MAXsteam Hadirkan Serial Ramadan ‘Negeri 5 Menara’

 MAXsteam Hadirkan Serial Ramadan ‘Negeri 5 Menara’


JAYAKARTA NEWS – Untuk menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1440 H, Telkomsel melalui aplikasi video streaming MAXstream meluncurkan serial drama religi bertajuk ‘Negeri 5 Menara’.

Untuk memproduksi serial ini, Telkomsel bekerjasama dengan Melon Indonesia dan rumah produksi E-Motion.

Serial yang dikemas dalam 30 episode mulai tayang perdana per episodenya setiap hari selama bulan Ramadan pada tanggal 6 Mei 2019 dan akan berakhir tanggal 5 Juni 2019 pada pukul 17.00 WIB.

“Negeri 5 Menara’ adalah karya sutradara Reka Wijaya (‘Bajaj Bajuri’) dan produser Avesina Soebli (‘Laskar Pelangi’, ‘Garuda di Dadaku’). Melalui serial ini, penonton diajak untuk merefleksikan tujuan hidup dan tetap menempuh semangat tabah mengejar mimpi (Man Jadda Wa Jada).

Serial ini dibintangi oleh Prilly Latuconsina, Ajil Ditto, Chand Kelvin, Jennifer Coppen, Doni Damara, Farandika, Damara Finch, Difa Riansyah, Naufal Azhar, Aeif Alfiansyah, Fay Nabila, Ariyo Wahab, David Khalid, Zaskia Adya Mecca, Tasman Taher dan Mario Irwinsyah.

“Serial ini sangat inspiratif yang dibungkus dengan konsep interaktif. Kami sangat antusias menghadirkan konten bertema religi dalam MAXStream Original.

Strategi kami untuk mengangkat konten lokal sesuai dengan visi kami untuk menjadi pengembang ekosistem digital di Indonesia melalui MAXStream sebagai bagian dari layanan digital lifestyle experience,” kata Head of Digital Lifestyle Telkomsel, Crispin Tristram dalam acara peluncuran serial ‘Negeri 5 Menara’ di Gedung Telkom Hope, Jakarta, belum lama ini.

Direktur PT Melon Indonesia, Dedi Suherman mengemukakan rasa bangganya dalam peluncuran serial ini.

“Kami memilih buku novel ‘Negeri 5 Menara’ karya Ahmad Fuadi untuk diadaptasi karena memiliki pesan yang religius dan sesuai dengan momen Ramadan dan Idul Fitri.

Selain itu, pesan moral dalam cerita ini sangat relevan dalam masyarakat lintas generasi. Proyek ini merupakan upaya baru Melon untuk berekspansi dari musik digital ke konten video digital,” ujar Dedi Suherman.

Sedangkan produser Avesina Soebli memaparkan bahwa mengadapsi buku best seller merupakan tantangan tersendiri.

Selain menjadi best seller, buku ini pernah menjadi film box office (ketika difilmkan pertama kali sekitar 10 tahun silam) di Indonesia. Melihat animo publik yang menggemari serial ini, kami ingin menggali lagi kisah-kisah di luar cerita novel dan film,” kata Avesina Soebli.

Kisahnya mengikuti alur perjalanan Alif dan lima sahabat masa kecilnya yang membentuk pertemanan di pesantren dan berjanji dibawah menara masjid pesantren, suatu hari nanti ketika mereka sudah dewasa, mereka akan bertemu kembali di Trafalgar Square, London-Inggris.

Tatkala beranjak dewasa, Alif yang tengah menuntut ilmu di Amerika, datang ke Inggris untuk memenuhi janji dengan teman-teman alumni pondok pesantren,

Tak dinyana usaha keenam sahabat ini untjuk merealisasikan janjinya ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Cerita bergulir ke masa sebelumnya, Alif masuk ke pondok pesantren karena mengikuti kemauan ibunya yang ingin Alif seperti Buya Hamka.

Dalam kegalauan sekolah di pesantren, Alif menemukan kata-kata dari Ustadz Salman ‘Man Jadda Wa Jada’, siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Ibarat mantra, keenam sahabat ini berusaha keras untuk menggapai impian mereka. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *