mengklaim menyampaikan suara rakyat, menggambarkan mahalnya harga barang, sampai-sampai tempe setebal kartu ATM. Sindiran yang bermaksud untuk menyerang kubu petahanan itu, alih-alih dapat dimpati, Sandi malah dibully kalangan netizen.

Meme Tempe Setipis ATM, Bikin Ketawa Sekaligus Nyindir Sandiaga Uno
Meme tempe setipis ATM, sindiran buat Sandiaga Uno, yang beredar di dunia maya.

Sandi pun kemudian mencoba menetralisirnya, agar  meminta masyarakat  tidak melebih-lebihkan fakta soal tempe setipis kartu ATM lantaran nikai tukar dolar naik. Menurutnya, hal ini lumrah terjadi karena kedelai, bahan baku tempe, masih impor.

“Dengan kedelai yang diimpor, dolar naik pasti akan naik harga tempe. As simple as that. Jadi do not be over dramatic atau melodramatic terhadap isu harga pasti akan naik, semua juga mengakui,” kata Sandiaga di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (11/9/2018).

Dia memastikan tempe setipis kartu ATM adalah benar-benar jeritan rakyat.  “Itu adalah suara rayat, itu dari Bu Yuli dan rekannya di Duren Sawit. Itu exacly word by word yang disampaikan mereka. Nah, kalau misalnya teman mengartikan sebagai suatu jeritan masyarakat? Iya. Hiperbolisme? Mungkin iya,” ujar Sandiaga Uno.

Tetapi Sandi mestinya juga harus ingat, bahwa di tanah air memang ada produk tempe (mentah), yang dapat diibaratkan setipis ATM, yakni tempe khusus untuk mendoan.

Gambar terkait
Tempe kalal olahan mendoan, setipis kartu ATM. Memang didesain seperti itu, bukan karena rupiah anjlok.

 

Konteks

Melihat rupiah yang melemah perlu  menempatkannya dalam konteks.  Pada kenyataannya  rupiah memang terkoreksi paling curam di Asia, itu jauh dari penurunan sebesar 21% pada tahun 2013 dan 32% terjun selama krisis Asia pada tahun 1998.

Penurunan mata uang 9% telah menyebabkan jatuhnya benchmark Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun ini. Perusahaan pun harus  merevisi target pertumbuhan dan membatalkan rencana untuk melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) dan penerbitan obligasi.

Situasi sekarang ini  ternyatra juga tidak membantu industri yang berorientasi ekspor, karena banyak perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar.

Untuk menopang mata uang rupiah, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan  dengan total 125 basis poin sejak Mei, dan diperkirakan akan mengumumkan kenaikan lagi pada bulan September. Antara Januari dan Agustus, BI  menghabiskan $ 14 miliar cadangan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing. Langkah-langkah ini dilakukan BI untuk berjuang membendung merosotnya nilai rupiah.

 

Grafik USDIDR

Riel Tasmaya, kepala eksekutif perusahaan investasi Eempat Kapital, yang portofolionya termasuk bisnis fashion dan restoran e-commerce, mengaku dirinya berada dalam  situasi rupiah yang “kritis.”

“Biaya produksi telah meningkat, tetapi kami tidak dapat menaikkan harga, karena (kalau itu dilakukan) pelanggan tidak akan (mampu) membelinya,” kata Tasmaya.

Namun pebisnis  berusia 39 tahun itu tetap optimis. “Semoga siapa pun yang menjadi presiden,  akan bergerak maju sesuai dengan perkembangan dan dapat mengakomodasi semua pihak, sehingga  kondusif bagi ekonomi Indonesia selama lima tahun ke depan.”

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada awal September mengecam spekulan di pasar uang dalam upaya untuk menghentikan kejatuhan rupiah.

Dia mengatakan pihak berwenang akan memonitor aktivitas di pasar valuta asing dan menindak spekulan, menambahkan bahwa hanya transaksi untuk “kebutuhan yang sah”, seperti untuk impor barang modal dan membayar utang dalam denominasi dolar yang akan diizinkan.

Seorang pekerja kantoran di Jakarta timur, mengatakan dia belum merasakan dampak kejatuhan rupiah terhadap harga, tetapi dia khawatir. “Harga barang akan naik, tetapi upah mungkin tidak naik juga,” kata Ahadiat, 34. “Ini mengkhawatirkan karena kita tidak tahu berapa lama hal ini akan bertahan. Ini dapat menciptakan ketidakstabilan – baik ketidakstabilan ekonomi maupun ketidakstabilan politik.”

Selain langkah-langkah konvensional, Widodo telah mengumumkan serangkaian tindakan penanggulangan untuk mengekang impor dan mempersempit defisit neraca berjalan Indonesia.

Indonesua memutuskan akan menaikkan  pajak penghasilan sebesar 7,5% hingga 10%, naik dari 2,5% menjadi 7,5%, di lebih dari 1.000 item dari perangkat elektronik untuk sabun, sampo, kosmetik, pakaian dan bahan konstruksi.

Sementara subsidi yang lebih tinggi untuk bahan bakar berarti lebih sedikit di kas pemerintah untuk proyek pekerjaan umum. Belanja infrastruktur diperkirakan akan tumbuh hanya 2,4% menjadi 420,5 triliun rupiah tahun depan – kenaikan paling lambat sejak Jokowi  menjabat.

Ahadiat mengatakan bahwa melambatnya belanja infrastruktur adalah langkah yang tepat, menambahkan bahwa proyek-proyek itu menciptakan “hutang yang menumpuk.”

Pukulan lain untuk Widodo adalah penurunan 12,9% dalam investasi langsung asing pada kuartal kedua, penurunan pertama sejak 2010.

“Penundaan dalam investasi telah disebabkan oleh fluktuasi rupiah, gejolak dan arus modal keluar di pasar negara berkembang, dan karena kami memasuki tahun politik yang akan berlanjut hingga tahun depan,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia Thomas Lembong pada bulan Agustus. “Ini menciptakan ketidakpastian dalam kebijakan pemerintah, membuat investor asing menunggu dan melihat.”

Para ekonom, meskipun, tidak melihat perlunya alarm.

Fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih kuat daripada dua dekade lalu, ketika krisis Asia mengakhiri pemerintahan mantan presiden Suharto yang berusia 31 tahun. Dan mereka jauh lebih baik daripada Turki dan Argentina.

Inflasi berada di 2,13% pada Januari-Agustus, rasio utang terhadap produk domestik bruto jauh lebih rendah daripada banyak rekan-rekan regional dan internasional sebesar 30%, dan ekonomi tumbuh 5,27% pada kuartal kedua meskipun ketidakpastian global meningkat.

“Tidak perlu panik. Kepanikan tidak pernah baik,” Winfried Wicklein, direktur negara di misi residen Indonesia Bank Pembangunan Asia, mengatakan kepada Nikkei Asian Review. “Satu hal yang kita semua akui bahwa pemerintah dan Bank Indonesia telah menunjukkan: manajemen ekonomi makrofisk yang sangat kuat. Dibandingkan dengan krisis sebelumnya, Indonesia jauh lebih siap sekarang.”

Mira, seorang penulis konten freelance di kota Bekasi, Jawa Barat, mengatakan bahwa ia mendapat manfaat dari penurunan mata uang karena ia dibayar dalam dolar Singapura. Namun dia lebih prihatin dengan meningkatnya ketegangan antara pendukung Widodo dan pemimpin oposisi Subianto.

“Saya khawatir kerusuhan akan meletus,” kata pria berusia 38 tahun itu. “Jika Anda melihat media sosial – meskipun mungkin ada semacam orkestrasi – pendukung sangat ganas terhadap satu sama lain. Saya khawatir beberapa orang akan mengambil keuntungan dari fanatisme pendukung dan melakukan sesuatu yang akan menghancurkan ekonomi. ”

Subianto sendiri menyerang Widodo karena meningkatnya utang luar negeri, dan tidak merindukan situasi rupiah.

“Beberapa orang mengatakan utang besar tidak masalah, tetapi para ahli yang mengerti tahu bahwa utang mengancam kedaulatan bangsa kita,” katanya dalam pidato 1 September. “Ekonomi kami tidak berkembang. Kami berada di bawah ancaman menjadi negara miskin selamanya.”

Sementara Widodo akan membuat kasus yang kuat untuk kebijakannya, hampir 2 juta pandangan dari lagu oposisi di YouTube menunjukkan bahwa musuh-musuhnya tidak mungkin dibungkam dalam pemilihan April.

Paranormal Menerawang Capres-Cawapres

PILPRES 2019 akan menyandingkan dua pasang capres-cawapres untuk dipilih langsung oleh rakyat Indonesia. Mereka adalah pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin, dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Jayakartanews berbincang-ringan dengan sejumlah spiritualis.

Spiritualis asal Bali, Bunda Biyung AR mengaku langsung melakukan penerawangan lewat semedi (meditasi) pasca didengar pasangan pasti yang bakal maju dalam Pilpres mendatang. Menurutnya, dalam penerawangannya suasana Pemilu mendatang makin kondusif. Rakyat makin sadar dan pintar.

Bunda Biyung AR

Rakyat makin terseleksi dalam aliran laksana arus sungai yang mengalir. Ia justru mengingatkan pada sejarah sumpah palapa. Untuk melaksanakan sumpahnya (menyatukan Nusantara), Mahapatih Gajah Mada harus bertempur melawan Mahapatih kerajaan Bali, yang bernama Kebo Iwa.

Dalam pertempuran yang tiada akhir, karena sama-sama sakti, Kebo Iwa membisikkan sesuatu ke Gajah Mada. Apa yang dibisikkan adalah ihwal “pengapesan” atau sisi lemah dari kekuatan yang ada pada dirinya. Jika itu yang diserang, maka Kebo Iwa akan binasa. Benar. Setelah mengetahui kelemahannya, maka Gajah Mada akhirnya bisa mengalahkan Kebo Iwa.

Apa yang bisa dipetik dari pelajaran Gajah Mada melawan Kebo Iwa? Seperti kesadaran Gajah Mada, bahwa sejatinya ia tidak lebih unggul dari Kebo Iwa. Sebaliknya, karena menyetujui cita-cita Gajah Mada (menyatukan Nusantara), ia rela mengorbankan diri. “Silakan dipetik pelajaran itu dalam Pemilu mendatang. Hakikatnya adalah persatuan dan kesatuan harus diutamakan. Jika itu yang dipegang oleh kedua pasangan, maka tidak penting siapa yang menang, karena yang menang adalah persatuan Indonesia,” ujar Biyung.

Sementara itu dari Yogyakarta, spiritualis Ki Ageng Agung Jati mengibaratkan Pilpres mendatang adalah perebutan pesona bumi dan langit. Apa maknanya? Jokowi dan Ma’ruf Amin ia ibaratkan kayu dan air yang menyejukkan serta menyuburkan. Ditinjau dari sisi perbedaan usia, maka yang muda yang memimpin, yang tua tut wuri handayani.

Sementara itu, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ia ibaratkan api dan angin. Prabowo mantan senopati atau manggala yudha Nusantara. Mengedepankan semangat heroisme untuk kejayaan. Sedangkan Sandiaga adalah angin memberi kesegaran, serta karakternya yang bisa menelusup ke semua sisi. Keduanya ia ibaratkan kepemimpinan yang mengandung unsur Hasta Brata, Wulang Reh, Tripama, dan Dasa Darma Raja.

Ki Ageng Agung Jati tidak mau masuk ke ranah pasangan mana yang akan menang. Bicara tentang itu, ia berdalih, “Pada galibnya, takdir manusia sudah ditentukan. Dan terkait dua pasangan capres-cawapres, secara spiritual memiliki keunggulan masing-masing. Saya rasa hati kecil rakyat Indonesia juga mengetahui ihwal itu, karena tidak ada manusia yang sempurna seperti halnya tidak ada pemimpin yang sempurna, sepanjang dia bernama manusia,” urainya.

Bunda Dhani Marhasi

Di kesempatan berbeda, Jayakartanews menghubungi Bunda Dhani Maharsi, tokoh spiritual yang juga Sekjen Forum Komunikasi Paranormal dan Alternatif Indonesia untuk meminta penerawangannya melalui media tarot (kartu) yang biasa ia gunakan. Ihwal pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin. Menurutnya, pasangan ini tidak kuat secara finansial dan tidak mengandalkan finansial. Ihwal sosok Ma’ruf Amin, kartunya menunjukkan nuansa “ketergesa-gesaan”. Kartunya juga tidak menunjukkan nuansa emas kencana, melainkan hijau dan biru. Jika diartikan, di tangan Jokowi – Ma’ruf Amin, tidak atau belum akan tercapai kemakmuran. Warna yang ada melambangkan kedamaian.

Sedangkan pasangan Prabowo – Sandiaga Uno, menampakkan cahaya keemasan. Tentu bisa diartikan bahwa pasangan ini memiliki kemampuan finansial. Bisa diartikan pula di bawah kepemimpinan mereka, bisa meningkatkan kemakmuran. Di sisi lain, ia melihat adanya “loyalitas yang dipaksakan”. Ini bisa menimbulkan potensi ketegangan di kemudian hari.

Jika dianalisa dari perisitwa yang terjadi sebelum deklarasi, barangkali yang dimaksud “loyalitas yang dipaksakan” sebagai sebuah “keterpaksaan” Partai Demokrat bergabung dalam koalisi yang mengusung Prabowo – Sandiaga. Sekali lagi, apa yang ia sampaikan semata dari hasil kocok-kartu-tarot. ***