PARIWISATA
Kampung Bathok, Desa Perajin yang Memanfaatkan Batok Kelapa untuk Kerajinan Seni Bernilai Tinggi
JAYAKARTA NEWS – Di Blitar yang populer sebagai kota kelahiran Presiden Soekarno terdapat Kampung Bathok.
Kampung ini salah satu sentra industri kreatif yang mengubah sisa batok kelapa menjadi kerajinan.
Di Kampung Bathok orang bisa melihat batok kelapa kelapa diolah menjadi beragam bentuk lain.
Batok kelapa yang berlimpah
Kampung Bathok berada di Kelurahan Tanjung Sari, Sukorejo, Blitar.
Lokasinya mudah dijangkau dan sudah dikenal warga lokal sebagai salah satu sentra industri kreatif.
Kampung Bathok mulai jadi pusat kerajinan sejak tahun 2009.
Idenya mucul dari warga setempat, Anas Faisol dan Ismarofi.
Mereka terinsiprasi tetangga yang berjualan souvenir tas berbahan baku batok di makam Bung Karno.
Dengan pertimbangan banyak sisa batok kelapa di Blitar, keduanya terpikir untuk mengolahnya.
Awalnya mereka hanya mengajak beberapa warga kerja paruh waktu untuk membantunya.
Dengan modal 2 juta rupiah, Ismarofi mulai berkreasi dengan batok kelapa. Modalnya gergaji duduk dan bor.
Setelah tiga bulan ia berhasil dan bisa merangkai tas, yang lalu disuka dan banyak dipesan orang.
Dari situ semakin banyak pula warga yang menguasai keahlian mengolah batok kelapa.

Tempat workshop
Hasil produksi dari Kampung Bathok sangat banyak.
Pelanggan kebanyakan membeli secara online, sebagian masih datang untuk membeli langsung.
Orang yang datang bisa melihat di galeri-galeri yang didirikan di sejumlah rumah penduduk.
Produk masyarakat Kampung Bathok juga dipasarkan di tempat lain.
Seperti di wilayah Karisidenan Kediri sampai ke tempat wisata populer, salah satunya di Malioboro, Yogyakarta.
Selain membeli dan melihat proses pembuatan, pengunjung juga bisa ikut membuatnya.
Misalnya, membuat kalung, gelang, gantungan kunci, bros, cangkir, tas, dompet, dan pernik-pernik lainnya.
Kampung Bathok beralamat di jalan Kali Glagah no 34, Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Blitar.***/mel
