Rezeki Jalan Temanggung

 Rezeki Jalan Temanggung

NAMANYA Agus, orang memanggilnya Kang Agus. Agus punya anak namanya Andika. Sehari-hari ia berjualan sate gerobak, dan di kacanya ditulis “Pak-E-Andika”. Tahukah Anda, seorang Agus bisa meraup pendapatan kotor Rp 30 juta sampai Rp 45 juta per bulan! (Berapa gaji Anda?)…. Menurutnya, pendapatan per hari antara Rp 1 juta – Rp 1,5 juta.

Agus sehari-hari berjualan di pinggir Jalan Temanggung, Menteng, Jakarta Pusat. Tidak sulit mencari lokasi kedai Kang Agus. Jika Anda tahu Kantor Komnas Perempuan di Jl Latuharhary, nah, lokasi Jalan Temanggung ada di belakang kantor Komnas Perempuan.

Deretan mobil yang parkir di depan kedai sate Kang Agus, Jl Temanggung.

Pada jam makan siang, jangan harap Anda bisa leluasa memilih tempat duduk. Para penikmat sate, tongseng, tengkleng, dan nasi goreng ayam itu umumnya karyawan di sekitar kawasan elit Menteng. Harga per porsi relatif murah. Berapa? Datang saja ke sana. Dijamin tidak kecewa.

Begitulah opini penikmat sate Kang Agus, yang tidak kecewa. Buktinya, mereka datang dan datang lagi. Tak heran jika dalam sehari, Agus bisa menjual 200 sampai 300 tusuk sate ayam dan kambing. Belum lagi puluhan porsi tonseng dan tengkleng. Belum lagi puluhan porsi nasi goreng.

Kepada jayakartanews Agus mengaku sudah berjualan di situ sejak tahun 2003. Ya, sudah lama. Agus merasa “rezeki saya di Jalan Temanggung”. Selain melayani pelanggan setia yang datang ke kedainya, Agus sesekali juga mendapat order dari kantor-kantor yang ada di sekitar Menteng. “Kadang ada pesanan untuk rapat. Ada kalanya diborong untuk mengisi stand makanan di acara resepsi perkawinan,” kata Agus. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *