Kelompok Peternak Abadi Farm, Meraih Asa Lewat Ayam Joper

 Kelompok Peternak Abadi Farm, Meraih Asa Lewat Ayam Joper

Ayam Joper karkas, siap edar di pasaran/foto: istimewa

JAYAKARTA NEWS— Bisnis kuliner berbasis ayam kampung kian marak di Bantul, Yogyakarta.  Situasi ini direspon sekelompok anak muda Dusun Lemahdadi, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul DIY dengan beternak ayam Joper (Jowo super).  Ayam jenis ini merupakan hasil silangan dari ayam petelur dengan ayam Bangkok.  “Tekstur dan rasa daging ayam Joper persis ayam kampung,” kata Eko Paryanto, peternak ayam Joper  kepada JayakartaNews.com, Minggu (6/11).  Karenanya muncul rasa optimis di kalangan pemuda Lemahdadi itu untuk berbisnis  ayam pedaging ini.    

Awalnya para muda Lemahdadi itu beternak sendiri-sendiri di rumah masing-masing.  Dalam perjalanan waktu selanjutnya mereka berkolaborasi membentuk usaha bersama peternakan ayam Joper.  Ini penting untuk saling mensuport, memberikan energi positif agar usaha bisa berkembang bersama dan harapannya bisnis kian membesar.  Kelompok  peternak ayam Joper Lemahdadi optimis menyongsong hari depan gemilang. 

Abadi Farm

Eko Paryanto menceritakan, awal mula dia bersama kawan-kawannya beternak ayam Joper.  Pada tahun 2019, Dusun Lemahdadi didatangi mahasiswa KKN dari sebuah universitas swasta di Yogyakarta.  Kala itu, pemuda Dusun Lemahdadi sudah memulai beternak ayam Joper.  Mahasiswa KKN itu kemudian bekerjasama dengan pemuda untuk pengembangan ternak ayam Joper ini.

Daya tarik ayam Joper ada pada tekstur dan rasa dagingnya yang sama dengan ayam Jawa  (kampung) serta waktu pemeliharaannya yang jauh lebih cepat.  Ayam kampung membutuhkan waktu enam bulan untuk mencapai bobot satu kilogram ayam hidup.  Sementara pembesaran ayam Joper jauh lebih singkat, untuk mendapatkan satu kilogram ayam hidup, cukup membutuhkan waktu dua bulan atau 60  hari sampai 70 hari. Selain alasan di atas, pada tahun 2019 itu, pasar ayam Joper sangat terbuka lebar.  Jumlah peternak sedikit, sementara permintaan melambung.     

Eko Paryanto (kedua dari kanan) bersama peternak Abadi Farm dan peternak lainnya dalam acara pelatihan membuat pakan ayam yang difasilitasi Pertamina (foto: istimewa)

Kuliner berbasis ayam kampung sangat marak di Bantul Yogyakarta. Eko dan kawan-kawannya siap mengayun langkah optimis menyongsong era bisnis ayam Joper.  Mulailah para muda Dusun Lemahdadi memelihara ayam Joper.  Namun, rupanya ada yang belum disiapkan, yakni ilmu yang mesti diketahui untuk membesarkan ayam Joper.  “Waktu itu dari seratus ekor bibit, yang mati bisa mencapai  50 ekor,” papar  Eko.  Ia menduga bahwa angka kematian yang tinggi itu adalah akibat dari kurangnya pengetahuan tentang ayam Joper. 

Kunjungan Bupati Bantul di Toko Pakan Ayam Abadi Farm (foto: istimewa)

Keberuntungan berpihak kepada para peternak muda Lemahdadi. CSR Pertamina hadir mendampingi mereka. CSR Pertamina Rewulu Yogyakarta tidak memberikan uang, tetapi berkontribusi pada pengadaan inventaris  juga pelatihan.

“Kami diajak Pertamina ke peternakan ayam Joper di Bambanglipuro Bantul,” tutur Eko.  Di tempat itu para peternak Lemahdadi bisa melihat dan belajar dari pebisnis yang sudah berpengalaman menggeluti usaha peternakan ayam Joper. Para peternak dari tempat lain yang sudah berpengalaman juga dihadirkan di Dusun Lemahdadi untuk berbagi ilmu. Kami juga mendapatkan bantuan rupa-rupa inventaris, antara lain wadah pakan dan minum ayam, peralatan kantor dan bangunan.  Upaya itu membuahkan hasil. “Dari seratus ekor DOC, ayam yang mati hanya 5 ekor saja,” imbuhnya.

Eko menuturkan, pada saat menjadi binaan CSR Pertamina, ada sejumlah 20 anak muda yang bergabung. Mereka amat antusias, sebab di akhir tahun 2020 kala itu banyak dari mereka yang di PHK (Putus Hubungan Kerja) karena pandemi Covid.  Beternak ayam Joper menjadi alternatif untuk tetap  bisa bekerja agar mendapatkan penghasilan tanpa meninggalkan rumah di saat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) diberlakukan.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (kiri) l, Nicke Widyawati (kanan) dan Eko Paryanto (tengah) saat peresmian Abadi Farm 17 Januati 2021 (foto: istimewa)

Pada tanggal 17 Januari 2021 usaha kelompok peternak ayam Joper Dusun Lemahdadi, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul  ini diresmikan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.  Pada acara itu Nicke Widyawati dari Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah menyerahkan bantuan senilai Rp 182 juta.  Pada momen bersejarah ini paguyuban peternak ayam Joper Dusun Lemahdadi ini diberi nama Abadi Farm.  Abadi merupakan singkatan dari  Agribisnis Ayam Lemahdadi.  Eko Paryanto duduk di kursi ketua.   

Mapan dan Berkembang

Abadi Farm menempati bangunan sederhana dalam satu kompleks.  Di bagian depan ada kantor sekretariat dengan perabotan lengkap seperti rak, meja juga frozen.  Di tempat ini anggota paguyuban menggelar diskusi setiap Sabtu, juga menerima tamu yang datang berkunjung.  Kandang berada di bagian belakang.  Ada satu bangunan kandang berukuran  8 x 13 meter untuk tempat ayam-ayam kecil.  Seluas 8 x 4 meter sisanya digunakan untuk areal penggilingan jagung.  Kandang khusus untuk ayam-ayam besar menempati bangunan seluas 8 x 5 meter.    

Berbekal kandang terpadu lengkap dengan peralatan pendukung dan bangunan sederhana yang dijadikan sekretariat,  perjalanan Abadi Farm kian mapan dalam memutar roda bisnis ayam Joper.  Anggota paguyuban ini memiliki harapan dan obsesi besar bahwa kelengkapan peternakan yang mumpuni ditambah keahlian yang telah diasah lewat pelatihan akan memberikan hasil sebanding.   

Ayam kecil menyantap pakan produksi sendiri (foto: istimewa)

“Dari 20 orang, anggota yang aktif sekitar delapan orang, sisanya sedang menempuh studi di SMA atau kuliah,”  jelas Eko.  Jumlah SDM (sumber daya manusia) itu cukup untuk menangani jalannya bisnis Abadi Farm.  Eko menjelaskan bahwa anggota paguyuban itu tidak datang setiap hari.  Mereka berada di kantor Lemahdadi jika sedang diskusi atau ada pesanan.  Waktunya bisa pagi, siang, sore, malam  atau menjelang Subuh. Yang standby di dekat kantor adalah Eko sendiri sebab, tempat tinggalnya berdekatan dengan kompleks usaha Abadi Farm. 

Gayung bersambut.  Bisnis Abadi Farm berkembang. Di saat semua siap, pasar ayam Joper terbuka.  Rata-rata, Abadi Farm bisa menjual ayam hidup mencapai 100 hingga 120  ekor per bulan.  Dengan harga Rp 35 – Rp 40 ribu per kg ayam hidup, maka rata-rata omset yang bisa diraih mencapai Rp 4 juta sampai Rp 6 juta.  “Tambahan penghasilan mencapai Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta per orang  di harga tertinggi,” tambahnya.   

Membersihkan ayam Joper untuk dijual dalam bentuk karkas atau daging bersih (foto: istimewa)

Selain hasil  penjualan ayam Joper, pendapatan juga disumbang oleh penjualan pakan ayam berupa jagung giling, tepung jagung juga beras jagung. Eko menceritakan, dalam proses pendampingannya, tepatnya pada pertengahan tahun 2021, mesin penggiling jagung dihadirkan Pertamina di Abadi Farm. Mesin ini  berfungsi untuk meremuk jagung menjadi butiran kecil atau tepung.  Dengan hadirnya mesin ini, bisnis paguyuban pun bertambah dengan menjual pakan ayam.   

Manisnya bisnis ayam Joper ini diraup Abadi Farm sampai dengan pertengahan tahun  2022.  Sampai periode itu harga ayam Joper hidup masih bertahan di angka Rp 35 ribu – Rp 40 ribu per kg hidup. 

Anjlok

Waktu terus berjalan.  Memasuki paruh kedua tahun 2022, ada perubahan pada bisnis ayam Joper Abadi Farm.  Pelan tapi pasti, kondisi penjualan mengalami penurunan.  Ini dipicu oleh banyaknya suplai di pasaran, sementara penyerapan pasar tetap atau bahkan menurun. 

“Info yang saya dapat dari para bakul, ada serbuan pasokan ayam Joper dari kota lain yang sedang panen raya menuju ke Jawa Tengah dan DIY yang dijual murah.  Yang saya tahu tiba-tiba bakul yang biasa ambil di Abadi Farm pada sudah punya ayam,” papar Eko yang juga bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan swasta. 

Tak hanya pasokan dari luar kota, Eko menuturkan bahwa suplai dari daerah Bantul pun meningkat tajam.  Ceritanya, pada bulan Juli 2022 ayam Joper diburu di pasaran.  Peluang bagus ini spontan direspon oleh banyak pihak dengan membeli bibit ayam Joper.  Pada bulan September otomatis suplai ayam Joper dari daerah Bantul meningkat, sementara penyerapan pasar tetap atau bahkan menurun.  “Pada Bulan Oktober lalu kami hanya mampu menjual 15 ekor ayam hidup,” kata Eko.

Konon kabarnya, terpetik berita bahwa ada peternak yang menawarkan ayam Joper di harga Rp 15 ribu per kg ayam hidup.  Sementara Harga Pokok penjualan (HPP) untuk mencapai 1 kg ayam hidup berada di kisaran Rp 33 ribu hingga Rp 35 ribu per kg ayam hidup.  Dengan demikian, dijual dengan harga Rp 35 Ribu per kg ayam hidup baru bisa impas.  Berati kalau dijual dengan harga di bawah HPP, maka peternak akan rugi.  “Banyak peternak di Bantul yang sudah merugi jutaan bahkan ratusan juta,” tutur Eko. 

Untuk mengantisipasi penurunan harga Eko dan kawan-kawannya mesti berinovasi.  Ketika penjualan ayam hidup tidak menguntungkan, maka harus dicari langkah baru.  Abadi Farm mendapatkan solusi dengan menjual ayam Joper dalam bentuk karkas atau ayam potong bersih.       

Pada bulan Oktober 2022 silam, Pertamina memberikan bantuan untuk mendirikan RPA (Rumah Potong Ayam).  Para anggota paguyuban pun mendapatkan pelatihan untuk mengoperasionalkan piranti baru berupa mesin bubut ayam.  RPA dibangun di  bagian samping kompleks Abadi Farm.  “Menjual karkas atau ayam bersih lebih menguntungkan,” tambahnya.  

Optimis

Eko dan koleganya di Abadi Farm tetap optimis dalam menjalankan bisnis ayam Joper.  Rasa optimis itu dibangun Eko dan seluruh anggota peternak ayam Joper bukan tanpa alasan.  Ia yakin pasar masih terbuka lebar.  Serentetan strategi siap mereka gulirkan. “Kami akan memperluas mitra bisnis dengan usaha lain yang terkait seperti resto atau warung makan,” kata Eko mantap. 

Upaya itu sangat masuk akal sebab, setelah pandemi Covid mereda, Yogya kembali dibanjiri para wisatawan.  Mereka membutuhkan suplai makanan dan daging ayam sampai saat ini masih menjadi favorit untuk dikonsumsi.

Rencana kedua yang siap dijalankan Abadi Farm adalah menjadi pemasok utama daging ayam kampung ke rumah makan yang ada di sekitar tempat usaha mereka.  Upaya ketiga adalah memperluas pasar lewat penjualan secara daring.  Keempat, Abadi Farm akan menjadikan usaha peternakan, penjualan pakan, pemotongan ayam  dan penjualan karkas ini sebagai penghasilan utama anggota yang aktif.  Dan terakhir, Eko mengangankan Abadi Farm bakal menjadi pionir edukasi wisata ternak bagi kaum muda. 

“Kami memiliki beberapa kiat agar tercapai  semua cita-cita untuk memperbesar Abadi Farm,” tegas Eko. Ia menjelaskan, bahwa taktik pertama yang mesti dijalankan adalah memperbaiki semua hal yang ada dalam manajemen usaha, utamanya kepuasan pelanggan. “Kami terus berusaha meningkatkan pelayanan terbaik kepada pembeli,” imbuhnya.

Langkah lain yang siap dijalankan Eko dan koleganya adalah menjaga ketersediaan stok,  aktif melakukan promosi lewat berbagai media, mensolidkan kekompakan anggota dan terakhir mempererat jalinan kerjasama dengan berbagai pihak yang bersinggungan dengan usaha Abadi Farm. 

Peluang pasar ayam Joper, menurut Eko masih terbuka lebar, sebab ayam pedaging ini menjadi alternatif pengganti untuk ayam kampung.  Harga ayam kampung paling mahal, sementara tidak semua orang suka dengan ayam broiler. Ayam Joper menjadi solusi jitu bagi yang tidak suka daging broiler, tetapi tidak mampu membeli ayam kampung.  “Ayam Joper ini ada di tengah-tengah antara broiler dan kampung,” tegas Eko.

Bersama koleganya, Eko saling mendukung satu sama lain.   Suport itu bermanfaat untuk membangun energi demi mengayunkan langkah meraih masa  depan.  “Kami optimis,” pungkasnya. (Ernaningtyas) 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.