Karate Masuk “Youth Sport Program”

 Karate Masuk “Youth Sport Program”
Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo menaruh perhatian besar pada pembinaan usia dini. Tampak Kikiek bersama empat karateka muda. (Foto: Ist)

Karate menjadi salah satu cabang seni bela diri yang paling banyak dipelajari di Indonesia. Di negeri asalnya, Jepang, karate sangat terkenal. Bahkan menjadi cabang bela diri wajib yang harus dipelajari anggota militer. Bukan hanya itu, sejak tahun 1924, karate masuk perguruan tinggi (Keio University). Tak lama kemudian, hampir semua perguruan tinggi besar memiliki klub karate.

Tak pelak, karate pun mendarah-daging bagi warga Jepang. Ini berkat konsistensi pemerintah terhadap pembinaan usia dini. Sebagai contoh, dalam Program Olahraga untuk Anak-anak (Sports Programs for Kids), karate termasuk yang paling digemari di sana, menyusul olahrga internasional populer seperti sepakbola, tenang, dan tenis.

“Jadi menurut saya, karate juga harus masuk Youth Sports Program di Indonesia. Kami dari Inkai khususnya, akan mendorong stakeholder karate Indonesia mewujudkan hal itu. Syukur alhamdulilllah kalau pemerintah memfasilitasi. Kalaupun tidak, kami tidak akan berhenti memperjuangkan,” tekad Prof Hermawan Sulistyo, kandidat Ketua PP Inkai (Institut Karate-Do Indonesia) periode 2018 – 2022.

Penyandang Dan IV Inkai itu, yakin jika seni bela diri karate diajarkan sejak dini, maka sejatinya kita tengah memupuk pribadi-pribadi unggul dengan karakter mulia. Kikiek, begitu ia akrab disapa, menyinggung ihwal “Dwidasa Sila Karate”, dua puluh sila dalam karate yang sarat ajaran luhur. “Salah satunya berbunyi, ‘jangan pernah lupa: karate dimulai dengan rei dan berakhir dengan rei. Rei berarti sopan santun atau hormat, dan diwakili dalam karate dengan membungkuk,” ujarnya.

 

Sila lain menyebutkan, ‘tidak ada serangan pertama di karate’, ‘karate mendukung kebenaran’, ‘pertama, pahami diri Anda sendiri, kemudian pahami orang lain’. “Itu beberapa pasal dalam karate yang sangat baik untuk pendidikan karakter bangsa, dan harus dimulai sejak dini,” tambah pria kelahiran Ngawi, 4 Juli 1957.

Bonus lain adalah prestasi. Dengan segala potensi yang ada, bukan tidak mungkin karate akan menjadi cabang olahraga (cabor) unggulan, seperti halnya bulutangkis. “Siapa sangka, Indonesia bisa menjadi jagoan bulutangkis. Padahal, cabor bulutangkis asal-usulnya dari Pune, India dan diciptakan oleh serdadu Inggris. Maka, saya yakin karate pun bisa mengharumkan nama Indonesia lewat atlet-atlet terbaik,” ujar Kikiek optimistis.

Untuk itu, Kikiek akan memaksimalkan semua potensi bagi kemajuan Inkai dan dunia karate pada umumnya. Kepada Jayakartanews, Prof Hemawan Sulistyo menegaskan ihwal misi yang ia usung, “membangun Inkai 2019-2023 kembali menjadi perguruan karate terbesar dan terkuat di Indonesia.” “Karenanya, kepengurusan periode 2018 – 2022 harus diisi pengurus yang memiliki dedikasi dan jiwa pengabdian tinggi,” pungkas Kikiek. (rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *