• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Krisis Energi, Saatnya Transportasi Nasional Berbasis Angkutan Umum

Krisis Energi, Saatnya Transportasi Nasional Berbasis Angkutan Umum

April 16, 2026
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 27, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Krisis Energi, Saatnya Transportasi Nasional Berbasis Angkutan Umum

by admin
April 16, 2026
in Kabar
0
Krisis Energi, Saatnya Transportasi Nasional Berbasis Angkutan Umum
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Masyarakat Transportasi Indonesia

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)  mengatakan,  krisis energi global harus diposisikan sebagai momentum strategis untuk melakukan transformasi sistem transportasi nasional secara menyeluruh. “Kebijakan yang sekadar berfokus pada pengendalian mobilitas tidak akan cukup untuk menjawab tantangan jangka panjang, “  Demikian ditegaskan Ketua Umum MTI Haris Muhammadun di Stasiun Juanda  Jakarta, Rabu sore (15/04)     dalam konfensi pers  bertajuk “Momentum Krisis Energi: Saatnya Transformasi Sistem Transportasi Nasional Berbasis Angkutan Umum” 

Dalam kesempatan itu Haris menyampaikan sejumlah pandangan sebagai usulan rekomendasi atas kebijakan yang telah atau akan diterapkan, khususnya berkaitan dengan efisiensi energi dan sektor transportasi secara menyeluruh.

MTI mendorong program peralihan menuju sistem transportasi berbasis angkutan umum, reorientasi subsidi energi menjadi subsidi angkutan umum, penguatan transportasi publik di wilayah perkotaan dan perdesaan, serta integrasi sistem logistik nasional untuk dipercepat agar Indonesia tidak hanya mampu merespon krisis energi, melainkan juga dapat membangun sistem transportasi yang lebih efisien, tangguh, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Dikatakan Haris, krisis energi global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan tekanan terhadap ketahanan energi Indonesia. Dalam konteks ini, sektor transportasi menjadi titik paling rentan, mengingat lebih dari separuh konsumsi BBM nasional berasal dari sektor ini dan didominasi oleh moda transportasi darat berbasis kendaraan pribadi. Respons kebijakan pemerintah saat ini, seperti pembatasan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan penerapan sistem Kerja dari Rumah (Work From Home/WFH), merupakan langkah cepat yang penting. Namun pendekatan tersebut masih bersifat jangka pendek dan berorientasi pada pengendalian mobilitas (demand suppression), belum menyentuh transformasi sistem transportasi secara struktural.

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menegaskan bahwa krisis energi harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan perubahan mendasar dan menyeluruh atas sistem transportasi nasional melalui peralihan menuju sistem transportasi berbasis angkutan umum, reorientasi subsidi energi, serta penguatan transportasi publik di seluruh wilayah Indonesia serta integrasi sistem logistik nasional.

Kenaikan harga energi global berdampak langsung terhadap biaya transportasi, inflasi, serta daya beli masyarakat. Indonesia sebagai negara dengan ketergantungan tinggi terhadap impor BBM menghadapi risiko berlapis, terutama pada sektor transportasi yang menjadi tulang punggung mobilitas manusia dan distribusi barang. Struktur sistem transportasi nasional saat ini masih didominasi oleh kendaraan pribadi, sementara layanan angkutan umum belum berkembang secara merata, khususnya di kota menengah dan wilayah perdesaan. Kondisi ini menyebabkan tingginya konsumsi energi, rendahnya efisiensi sistem transportasi, serta meningkatnya kerentanan terhadap krisis energi. Situasi ini menunjukkan bahwa permasalahan transportasi Indonesia bukan hanya bersifat operasional, tetapi juga struktural.

MTI mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam merespons kondisi tersebut, antara lain melalui pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM), penerapan skema kerja fleksibel seperti Skema Work From Home (WFH), serta upaya menjaga stabilitas harga energi. Kebijakan tersebut mencerminkan kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

“MTI menilai bahwa pendekatan kebijakan yang saat ini ditempuh masih berorientasi pada pengendalian permintaan (demand suppression) dan pengendalian mobilitas, yang belum sepenuhnya diarahkan pada transformasi sistem transportasi (system transformation). Terdapat potensi efek samping yang perlu diantisipasi, antara lain, pergeseran perjalanan ke aktivitas nonproduktif yang berpotensi mengkonsumsi BBM (misalnya rekreasi) karena Skema Kerja Dari Rumah dilakukan pada hari kerja terakhir dalam satu pekan (hari Jumat), penurunan produktivitas ekonomi di sektor tertentu serta ketidakefektifan bila tanpa dukungan alternatif transportasi publik. Selanjutnya, perlu dilakukan Simulasi Dampak Kebijakan atas kebijakan saat ini untuk menilai efektivitasnya, dengan melakukan uji pendekatan Before–After Analysis, dengan indikator seperti perubahan volume perjalanan harian, konsumsi BBM sebelum dan sesudah kebijakan Kerja Dari Rumah, dan perubahan pola perjalanan (lokal vs luar kota). Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan benar-benar menghasilkan efisiensi energi, bukan sekadar redistribusi mobilitas” tambah Haris.

Kemudian pembelajaran internasional (International Benchmarking) dari beberapa negara menunjukkan adanya kebijakan kombinatif dalam menghadapi krisis energi, antara lain: pemberian subsidi langsung atau tarif nol (gratis) untuk angkutan umum, integrasi kebijakan transportasi dengan stimulus ekonomi, dan percepatan elektrifikasi transportasi publik. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kebijakan transportasi yang efektif tidak hanya membatasi mobilitas, tetapi juga menyediakan alternatif yang menarik dan terjangkau.

MTI juga memandang terdapat permasalahan mendasar pada sistem transportasi nasional. Secara substantif, permasalahan mendasar dalam sistem transportasi nasional dapat diidentifikasi sebagai berikut: Pertama, ketergantungan yang tinggi terhadap kendaraan pribadi sebagai moda utama, yang berdampak pada konsumsi BBM yang besar dan tidak efisien.

Kedua, keterbatasan layanan angkutan umum yang andal, terjangkau, dan terintegrasi di luar kota-kota besar, sehingga masyarakat tidak memiliki alternatif mobilitas yang memadai.

Ketiga, kebijakan transportasi yang masih berfokus pada pembatasan mobilitas, tanpa diimbangi dengan penyediaan sistem transportasi alternatif yang kuat. Keempat, belum optimalnya integrasi kebijakan transportasi dengan sistem logistik nasional, sehingga kenaikan harga energi turut berdampak pada distribusi barang dan stabilitas harga Kelima, belum dilakukannya reorientasi kebijakan subsidi energi secara signifikan, di mana subsidi BBM masih lebih banyak dinikmati oleh kendaraan pribadi dibandingkan angkutan umum.Dari berbagai faktor tersebut, dapat disimpulkan bahwa akar permasalahan karena belum terbangunnya sistem transportasi yang efisien, berbasis angkutan umum, dan terintegrasi secara nasional.

Oleh karenanya, MTI menyampaikan sejumlah penguatan dan penyempurnaan kebijakan sebagai berikut:

1.         Transformasi Sistem Transportasi Nasional. Melalui langkah-langkah strategis dalam transformasi sistem transportasi nasional diantaranya,

a) Mendorong peralihan moda (modal shift) dari kendaraan pribadi ke angkutan umum melalui peningkatan kualitas layanan, keterjangkauan tarif, dan keandalan sistem transportasi publik. Rekomendasi MTI mencakup peningkatan layanan angkutan umum secara masif, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan, penjaminan ketersediaan BBM bagi angkutan umum tanpa pembatasan sebagai bentuk afirmasi kebijakan, dan pemberian insentif bagi masyarakat untuk beralih ke transportasi publik, melalui tarif terjangkau dan layanan yang andal.

b)Mengembangkan program nasional transportasi publik di kota menengah dan wilayah perdesaan, termasuk melalui skema layanan berbasis BRT dan angkutan pengumpan (feeder). Rekomendasi MTI mencakup mengembangkan sistem angkutan umum di sekitar 98 kota menengah di Indonesia, merevitalisasi angkutan perdesaan yang mengalami penurunan signifikan, dan membangun konektivitas antarwilayah berbasis transportasi publik yang efisien dan terjangkau

c) Melakukan reorientasi subsidi energi secara bertahap dari BBM kendaraan pribadi menuju subsidi operasional dan pengembangan angkutan umum. Investasi pada transportasi publik memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, antara lain penghematan konsumsi energi, penurunan biaya transportasi masyarakat, penciptaan lapangan kerja baru, serta pengurangan kemacetan dan emisi. Dengan demikian, subsidi transportasi publik tidak hanya  merupakan kebijakan sosial, tetapi juga investasi ekonomi strategis jangka panjang.

d) Memperkuat integrasi sistem transportasi dan logistik nasional melalui pengembangan sistem multimoda yang efisien dan terkoordinasi. Untuk itu, diperlukan penguatan sistem logistik multimoda, efisiensi distribusi melalui jaringan transportasi yang terintegrasi, percepatan implementasi kebijakan nasional seperti Sistem Logistik Nasional (Sislognas). Langkah ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

e) Mempercepat transformasi menuju transportasi rendah emisi, termasuk melalui elektrifikasi angkutan umum, mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi, dan penerapan kebijakan berbasis lingkungan.

2.         Quick Wins (Kebijakan Implementatif Jangka Pendek). Untuk merespons krisis energi secara cepat, MTI merekomendasikan langkah konkret, diantaranya

a) Pemberlakuan tarif nol (gratis) angkutan umum massal di kota besar selama periode tertentu (misalnya 1 bulan) dengan dukungan APBN, sebagai stimulus penggunaan angkutan umum massal.

b) Penambahan armada angkutan umum secara cepat melalui skema pembelian langsung atau penugasan BUMN.

c) Penyediaan BBM khusus untuk angkutan umum di SPBU tertentu.

d) Implementasi hari WFH yang tidak mendorong dampak nonproduktif akhir pekan.

3.         Strategi Berbasis Tipologi Wilayah yaitu Pendekatan kebijakan perlu disesuaikan dengan karakter wilayah, diantaranya: 

a) Kota besar: optimalisasi sistem transportasi publik dan insentif penggunaan,

b) Kota menengah: pembangunan sistem angkutan umum berbasis Bus Rapid Transit (BRT), dan

c) Wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan pulau kecil: pengembangan kendaraan listrik ringan (sepeda/motor listrik).

4.         Penguatan Industri Transportasi Nasional, merupakan transformasi transportasi harus menjadi bagian dari strategi industrialisasi nasional melalui,

a) Penguatan peran industri dalam negeri (misalnya produksi bus konvensional maupun listrik oleh industri nasional),

b) Kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam inovasi transportasi, dan

c) Pengurangan ketergantungan pada produk impor.

5.         Strategi Biaya Rendah dan Implementasi Cepat (Low-Cost dan Rapid Deployment) yaitu sebagai respons cepat terhadap krisis energi, diperlukan solusi berbasis biaya rendah dan implementasi cepat, seperti:

a) Program konversi sepeda menjadi sepeda Listrik,

b) Insentif penggunaan kendaraan non-BBM, dan

c) Pemanfaatan aset transportasi yang sudah dimiliki masyarakat

“Krisis energi tidak boleh hanya dijawab dengan membatasi mobilitas. Kita harus memastikan warga tetap dapat mengakses sekolah, layanan kesehatan, dan pekerjaan. MTI mendesak pemerintah untuk memberikan stimulus dalam memperluas coverage layanan angkutan umum, terutama ketika BBM habis. Masyarakat Transportasi Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan transportasi nasional. MTI meyakini bahwa dengan pendekatan yang tepat, krisis energi saat ini dapat menjadi titik balik menuju sistem transportasi Indonesia yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berkeadilan. MTI siap memberikan dukungan melalui kajian, data, dan pengalaman lapangan guna memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak hanya responsif terhadap kondisi saat ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan masa depan.” tegas Haris.***

Tentang Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) didirikan pada 21 Desember 1995 merupakan organisasi profesi yang menghimpun para pakar, akademisi, praktisi, dan birokrat yang terdorong oleh kesadaran tanggungjawab sosialnya sebagai anggota masyarakat, berkehendak, dan bertekad mendukung dan menempatkan diri dalam pembangunan transportasi nasional yang berkelanjutan.

Dalam perjalanannya, MTI membangun aliansi dengan berbagai organisasi nasional dan internasional dalam mendorong diskursus publik dalam isu-isu nasional dan lokal transportasi dan diharapkan kebijakan publik dalam bidang transportasi dapat diimplementasikan, aktif menyampaikan rekomendasi kepada regulator baik berupa policy brief, aktif menyelenggarakan dan menghadiri ragam dialog Focus Group Discussion (FGD), dan webinar dalam mengawal perkembangan konektivitas dan transportasi tanah air.

 MTI memiliki perwakilan  di 24 wilayah di Indonesia serta menaungi 15 forum aktif dalam mendorong komitmen mendukung penggunaan transportasi umum  di kota besar hingga wilayah 3T, termasuk infrastruktur pendukung dan transportasi logistik.

Email MTI: secretariat@mti.or.id | ✆ +62-821-2574-1233 | Situs web: www.mti.or.id 

Instagram: @masyarakatransportasi | Facebook: Masyarakat Transportasi Indonesia |

LinkedIn: Masyarakat Transportasi Indonesia | Youtube: Masyarakat Transportasi Indonesia |

Tags: Angkutan UmumKrisis Energimasyarakat transportasi indonesia
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version