Sokoharjo Menuju Destinasi Wisata Jamu, BPOM Beri Bimbingan Teknis

 Sokoharjo Menuju Destinasi Wisata Jamu, BPOM Beri Bimbingan Teknis

JAYAKARTA NEWS – Jamu sebagai salah satu kekayaan Nusantara, kini dikembangkan menjadi paket wisata. Kini pemerintah tengah menyiapkan Kabupaten Sukoharjo menjadi destinasi wisata jamu di Indonesia.

Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) memberikan  Bimbingan Teknis dan Pendampingan Kepada Pelaku Usaha Jamu Gendong terkait aspek higienitas, sanitasi dan dokumentasi.

Menurut Deputi II Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Maya Gustina Andarini, bimbingan teknis  dirancang untuk membina para pelaku usaha jamu, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tujuannya adalah agar mereka dapat memproduksi jamu yang aman dan berkualitas. Dengan demikian, hak tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap budaya minum jamu khususnya kepada generasi milenial.

“Hal ini pun ditujukan untuk melindungi konsumen dari produk-produk jamu ilegal, mengandung bahan berbahaya, atau yang tidak layak konsumsi, serta memperluas cakupan pemasaran dengan memanfaatkan platform e-commerce,” kata Maya.

Dengan mengikuti bimbingan teknis tersebut, peserta mendapatkan bekal tentang budaya jamu dan kesehatan. Dengan pemahaman hak tersebut, produk mereka akan meningkat  daya saingnya. Peserta juga memahami tentang pentingnya aspek pengawasan, dan tidak terkecuali soal bagaimana memasarkan produk jamu  melalui media sosial yang menjadi tuntutan di era digital ini.

Bimbingan teknis yang telah berlangsung  selama dua hari itu,  diikuti 30 pelaku usaha jamu gendong yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Hadir dalam kegiatan ini kalangan industri  Obat Tradisional (IOT) di Jawa Tengah, yaitu PT Sido Muncul, PT Konimex, dan PT Borobudur yang menjadi bapak angkat bagi UMKM.

Menurut Maya, setiap IOT mendampingi 10 pelaku usaha jamu gendong, sehingga UMKM tersebut dapat mandiri dalam mengembangkan usahanya.

“Ke depannya, IOT yang menjadi bapak angkat ini akan terus membimbing dan mendukung hingga mempercepat kemajuan UMKM jamu yang ada di Indonesia,” kata Maya.***

Sumber: Pers Rilis

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *