Misa Awali Pembukaan Tahun Ajaran Baru di SMA Kolese De Britto Yogyakarta

 Misa Awali Pembukaan Tahun Ajaran Baru di SMA Kolese De Britto Yogyakarta

Romo Kuntoro Adi SJ dan Romo Seno Hariprakoso SJ memimpin Misa pembukaan tahun ajaran baru 2021/2022 di SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

JAYAKARTA NEWS – SMA Kolese De Britto Yogyakarta menggelar Misa Jumat siang (16/7) dalam rangka pembukaan tahun ajaran baru 2021/2022. Ibadat Ekaristi ini dipimpin oleh Romo Cyprianus Kuntoro Adi SJ, Rektor SMA De Britto, bersama Romo Vincensius Seno Hariprakoso SJ. Acara digelar secara daring lewat kanal YouTube dan diikuti hampir 600 anggota keluarga besar SMA De Britto di seluruh Indonesia.

Selain mengawali tahun ajaran baru, Misa itu juga diselenggarakan untuk menandai berakhirnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Selama sepekan sebelumnya, anak-anak kelas X telah menjalani MPLS secara daring.

Frater Hugo SJ, yang bertugas membawakan homili di tengah Ibadat Misa, menyampaikan pesan singkatnya agar setiap siswa membangun pribadi selayaknya climber.  Tipe seorang pendaki gunung sejati adalah  naik terus hingga ke puncak, menuntaskan semua tugas, patang menyerah kendati menghadapi medan berat, seperti misalnya pada saat dunia dilanda pandemi Covid-19  sekarang ini. 

“Jadilah climber, jadilah pejuang sampai tuntas,” tegas Frater Hugo. Dikatakan, pelajar tidak akan lepas dari aktivitas belajar, membuat paper, ujian, mengerjakan tugas dll. Calon pastor Jesuit ini berpesan, jangan sampai gara-gara pandemi dan sekolah dijalankan secara online, maka tugas–tugas dikerjakan seadanya seperti pada orang-orang yang bertipe gampang menyerah oleh keadaan, suka mencari kambing hitam atau mudah puas dan memilih bersikap minimalis.

Atas: FX Catur Supatmono S.Pd., M.Pd kepala sekolah SMA De Britto Yogyakarta.
Bawah: Siswa SMA De Britto peserta ekskul musik mengiringi paduan suara misa secara virtual.

Sementara Kepala Sekolah SMA kolese De Britto FX Catur Supatmono, S.Pd., M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa tetap ada harapan baru di tengah situasi yang tidak mudah dan tidak menentu di tengah pandemi. “Bisa jadi proses ke depan tidak akan berjalan mulus, ada kendala dan rintangan, tetapi pengharapan akan menuntun langkah kita meraih tujuan besar,’ tegasnya.       

Kepada siswa-siswa baru yang hari itu mengakhiri MPLS, Catur Supatmono mengatakan bahwa anak-anak kelas X ini telah naik level dari SMP ke SMA, mereka akan banyak bertemu teman baru dari berbagai penjuru Indonesia, pelajaran baru, lingkungan baru, guru-guru baru dan budaya baru.  “Mampulah beradaptasi mengenal seluruh potensi dan keterbatasan diri dan cintai alam ciptaan,” tutur kepala sekolah yang baru saja dilantik ini.   

Kiri: Teto dan bunda Ana. Kanan: Zen dan bunda Nina.

Asyik dan Menyenangkan

Beberapa siswa kelas x yang baru saja usai mengikuti MPLS mengatakan bahwa kendati dijalankan secara daring, agenda pengenalan sekolah itu tetap asyik dan menyenangkan. JayakartaNews.com menghubungi beberapa siswa baru SMA kolese De Britto melalui pesan WhatsApp.   

Teto misalnya, siswa kelas X IPA 2 ini merasa senang menjalani MPLS selama enam hari penuh sejak Sabtu (10/7) hingga Jumat (16/7). “Walaupun diadakan secara online MPLS sangat menyenangkan,” katanya. Siswa yang bernama lengkap Anselmus Chriesto Damar Hoedyono ini bersyukur bahwa selama masa pengenalan berlangsung ia mendapatkan anugerah sehat. Bersama sang bunda, Ana, Teto  tuntas mengerjakan semua tugas-tugasnya.    

Kiri: Arvin dan ayah Siswo. Kanan: Ando dan bunda Yovita.

Siswa baru lainnya, Sarwozen Pikir memiliki kesan bahwa MPLS De Britto asyik. Murid kelas X jurusan Bahasa ini juga merasakan MPLS membuatnya untuk “Show off”. “Lewat MPLS saya diajak agar mampu memaknai diri sendiri dan menjadi orang yang terbuka lewat acara-acara yang asyik,” kata Zen, demikian ia akrab disapa. Murid lulusan SMP Eksperimental Mangunan yang didirikan Romo JB Mangun Wijaya itu berharap De Britto menjadi tempat menempa diri untuk meraih cita-citanya menjadi sinematografer kelas Oscars. Selama menjalani MPLS, Zen ditemani Nina, bundanya.

Seperti Teto dan Zen. Ando pun merasa senang menjalani MPLS di SMA De Britto. “Saya senang karena lewat MPLS saya menjadi lebih akrab dengan teman-teman,” katanya. Pemilik nama lengkap Benedictus Fiando Dwimay Mahardika ini menjadi siswa baru di kelas IPS 1. Selama berdinamika di acara pengenalan lingkungan sekolah itu, Ando ditemani sang bunda, Yovita.     

Tak ketinggalan, Arvin pun menungkapkan kesannya mengikuti MPLS De Britto. Pemilik nama lengkap Albertus Magnus Arvin Bhagaskara ini sangat terkesan dengan acara perdana di sekolah barunya itu. “Materi dan metode pengajaran sangat teratur dan terstruktur. Para pemimbing dan teman-teman membantu saya memahami materi dengan optimal. Saya bisa menangkap materi dengan mudah dan cepat,” kata Arvin dengan gembira dan penuh semangat. Selama mengikuti MPLS, Arvin ditemani ayah bundanya, pasangan Siswo-Kiki. Ia memilih jurusan Bahasa karena ingin menjadi novelis papan atas sekaligus ahli bahasa terkenal.

Siswa-siswa De Britto berasal dari seluruh pelosok Indonesia. Siswa baru yang duduk di kelas X datang dari 26 propinsi di Indonesia. Salah satu yang terjauh, Joshua dari Sorong. Pemilik nama lengkap Joshua Bimo Prananda Kalami ini mengungkapkan kesannya selama mengikuti MPLS. “Semua meteri MPLS De Britto sangat berguna untuk membentuk karakter pribadiku, agar aku menjadi pribadi yang takut akan Tuhan dan mengasihi sesama,” katanya.

Lebih jauh Joshua menuturkan harapannya bahwa De Britto akan semakin mebantu membentuk karakter dan menguatkan komitmennya untuk meraih cita-cita. “Saya memilih De Britto karena ini merupakan jawaban doaku bersama keluarga,” tutur remaja Papua ini. Tanti Kalami, sang bunda, selalu mendampingi Joshua selama menjalani masa pengenalan sekolah.        

Selama MPLS, para siswa baru SMA De Britto mendapatkan materi tentang cita-cita profil sekolah yakni 5 C dan 1L: commitmen, compassion, competent, consistency, conscience dan leadership.  Lewat enam cita-cita profil sekolah itulah para siswa baru diajak mengenali diri, baik kelebihan maupun kekurangan mereka. Di kelas XI, para siswa akan semakin matang dan akhirnya di kelas XII setiap siswa mantap untuk menentukan pilihan profesinya. (Ernaningtyas)

Suasana MPLS virtual kelas X Bahasa.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *