Kabar
Mitos Jangkrik
Gde Mahesa
Binatang mungil, bersuara nyaring ini termasuk hewan omnivora yang menyukai tumbuhan seperti pucuk daun yang masih muda. Biasanya bisa ditemukan disekitar rerumputan, pekarangan atau rerimbunan daun. Hidupnya cenderung menyendiri dan tidak berkelompok.
Jangkrik adalah serangga yang masih berkerabat dengan belalang dan mempunyai suara yang khas, dan ternyata hanya dikeluarkan oleh jangkrik jantan untuk menarik perhatian betina serta mengusir kehadiran jantan lainnya.
Dalam mitologi jangkrik umumnya berkisar pada simbol keberuntungan, pembawa rezeki, dan pertanda perubahan positif, terutama menurut primbon Jawa, dan mitologi tentang jangkrik termasuk sangat beragam karena terdapat sekitar 900-an spesies jangkrik di seluruh dunia, banyak di antaranya belum dideskripsikan dan masih menjadi misteri bagi ilmu pengetahuan.
Bagi orang Yunani dan Romawi kuno, jangkrik merupakan hewan yang sarat dengan simbolisme, tema-tema yang berulang adalah kebangkitan, keabadian, realisasi spiritual, dan ekstasi spiritual. Ketika mereka bernyanyi dengan penuh ekstasi, dianggap suci bagi dewa Apollo.
Dalam budaya Jawa secara spiritual, jangkrik melambangkan kebijaksanaan, kekuatan batin, dan intuisi, di mana suaranya sering dianggap menenangkan.
Meskipun banyak mitos yang berkembang, sebagian besar adalah kepercayaan turun-temurun dan simbolisme budaya.
Jangkrik yang masuk rumah dianggap membawa berkah, sementara suara nyaringnya sering dikaitkan dengan kedatangan sahabat atau tamu. Ada kepercayaan bahwa membunuh jangkrik yang masuk rumah akan membawa nasib buruk. Jangkrik masuk rumah biasanya karena tertarik oleh cahaya lampu atau mencari tempat yang aman, bukan sekadar membawa pertanda.
Arah suara bunyi jangkrik juga dipercaya mengandung arti :
- Bunyi dari arah timur bermakna kabar baik/rezeki.
- Dari barat berarti kabar kurang enak.
- Bunyi berhenti mendadak merupakan pertanda aneh, kadang dikaitkan dengan kehadiran makhluk halus.
Ada yang percaya kalau jangkrik ditangkap dan dibiarkan bunyi di rumah, itu bisa netralisir energi negatif. Meskipun banyak mitos yang berkembang, sebagian besar adalah kepercayaan turun-temurun dan simbolisme budaya.
“Krik Krik Krik Krik….” Suara jangkrik jantan yang menggesekkan sayapnya untuk memanggil betina dan menanda wilayahnya. Frekuensinya sampai 3-5 kHz, telinga manusia sangat peka sekali. Sehingga terasa suaranya begitu nyaring dimalam hari.
Buat burung, jangkrik merupakan high protein juga kandungan kalsium yang tinggi, sehingga membuat tambah gacor. Burung kicau butuh protein tinggi buat stamina dan suara. Maka pantas jika harga jangkrik hidup bisa mahal.
Jangkrik liar bisa mengandung pestisida atau parasit kalau makan sampah. Biasanya untuk makan burung, jangkrik diternak dan dibudidayakan, sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi.
Bullllll….. bullllll…. klepussss…..
