Sebelas Anak Jalanan dari Perempatan Gambiran Mojoagung Jalani Asesmen di Balai Surakarta

 Sebelas Anak Jalanan  dari Perempatan Gambiran Mojoagung   Jalani Asesmen di Balai Surakarta

Sebelas anak jalanan ditemui Mensos di Perempatan Gambiran Mojoagung (6/2/2022), kini jalani asesmen di Balai Surakarta.

JAYAKARTA NEWS – Perempatan Gambiran di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, identik dengan kepadatan lalu lintas. Maklum, di sekitar lokasi ini berdiri fasilitas umum yang menjadi pusat aktivitas publik.

Di sini ada berdiri sentra ekonomi yakni Pasar Mojoagung dan juga sub-Terminal Mojoagung. Angkutan kota, ojek pangkalan, becak,  dan pedagang kaki lima tumplek bleg (campur baur). Angkutan massal ada yang  ngetem, ada juga yang wara-wiri menjemput penumpang.

Jalur ini merupakan akses bagi bus antar kota antar provinsi. Bus dengan rute barat (Jakarta) dari timur (Surabaya) dan sebaliknya, melintasi jalur ini. Maka makin lengkap kesibukan lalu lintas di area ini.

Beranjak siang kepadatan lalu lintas makin terasa. Sekitar pukul 11.00, rombongan kendaraan Menteri Sosial Tri  Rismaharini melintasi kawasan ini dengan kecepatan rendah (6/2).

Rombongan Mensos bergerak dari Kantor Kecamatan Mojoagung dan tengah melaju perlahan menuju Kantor Kecamatan Ngoro. Saat posisi kendaraan dekat perempatan Gambiran, tiba-tiba rombongan menepi dan berhenti di emperan toko. Demikian keterangan resmi Kemensos, Selasa (8/2/2022).

Tampak Mensos Risma turun dari kendaraan. Ia berjalan bergegas menuju sekelompok anak-anak yang tengah tidur-tiduran di emperan toko. Kepada anak-anak jalanan ini, Mensos langsung melontarkan sejumlah pertanyaan.

“Ini kalian ngapain kok di sini ini? Kamu mau ke mana? Ini siapa, istrimu? Istrimu kau ajak menggelandang ini gimana? Habis ini pulang, kerja, saya ajari kerja. Buka kafe-kafe gitu, masak tidak bisa kamu,” ungkap Mensos.

Mensos pun memberikan pesan penting agar mereka segera kembali pada kehidupan yang normal dan bisa berubah.

“Mau sampai kapan kalian kayak gini. Gak pengen berubah kamu? Sekarang sudah bisa sekolah, kenapa kamu kok tidak sekolah. Ibuku ya lulusan SD, tapi anaknya tidak boleh lulusan SD ngerti ya. Makanya abis ini kamu kerja, tak ajari,” kata Mensos.

“Nanti kamu pulang tak antar, mampir ke tempat ku satu persatu. Kamu balik ke orang tuamu ya. Nanti tak cari beneran loh kamu. Setelah ini kamu tak cari,” kata dia.

Kedelapan anjal masih berusia di bawah umur dari berbagai daerah, di antaranya Semarang, Sragen, Demak, hingga Malang. Mensos meminta Dinas Sosial Jombang dan balai terdekat untuk mendata dan membantu memulangkan ke daerah asal.

Mensos menginstruksikan kepada Balai Besar Prof. Soeharso Surakarta, untuk melakukan asesmen terhadap anak-anak tersebut. Dari asesmen bisa ditentukan jenis layanan yang sesuai untuk mereka.

“Tolong dibina dulu baru diajari kerja. Misalnya mengelola cafe atau jualan pulsa atau lainnya. Mereka yang orang tuanya juga hidup di jalanan, sekalian diberikan asesmen dan ajari kerja juga untuk orang tuanya,” katanya.

Data Balai Besar Prof. Soeharso Surakarta, ada 11 orang yang akan mendapatkan pembinaan. Mereka terdiri dari 4 orang perempuan dan 7 orang laki- laki yang telah tiba di balai.

Mensos berada di Kabupaten Jombang untuk mengakselerasi pencairan bansos. Dijadwalkan bansos tuntas tersalurkan pada 15 Februari 2022. (mel)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.