Sedia Makanan Terlangka di Dunia

 Sedia Makanan Terlangka di Dunia
Resto Dapur Betawi dengan tagline “makanan terlangka di dunia” ini berada di Jl Raya Parung, Bojongsari. Foto: Poniman

ADALAH Haji Darno Didin (49), pengusaha kuliner khas Betawi yang berani memasang tagline “Makanan Terlangka di Dunia” pada nama resto Dapur Betawi miliknya. Diakui, nama itu banyak menyedot pelalu-lintas di bilangan Jalan Raya Parung, Bojongsari, Depok, kemudian mampir. Jayakatanews adalah salah satunya.

Disambut pajangan ondel-ondel di pintu masuk utama, langsung menarik pengunjung yang gemar selfie. Ornamen Betawi lain, juga kental mengisi dinding dan perabotan di dalamnya. Ihwal menu terlangka di dunia? Haji Darno tidak salah. Di resto Betawi itu tersedia aneka makanan khas Betawi yang sudah sangat langka, seperti gabus pucung, pecak gurame, gurame pesmol, pepes peda, nasi uduk semur jengkol, sayur besan, dan lain-lain.

Yang menarik, pengunjung mendapatkan welcome drink di sini. Silakan pilih, kopi atau teh. Gratis. Sementara menunggu pesanan makan, pengunjung bisa melihat-lihat vespa merah tua, bemo, atau kolam ikan dengan air mancur kecil yang cukup menyejukkan. Para pramusaji sangat ramah, dan tampak memiliki standar profesional dalam pelayanan.

H Darno Didin bersama istri dan tiga putra-putrinya.

Dapur Betawi miliki Bang Darno, begitu ia biasa disapa, ternyata juga menerima pesanan untuk rapat kantor dan acara pernikahan dengan berbagai menu makanan Betawi. Sudah lima tahun Darno merintis bisnis kuliner Betawi. Lelaki Betawi asli Pondok Cabe itu, kini sudah memiliki tiga outlet Dapur Betawi dan mempekerjakan tak kurang dari 47 pekerja lintas disiplin ilmu, dengan pengutamaan tinggal di sekitar tempat usaha dan putra Betawi.

Darno merasa prihatin dengan budaya Betawi yang makin tergerus, terutama di pusat kota Jakarta. Kalaupun masih ada yang bernuansa Betawi, seperti adat pernikahan lengkap dengan kue buaya serta pernak-pernik lainnya, justru adanya di pinggir kota. Ia menduga itu terjadi karena semakin langka warga asli Betawi yang bertahan di pusat kota. Mereka umumnya tersingkir ke wilayah Bekasi, Depok, dan Tangerang.

Bang Harno yang juga memiliki padepokan pencak silat Betawi itu, berharap pemerintah provinsi DKI Jakarta serta para kepala daerah di sekitar Jakarta, lebih peduli terhadap tradisi dan budaya Betawi. Terhadap warga Betawi sendiri, Harno berpesan agar lebih berani tampil, tidak perlu minder. Sebab, kenyataannya, tidak sedikit warga Betawi yang memiliki kemampuan. “Bang Hunsi Thamrin adalah salah satu pahlawan Betawi yang berperan dalam mendirikan republik ini,” ujar Harno. ***

Digiqole ad

Related post

1 Comment

  • Hallo Semua nya, Numpang Promo ,Saya Ingin Menawarkan Kepada Anda Ada Promo ( Event ) Yang Bisa Mendapat
    Duit Puluhan Juta Rupiah , Silahkan daftar kan sekarang juga di http://www.bursatogel.com
    Hanya Dengan Modal Sedikit saja, Anda Sudah bisa pilih angka favorite sampai dapat Jackpot nya.. Atau Tebak Angka, Favorite Anda, Mudah Menang lho…
    Buruan ! ! !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *