• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Harapan Baru Ahmad Lutfi, Bisa Kembali Bersekolah Lewat Sekolah Rakyat

Harapan Baru Ahmad Lutfi, Bisa Kembali Bersekolah Lewat Sekolah Rakyat

Redaksi by Redaksi
April 27, 2026
in Sosial Budaya
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Punijah (45) merupakan seorang buruh tani serabutan di Sragen, Jawa Tengah. Di tengah kondisi Rebo, suaminya yang mengalami depresi dan sering pergi tanpa kepastian, ia harus menjadi tulang punggung keluarga seorang diri.

Punijah bersama suami dan dua anaknya hidup dalam keterbatasan. Penghasilannya sebagai buruh tani serabutan sekitar Rp20-30 ribu per hari.

“Itu kalau ada yang mempekerjakan. Kalau enggak ada mempekerjakan, ya enggak kerja,” kata Punijah saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Punijah dan keluarganya tinggal di sebuah rumah sederhana berukuran 64 meter persegi di Dusun Bendorejo, Mondokan, Sragen. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah keropos. Jika hujan lebat mengguyur, air akan masuk ke rumah karena ada beberapa bagian yang bocor. 

Perempuan penyandang disabilitas fisik pada tangan kanannya ini juga bercerita, akibat keterbatasan ekonomi, ia tak mampu membiayai sekolah Ahmad Lutfi (16) ke jenjang menengah atas setelah lulus dari sekolah menengah pertama. Sehingga sang anak sempat merasakan putus sekolah karena kondisi tersebut. 

Bahkan, Lutfi mesti ikut bekerja di sebuah pabrik kerupuk hingga menjaga toko untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Padahal, Punijah mengungkapkan, anaknya itu sangat ingin bisa kembali bersekolah.

“‘Mak, saya pengen sekolah lagi’,” ungkap Punijah menirukan perkataan sang anak.

“Tapi saya enggak mampu. Karena saya jadi tulang punggung sendirian. Jadi saya enggak mampu untuk biayai anak sekolah,” sambung Punijah dengan suara bergetar dan kesedihan yang terpancar di wajahnya.

Namun, kini mimpi Punijah agar Lutfi bisa melanjutkan pendidikan terwujud lewat Sekolah Rakyat. Sebuah program sekolah gratis dari Presiden Prabowo Subianto yang dikhususkan bagi anak-anak kurang mampu.

Bagi Punijah, Sekolah Rakyat menjadi harapan baru agar anaknya bisa terus belajar dan masa depan keluarga perlahan tumbuh menjadi lebih baik.

“Alhamdulillah, sangat senang. Saya sangat bersyukur banget. Saya senang sekali. Soalnya anak saya bisa sekolah lagi,” ujar Punijah penuh haru.

Saat ini, Ahmad Lutfi duduk di bangku sekolah menengah atas di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 78 Sragen. Seluruh kebutuhannya di sekolah berasrama itu terpenuhi dengan baik tanpa dipungut biaya apapun. Mulai dari perlengkapan sekolah, kebutuhan makan bergizi 3 kali sehari, hingga laptop untuk menunjang kegiatan belajarnya.

Anak sulung dari dua bersaudara ini mengatakan bahwa dirinya bercita-cita menjadi tentara. Ia ingin mengabdikan diri bagi negara.

Lutfi juga mengaku senang bisa mengenyam pendidikan di SRT 78 Sragen. Di sekolah ini, ia tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan secara akademis, tetapi juga dilatih untuk menjadi pribadi yang disiplin dan mandiri.

“Terima kasih, Bapak Presiden, sudah menerima saya di Sekolah Rakyat. Saya bisa belajar dan menggapai cita-cita saya,” ucap Lutfi.

Sekolah Rakyat menjadi bukti hadirnya pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Program ini bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mencetak lulusan yang cerdas, berkarakter, serta terampil.

Selain itu, Kemensos juga memberikan bantuan berupa dua ekor kambing untuk membantu menopang ekonomi keluarga Punijah.***/mel

Tags: jayakartanewsSekolah Rakyat
Previous Post

Ketua MA Sunarto: Pidana Non-Penjara Selaras Paradigma Hukum Modern

Next Post

Kasus Penembakan Donald Trump: Tersangka Sebut Pengamanan Secret Service Lemah

Redaksi

Redaksi

Next Post
Kasus Penembakan Donald Trump: Tersangka Sebut Pengamanan Secret Service Lemah

Kasus Penembakan Donald Trump: Tersangka Sebut Pengamanan Secret Service Lemah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version